Berita Terkini
4 Cara Sederhana Mengelola Emosi Saat Berbisnis-Kunci Sukses Pelaku Usaha
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 11 December 2023 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Bank Indonesia (BI) dan Bank of Korea (BOK) sepakat untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi keuangan dan ekonomi (Local Currency Transactions/LCT) mulai tahun 2024.
Perjanjian tersebut ditandatangani di sela-sela acara BI-BOK High Level . Sampai jumpa lagi kemarin Minggu (12 Oktober). Kesepakatan tersebut menyusul penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama penggunaan mata uang lokal antara kedua bank sentral yang disepakati pada Mei 2023.
BI, dalam pernyataannya di Jakarta, menyatakan bahwa sebagai langkah awal implementasi perjanjian tersebut, BI dan BOK sepakat untuk mengembangkan kerangka LCT menjadi pedoman operasional.
Kerangka LCT ini kemudian akan memfasilitasi penyelesaian transaksi pembayaran lintas batas dalam sektor perdagangan. Melalui dukungan tersebut, BI berharap dapat mengurangi risiko dan biaya nilai tukar mata uang asing bagi peserta perdagangan dan pengguna lainnya.
Pasalnya melalui perjanjian ini, bank-bank Indonesia dan Korea bisa langsung mengutip nilai tukar. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo merasa bangga akhirnya dapat mencapai kesepakatan dan inisiatif tersebut dengan BOK.
“Melalui penerapan kerangka kerja sama LCT ini, perdagangan antar negara dapat menggunakan nilai tukar langsung yang disediakan oleh bank ACCD (Designated Cross Currency Dealers), sehingga memberikan pilihan bagi dunia usaha untuk melakukan transaksi komersial dan meningkatkan efisiensi transaksi mata uang. akan meningkatkan stabilitas makro ekonomi.
“Kerja sama ini akan memperkuat kerja sama keuangan bilateral antara Korea dan Indonesia,” ujarnya.
Begitu pula dengan Gubernur Bank of Korea RHEE yang sangat puas dengan kerja sama ini. Selain itu, Korea Selatan memandang Indonesia, dengan wilayah dan jumlah penduduknya yang luas, memainkan peran penting dalam rantai pasokan global untuk sektor-sektor maju seperti baterai dan kendaraan listrik yang menjadi minat Korea Selatan.
Selain itu, tambahnya, minat perusahaan Korea terhadap Indonesia juga terus meningkat.
“Dalam konteks ini, penerapan kerangka LCT yang mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan bilateral diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi melalui peningkatan penguatan perdagangan bilateral dan penggunaan mata uang lokal kedua negara. Katanya
Sumber: cnnindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.