Tiga Faktor Penyebab Dolar Menyentuh Rp16.300, Penyebab Ekonomi Indonesia Terpuruk!

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 30 December 2024 Waktu baca 5 menit

Illustrasi

DIGIVESTASI - Jelang akhir tahun, rupiah mengalami tren pelemahan dan sempat menembus level Rp16.300/US$. Bank Indonesia (BI) mengakui bahwa situasi ini cukup menantang bagi mata uang Garuda.

 

"Selama beberapa bulan terakhir, hampir semua mata uang, terutama yang berasal dari negara berkembang, menghadapi tantangan besar," ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Edi Susianto, saat wawancara dengan CNBC Indonesia, yang dikutip pada Minggu (29/12/2024).

 

Tantangan tersebut sebagian besar berasal dari faktor global, di antaranya ketidakpastian ekonomi yang meningkat akibat divergensi perekonomian di Amerika Serikat (AS). Ekonomi AS tercatat menguat, tercermin dari data tenaga kerja dan inflasi.

 

"Ekspektasi pasar terhadap pernyataan The Fed adalah hawkish cut, dengan prediksi semula ada empat kali penurunan suku bunga di 2025, namun kini hanya diperkirakan dua kali," jelas Edi.

 

Selain itu, pemilihan Donald Trump sebagai Presiden AS, meski belum resmi menjabat, juga turut memengaruhi situasi. Trump telah menyampaikan rencananya untuk menaikkan tarif impor dari beberapa negara, yang akan berdampak pada kondisi fiskal AS.

 

Faktor ketiga yang mempengaruhi adalah dinamika geopolitik, dengan situasi di Suriah, Prancis, dan Korea Selatan memberikan dampak pada pergerakan mata uang global, tambah Edi.

 

Namun, faktor domestik juga memberikan pengaruh, termasuk keluarnya aliran modal asing dari pasar saham Indonesia, baik melalui repatriasi dividen maupun pembayaran kewajiban utang dalam valuta asing.

 

Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (27/12/2024), nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan setelah libur Natal selama dua hari. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah tercatat melemah 0,28% menjadi Rp16.230/US$ pada penutupan perdagangan tersebut.

 

Selama hari itu, nilai tukar rupiah berfluktuasi antara Rp16.180/US$ hingga Rp16.255/US$. Dalam periode seminggu terakhir, rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,25%.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.