Survei BI: Penyaluran Kredit Baru Diperkirakan Menguat pada Kuartal IV 2026

Berita Terkini - Diposting pada 22 October 2026 Waktu baca 5 menit

Ilustrasi AI

Survei Perbankan Bank Indonesia triwulan III/2026 memberi sinyal penyaluran kredit baru dapat menguat pada kuartal IV. Namun, proyeksi pertumbuhan kredit setahun penuh masih lebih rendah daripada realisasi 2025, sementara biaya pendanaan bank diperkirakan meningkat. Gambaran ini menunjukkan peluang ekspansi kredit berjalan bersama tantangan menjaga biaya dana.

PROYEKSI KREDIT MEMBAIK, BELUM MENJADI REALISASI

Menurut hasil survei BI yang diberitakan Bisnis.com pada 22 Oktober 2026, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru diperkirakan mencapai 91,31% pada kuartal IV, naik dari 90,08% pada kuartal III dan 88,92% pada kuartal IV/2025. Sementara itu, pertumbuhan outstanding kredit hingga akhir 2026 diproyeksikan 8,20% secara tahunan, meningkat dari perkiraan survei sebelumnya sebesar 7,51%. Angka tersebut tetap di bawah pertumbuhan kredit 2025 yang tercatat 9,69%.

SBT merupakan indikator survei yang mengolah jawaban bank dengan bobot kredit. Karena itu, SBT 91,31% bukan berarti nilai kredit baru tumbuh 91,31%. Angka ini menggambarkan arah jawaban responden mengenai penyaluran kredit. Proyeksi juga dapat berubah seiring perkembangan permintaan, kualitas debitur, dan kondisi ekonomi.

MODAL KERJA JADI PRIORITAS

Responden memperkirakan kredit modal kerja tetap menjadi penggunaan utama kredit baru, disusul kredit investasi dan kredit konsumsi. Dari sisi sektor, industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta perantara keuangan diproyeksikan menyerap penyaluran terbesar. Indikasi ini memberi konteks bahwa kebutuhan pembiayaan kegiatan usaha masih berperan dalam prospek permintaan kredit.

Standar penyaluran kredit diperkirakan lebih longgar dibandingkan kuartal III. Indeks Lending Standard (ILS) diproyeksikan turun dari 0,28 menjadi 0,15. Karena nilainya masih positif, hasil tersebut menunjukkan standar secara keseluruhan masih cenderung ketat, meskipun tingkat keketatannya diperkirakan berkurang. Bank tetap menilai profil risiko dan kemampuan bayar setiap peminjam.

BI juga mencatat prakiraan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) hingga kuartal IV meningkat dengan SBT 89,76%, dari 87,52% pada kuartal III. Tabungan dan giro diperkirakan tumbuh lebih kuat, masing-masing dengan SBT 90,29% dan 89,64%, sedangkan deposito diproyeksikan lebih lambat dengan SBT 28,74%. Di saat yang sama, biaya dana rupiah diperkirakan naik menjadi 4,39% dari 4,17%, sementara biaya dana untuk kredit meningkat menjadi 5,73% dari 5,54%.

APA ARTINYA BAGI NASABAH DAN BANK?

Bagi bank, prospek kredit yang lebih baik membuka ruang penyaluran pembiayaan, tetapi kenaikan biaya dana dapat menambah tekanan pada biaya intermediasi. Bagi calon debitur, proyeksi pelonggaran bukan jaminan pengajuan kredit akan disetujui atau bunga pinjaman langsung turun. Keputusan tetap bergantung pada kebijakan masing-masing bank, profil peminjam, dan kondisi pasar.

Hasil survei ini merupakan perkiraan responden, bukan kepastian realisasi. Perkembangan penyaluran kredit, penghimpunan dana, dan biaya bunga aktual pada kuartal IV akan memberi gambaran lebih lengkap tentang daya dorong kredit terhadap ekonomi.

Sumber: Bisnis.com, 22 Oktober 2026; Ipotnews, 22 Oktober 2026; Bank Indonesia, Metadata Survei Perbankan (metodologi SBT).

Sumber: https://finansial.bisnis.com/read/20261022/90/2014822/bank-indonesia-proyeksikan-kredit-perbankan-tumbuh-82-pada-2026

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.