BEI Ubah Kriteria IHSG Mulai 2 November: Saham HSC Tak Lagi Dihitung, Apa Artinya?

Saham News - Diposting pada 22 October 2026 Waktu baca 5 menit

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengecualikan saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari kriteria penghitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kebijakan ini dijadwalkan berlaku pada 2 November 2026 dan menjadi bagian dari penyesuaian kriteria evaluasi indeks.

Perubahan tersebut tertuang dalam Pengumuman BEI No. Peng-00201/BEI.POP/10-2026. Sebelumnya, saham yang dikecualikan dari kriteria seleksi IHSG adalah saham di Papan Akselerasi. Aturan baru menambahkan saham berstatus HSC ke dalam pengecualian itu. Metode penghitungan IHSG tetap menggunakan kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float, dengan batas bobot 9%.

Apa itu saham HSC?

HSC menggambarkan kondisi ketika kepemilikan saham terkonsentrasi pada segelintir pemegang saham. Kondisi ini dapat membatasi jumlah saham yang beredar di publik dan memengaruhi likuiditas serta volatilitas harga. IDX menjelaskan bahwa status HSC merupakan informasi untuk meningkatkan transparansi dan kewaspadaan investor, bukan dengan sendirinya bukti pelanggaran.

Karena itu, saham yang tidak lagi masuk penghitungan IHSG tidak otomatis dihapus dari pencatatan bursa. Perubahan ini berkaitan dengan kriteria indeks, bukan keputusan delisting. Investor tetap perlu melihat pengumuman resmi dan status masing-masing emiten.

Jadwal evaluasi ikut berubah

BEI juga menggeser periode evaluasi berkala indeks dari Maret, Juni, September, dan Desember menjadi Januari, April, Juli, dan Oktober. Hari efektif penyesuaian komponen indeks bergeser ke hari bursa pertama pada Februari, Mei, Agustus, dan November. Ada pula mekanisme evaluasi insidental jika status HSC suatu saham berubah di luar jadwal reguler.

Yang perlu dicermati investor

Perubahan komposisi indeks dapat berpengaruh pada acuan yang digunakan produk investasi yang mengikuti indeks. Namun, status HSC atau keanggotaan indeks saja tidak cukup untuk menilai kualitas sebuah perusahaan. Investor sebaiknya memeriksa keterbukaan informasi, struktur kepemilikan, likuiditas, laporan keuangan, serta strategi produk investasinya sebelum mengambil keputusan.

Sumber: https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8718663/bei-keluarkan-saham-hsc-dari-hitungan-ihsg-ini-dampaknya ; https://rdis.idx.co.id/id/events/tiktok-slideshow-understanding-high-shareholding-concentration-hsc-stocks-a-must-for-investors

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.