Ma'ruf Amin: Halal Value Chain Tumbuh 5,3% di 2023, Potensi USD 135 M di Indonesia

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 14 November 2023 Waktu baca 5 menit

Wakil Presiden Ma'ruf Amin kembali membahas kerja sama perdagangan, terutama dalam sektor industri halal, saat menerima Kunjungan Sekretaris Partai Komunis China Komite Provinsi Zhejiang, Yi Lianhong.

 

"Tiongkok tetap menjadi mitra dagang terbesar bagi Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai USD 133,56 miliar pada tahun 2022. Saat bertemu dengan Premier Li Xiang, saya mendorong penguatan kerja sama perdagangan dan industri halal yang memiliki potensi besar di kedua negara," ujar Ma'ruf di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (13/11).

Dia mengungkapkan bahwa potensi industri halal di Indonesia cukup besar seiring dengan pertumbuhan pesat Rantai Nilai Halal (RNV) pada tahun ini.

 

"Rantai Nilai Halal tumbuh pesat sebesar 4,5-5,3% pada tahun 2023, melibatkan makanan dan minuman halal, fesyen muslim, serta pariwisata ramah muslim dengan potensi industri mencapai 135 miliar dolar AS di Indonesia," ungkap Ma'ruf.

Dengan potensi yang signifikan tersebut, Ma'ruf mengajak para pelaku usaha di Zhejiang untuk memanfaatkannya dan secara serius menjajaki produk halal.

 

"Saya ingin mengajak para pelaku usaha di Zhejiang untuk memanfaatkan potensi pasar yang besar ini, terutama dalam sektor makanan dan minuman halal, farmasi halal, kosmetik halal, dan sertifikasi produk halal," ujarnya.

 

Pada kesempatan lain, Duta Besar China untuk Indonesia, Lu Kang, memastikan bahwa pelaku usaha di China, khususnya di Provinsi Zhejiang, sangat tertarik untuk menjalin kerja sama investasi di sektor ekonomi halal.

"Pak Yi memberikan jawaban yang sangat eksplisit terkait hal tersebut kepada Wakil Presiden. Provinsi Zhejiang menunjukkan minat yang besar terhadap investasi dalam sektor ekonomi halal, terutama setelah Wakil Presiden sering mempromosikan kerja sama industri halal selama kunjungan ke China pada bulan September lalu," kata Lu setelah pertemuan.

 

Lu juga menyatakan bahwa China akan terus menindaklanjuti komitmen terhadap investasi halal tersebut. Selain itu, Ma'ruf dan Yi juga mendorong agar lebih banyak investasi dari China masuk ke Indonesia, tidak hanya dalam industri nikel, tetapi juga dalam industri lainnya.

 

"Tentu saja, investasi lainnya akan terus dibahas oleh para investor. Namun, kedua belah pihak melihat prospek yang sangat menjanjikan," tambahnya.

Sumber: Kumparan.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :