Trump Telepon Putin 1 Jam, Dorong Akhiri Perang Ukraina dan Pulihkan Relasi AS-Rusia

Berita Terkini - Diposting pada 09 September 2026 Waktu baca 5 menit

US President Donald Trump and Russian President Vladimir Putin meet during a US-Russia summit on Ukraine at Joint Base Elmendorf-Richardson in Anchorage, Alaska, on August 15, 2025 [Andrew Caballero-Reynolds/AFP]

Trump Telepon Putin 1 Jam, Dorong Akhiri Perang Ukraina dan Pulihkan Relasi AS-Rusia

Upaya Amerika Serikat menghidupkan kembali diplomasi perang Rusia-Ukraina berlanjut hingga ke percakapan langsung antara Donald Trump dan Vladimir Putin.

Presiden AS Donald Trump berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa, 8 September 2026.

Menurut Kremlin, percakapan berlangsung selama satu jam dan berfokus pada upaya mengakhiri perang Ukraina, hasil kunjungan terbaru utusan Amerika ke Moskow dan Kyiv, pertukaran tahanan, hingga kemungkinan pemulihan hubungan ekonomi AS-Rusia.

Trump disebut menegaskan keinginannya agar perang segera berakhir.

Tetapi percakapan tersebut belum menghasilkan kesepakatan damai ataupun terobosan publik yang menyelesaikan perbedaan mendasar Rusia dan Ukraina.

 

Trump Ingin Perang Segera Berakhir

Ajudan Kremlin Yuri Ushakov mengatakan Trump menyampaikan keinginannya untuk membawa konflik menuju penyelesaian secepat mungkin.

Menurut versi Kremlin, Presiden AS melihat berakhirnya perang sebagai pintu untuk mengembalikan hubungan Washington dan Moskow secara lebih luas.

Trump juga menilai normalisasi hubungan dapat membuka peluang baru dalam perdagangan serta kerja sama ekonomi kedua negara.

Putin disebut mendukung pendekatan tersebut.

Namun, detail percakapan sejauh ini terutama berasal dari penjelasan pemerintah Rusia.

Pihak Amerika Serikat belum mempublikasikan readout terperinci yang setara mengenai seluruh substansi pembicaraan tersebut.

 

Jadi, Apakah Trump Meminta Bantuan Putin?

Tidak sesederhana itu.

Laporan Reuters menyebut Putin justru menyampaikan kepada Trump mengenai apa yang menurut Rusia dapat dilakukan Amerika Serikat untuk membantu mempercepat penyelesaian konflik.

Kremlin tidak mengungkap secara rinci langkah yang dimaksud.

Karena itu, menyatakan Trump “meminta bantuan Putin” berpotensi membalik konteks percakapan.

Formulasi yang lebih akurat adalah: Trump mendorong perang segera diakhiri, sementara Putin menjelaskan langkah yang menurut Moskow dapat dilakukan AS untuk membantu proses tersebut.

Belum diketahui apakah usulan Rusia itu berkaitan dengan sanksi, bantuan militer kepada Ukraina, masalah wilayah, jaminan keamanan, atau isu lainnya.

 

Telepon Berlangsung Tepat Satu Jam

Ushakov menyebut percakapan berlangsung tepat selama satu jam.

Pemerintah Rusia menggambarkannya sebagai pembicaraan yang konstruktif dan terbuka.

Trump dan Putin turut mengevaluasi perjalanan utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Moskow dan Kyiv pada akhir pekan sebelumnya.

Keduanya menilai misi diplomasi tersebut secara positif, meski belum menghasilkan kesepakatan konkret.

Percakapan langsung antarpresiden kemudian menjadi kelanjutan dari upaya Amerika untuk menghidupkan kembali negosiasi yang telah mengalami kebuntuan selama beberapa bulan.

 

Witkoff dan Kushner Terbang ke Dua Ibu Kota

Diplomasi terbaru dimulai ketika Trump mengirim Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk bertemu kedua pihak.

Witkoff dan Kushner menemui Putin di Moskow pada 5 September.

Setelah itu, mereka melakukan perjalanan ke Kyiv dan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Pemerintah Ukraina menyebut pembicaraan tersebut substantif dan mengatakan kembalinya proses negosiasi merupakan perkembangan penting.

Kushner mengatakan tugas Amerika bukan memaksa salah satu pihak menerima posisi pihak lain, melainkan membangun kerangka yang dapat menghasilkan perdamaian yang bertahan lama.

Meski demikian, pertemuan di kedua ibu kota belum memberikan breakthrough.

 

Zelensky Sebut Ada Ide yang Layak

Pada 8 September, Zelensky mengatakan utusan Trump membawa beberapa ide yang menurutnya layak untuk dikembangkan.

Ia tidak mengungkap substansinya karena pembahasan masih dilakukan bersama AS.

Ukraina, Amerika Serikat dan mitra Eropa diperkirakan akan melakukan pembicaraan lanjutan untuk mempersiapkan kemungkinan pertemuan trilateral.

Beberapa lokasi seperti Turki, Uni Emirat Arab dan Swiss disebut sebagai kemungkinan tuan rumah.

Topik yang dapat dibahas mencakup infrastruktur energi, pengiriman gandum, isu kemanusiaan serta pertukaran tahanan perang.

Namun, Kyiv menegaskan negosiasi harus menghasilkan sesuatu yang konkret, bukan sekadar rangkaian pertemuan.

 

Donetsk Tetap Jadi Masalah Terbesar

Salah satu hambatan terbesar berada di wilayah timur Ukraina.

Rusia masih berupaya mengambil seluruh wilayah Donetsk.

Sebagian wilayah itu masih berada di bawah kontrol Ukraina meskipun Moskow mengklaim Donetsk sebagai bagian dari Rusia.

Reuters mencatat sekitar 15%–20% Donetsk masih dipertahankan Ukraina.

Kyiv berkali-kali menolak tuntutan untuk menyerahkan daerah tersebut.

Bagi Rusia, menguasai seluruh Donetsk akan menjadi pencapaian politik dan militer besar.

Bagi Ukraina, mempertahankannya penting karena kota-kota seperti Sloviansk dan Kramatorsk merupakan bagian utama sistem pertahanan Ukraina di timur.

Dengan perbedaan seperti ini, satu percakapan telepon antara Trump dan Putin belum cukup untuk menyelesaikan perang.

 

Pertempuran Justru Masih Berlanjut

Diplomasi terbaru juga berlangsung ketika pertempuran di lapangan belum mereda secara permanen.

Selama kunjungan utusan Amerika, kedua pihak sempat menahan sebagian serangan terhadap kota-kota yang menjadi lokasi proses diplomasi.

Namun, Rusia kemudian kembali melakukan serangan rudal dan drone ke Kyiv.

Serangan 8 September menewaskan sejumlah orang dan melukai puluhan lainnya.

Ukraina di sisi lain terus melakukan serangan terhadap target di wilayah Rusia.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya jarak besar antara diplomasi di meja perundingan dan realitas militer di lapangan.

 

Putin Sampaikan Versi Rusia soal Medan Perang

Dalam telepon dengan Trump, Putin juga menyampaikan penilaiannya mengenai situasi di medan perang.

Kremlin tidak memberikan detail lengkap.

Namun, Rusia selama ini menyatakan pasukannya berada dalam posisi unggul dan yakin dapat terus memberikan tekanan terhadap pertahanan Ukraina.

Analisis independen memberikan gambaran yang lebih kompleks.

Pasukan Rusia memang terus bergerak menuju beberapa posisi penting di Donetsk, tetapi kecepatannya relatif lambat dan belum menghasilkan terobosan strategis besar.

Karena itu, klaim kemenangan masing-masing pihak tetap perlu dibedakan dari kondisi yang telah diverifikasi secara independen.

 

Pertukaran Tahanan Bisa Lebih Realistis

Ada satu bidang yang memiliki peluang lebih konkret dalam jangka pendek: pertukaran tahanan.

Trump dan Putin disebut sepakat bahwa proses pertukaran perlu dilanjutkan.

Zelensky juga mengatakan Ukraina ingin pembicaraan mengenai pertukaran tawanan perang dipercepat dan diperbesar.

Berbeda dengan sengketa teritorial atau arsitektur keamanan Eropa, pertukaran tahanan merupakan isu kemanusiaan yang secara historis masih memungkinkan kedua pihak mencapai kesepakatan meski perang berlanjut.

Karena itu, perkembangan di bidang ini dapat menjadi salah satu indikator awal apakah diplomasi terbaru menghasilkan sesuatu yang nyata.

 

Pemulihan Hubungan Ekonomi Jadi Insentif

Aspek lain yang menarik dari percakapan Trump-Putin adalah hubungan ekonomi.

Menurut Ushakov, Trump melihat berakhirnya perang dapat membuka peluang besar untuk memulihkan perdagangan dan kerja sama ekonomi AS-Rusia.

Hubungan ekonomi kedua negara mengalami tekanan berat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 dan rangkaian sanksi Barat yang menyusul.

Jika konflik berakhir dan sebagian hambatan ekonomi dilonggarkan, secara teoritis peluang perdagangan, energi dan investasi dapat kembali terbuka.

Namun, hal tersebut akan sangat bergantung pada bentuk perjanjian damai, kebijakan sanksi AS dan sekutunya, serta respons Ukraina dan negara-negara Eropa.

Dengan demikian, prospek ekonomi saat ini masih merupakan insentif politik—bukan hasil yang sudah terwujud.

 

Putin Klaim Rusia Tak Akan Serang Eropa

Putin juga menggunakan percakapan tersebut untuk menyampaikan bahwa Rusia tidak memiliki rencana agresif terhadap negara-negara Eropa.

Pernyataan itu disampaikan melalui Kremlin.

Moskow mengatakan narasi tentang ancaman Rusia terhadap Eropa digunakan sebagian negara untuk membenarkan peningkatan belanja pertahanan dan dukungan kepada Ukraina.

Namun, pandangan tersebut ditentang banyak pemerintah Eropa yang menilai Rusia masih merupakan ancaman keamanan utama.

Karena itu, pernyataan Putin harus diperlakukan sebagai posisi pemerintah Rusia, bukan fakta yang telah disepakati semua pihak.

 

Amerika Belum Mengumumkan Formula Final

Salah satu hal paling penting adalah belum adanya formula perdamaian lengkap yang diumumkan kepada publik.

Trump sebelumnya mengatakan pemerintahannya mempunyai gagasan konkret.

Witkoff dan Kushner juga membawa sejumlah proposal baru.

Tetapi isu paling sulit—wilayah, jaminan keamanan Ukraina, hubungan Ukraina dengan NATO, sanksi terhadap Rusia dan struktur keamanan pascaperang—belum memiliki penyelesaian publik.

Artinya, optimisme diplomatik masih berada pada tahap proses.

Belum ada kesepakatan final.

 

Mengapa Telepon Ini Tetap Penting?

Walaupun belum ada breakthrough, percakapan Trump-Putin tetap penting karena menunjukkan jalur diplomasi tingkat tertinggi kembali aktif.

Beberapa bulan sebelumnya, upaya negosiasi mengalami kebuntuan.

Kini ada kembali komunikasi Moskow-Washington, misi diplomatik ke Kyiv, pembicaraan kemungkinan forum trilateral, serta diskusi mengenai isu kemanusiaan.

Namun, ukuran keberhasilannya bukan seberapa sering pemimpin berbicara.

Ukuran sebenarnya adalah apakah kontak tersebut menghasilkan gencatan senjata yang bertahan, pertukaran tahanan yang lebih besar, kompromi politik, atau perundingan formal yang mampu mempersempit perbedaan teritorial.

 

Kesimpulan

Donald Trump dan Vladimir Putin berbicara melalui telepon selama sekitar satu jam pada 8 September 2026.

Menurut Kremlin, Trump mendorong perang Ukraina segera diakhiri agar hubungan AS-Rusia dapat dipulihkan.

Putin kemudian menjelaskan langkah yang menurut Rusia dapat dilakukan Washington untuk membantu proses tersebut, tetapi Kremlin tidak mengungkap rincian usulannya.

Percakapan terjadi setelah Steve Witkoff dan Jared Kushner melakukan diplomasi ulang-alik ke Moskow dan Kyiv.

Kedua kunjungan menghasilkan sejumlah ide baru, tetapi belum memberikan terobosan.

Sementara itu, perbedaan mengenai Donetsk dan isu keamanan Ukraina tetap besar, dan serangan militer masih berlangsung.

Karena itu, kabar terpenting dari telepon Trump-Putin bukan bahwa kesepakatan damai sudah dekat.

Yang berubah adalah saluran diplomasi tingkat tinggi kembali aktif—sementara ujian sebenarnya adalah apakah komunikasi itu mampu berubah menjadi kesepakatan konkret.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.