Saham News
Saham Bank Tertekan Aksi Jual Asing-Saatnya Waspada atau Justru Peluang?
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 30 December 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Tahun 2025 segera tiba, yang menurut perhitungan astrologi China dikenal sebagai Tahun Ular Kayu. Lantas, bagaimana prediksi kondisi ekonomi Indonesia di tahun mendatang?
Pakar Feng Shui, Suhu Hong Xiang Yi, menyatakan bahwa kondisi Indonesia secara keseluruhan diperkirakan akan tetap stabil, meskipun situasi global diramalkan akan terus dilanda ketidakpastian dan kekacauan.
"Semoga Indonesia tidak terlalu terpengaruh oleh dinamika global. Karena kalau melihat kondisi dunia, masih banyak hal yang tidak pasti dan penuh tantangan," ujarnya kepada detikcom, Sabtu (28/12/2024).
Menurut Suhu Xiang Yi, ekonomi Indonesia diprediksi lebih baik dibanding banyak negara lain. Namun, ketidakpastian global tetap menimbulkan dampak, salah satunya karena kebijakan dari Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump, yang diperkirakan dapat memperburuk situasi internasional.
"Kekacauan di dunia pada 2025 masih berlanjut dan semakin kompleks. Kita bersyukur memiliki presiden baru di Indonesia, tetapi khawatir dengan manuver presiden baru AS, yang pengaruhnya luas," tuturnya.
Suhu Xiang Yi menambahkan, Indonesia akan berada dalam posisi relatif lebih baik selama mampu menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian dunia. Jika dunia stabil, Indonesia berpotensi menikmati pertumbuhan yang signifikan.
Di bidang ekonomi, Indonesia juga dinilai memiliki peluang lebih besar jika dapat memperkuat sektor pertanian dan mencapai swasembada pangan. Sistem pemerintahan yang stabil turut mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.
Selain itu, prospek investasi dan bisnis di beberapa sektor tetap menjanjikan. Suhu Xiang Yi menyebut harga emas akan menunjukkan performa yang kuat pada paruh pertama 2025, meskipun akan cenderung stagnan memasuki paruh kedua tahun depan.
Sektor properti di Indonesia juga diperkirakan tumbuh positif, berbeda dengan tren di sejumlah negara lain yang mengalami penurunan. "Properti di Indonesia masih menjanjikan, walaupun di beberapa negara lain mengalami kemunduran," katanya.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.