Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 21 March 2025 Waktu baca 5 menit
Sejumlah direksi dan komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melakukan aksi beli saham blue chip bank swasta terbesar di Indonesia ini. Selain karena harga saham BBCA tengah melemah, bank ini juga bersiap membagikan dividen senilai lebih dari Rp30 triliun pada 2025.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (20/3/2025), dua direktur BCA tercatat membeli saham BBCA, yakni Lianawaty Suwono, Direktur Human Capital, serta Frengky Chandra Kusuma, Managing Director BCA.
Lianawaty Suwono kini memiliki 2,8 juta saham BBCA (0,002%), meningkat dari 2,6 juta saham sebelumnya. Aksinya dilakukan dalam dua tahap:
Total investasi Lianawaty pada 18 Maret 2025 mencapai Rp1,99 miliar, dengan tujuan murni sebagai investasi.
Sementara itu, Frengky Chandra Kusuma juga ikut memborong saham BBCA. Ia membeli 291.942 saham di harga Rp8.975 per saham, dengan nilai transaksi Rp2,62 miliar. Selanjutnya, ia kembali membeli 30.000 saham di harga Rp8.450 per saham, dengan total transaksi Rp253,5 juta.
Total investasi Frengky pada tanggal 18 Maret 2025 mencapai Rp2,87 miliar, dan kini kepemilikannya bertambah menjadi 2,43 juta saham (0,002%) dari sebelumnya 2,39 juta saham.
Selain dua direksi tersebut, Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, juga membeli saham BBCA di 18 Maret 2025, dengan total investasi mencapai Rp4,97 miliar dalam lima transaksi berbeda.
BBCA mengumumkan pembagian dividen final tahun buku 2024 sebesar Rp30,81 triliun, atau Rp250 per saham. Sebelumnya, bank ini telah membagikan dividen interim Rp6,16 triliun (Rp50 per saham) pada 11 Desember 2024.
Total dividen BBCA mencapai Rp36,98 triliun (Rp300 per saham), yang setara dengan 67,44% dari laba bersih 2024 sebesar Rp54,83 triliun. Dengan harga saham Rp8.375 per saham pada akhir perdagangan Kamis (20/3/2025), dividend yield BBCA berada di kisaran 2,98%.
Menurut Head of Proprietary Investment Mirae Asset, Handiman Soetoyo, total dividen BBCA berada di bawah ekspektasi pasar. Ia memperkirakan dividen final bisa mencapai Rp311-Rp312 per saham, namun realisasinya lebih rendah.
Selain itu, untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir, dividend payout ratio BBCA turun, yang kemungkinan dilakukan untuk menjaga pertumbuhan dividen dalam jangka panjang.
Ekky Topan, analis dari Infovesta Utama, juga menyebut bahwa dividen BBCA bukan pilihan utama bagi investor pemburu yield, karena masih ada bank lain dengan dividen lebih tinggi.
Namun, ia menegaskan bahwa saham BBCA tetap menarik bagi investor yang mengutamakan capital gain dan keamanan investasi. Ia memproyeksikan saham BBCA akan menguji level Rp9.350, dengan target Rp10.000 jika tren kenaikan berlanjut.
Sumber: kontan.co.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.