Efek MSCI Belum Reda! Pasar Dibayangi Outflow Rp31 Triliun di Akhir Mei

Saham News - Diposting pada 13 May 2026 Waktu baca 5 menit

Pasar saham Indonesia menghadapi potensi gelombang besar arus keluar dana asing setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mencoret enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index dalam peninjauan Mei 2026.

 

Mengacu pada dokumen resmi MSCI, enam emiten yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index meliputi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

 

CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan rebalancing MSCI kali ini berpotensi memicu arus keluar dana pasif hingga mencapai US$1,8 miliar atau sekitar Rp31,49 triliun dengan asumsi kurs Rp17.500 per dolar AS.

 

“Perkiraan kami masih sejalan dengan proyeksi sebelumnya, namun telah disesuaikan berdasarkan harga saham dan nilai tukar terbaru. Kami memproyeksikan adanya arus keluar dana sebesar US$1,8 miliar dari saham-saham yang menjadi konstituen MSCI Indonesia Standard Cap,” tulis CGS dalam risetnya yang dikutip pada Rabu (13/5/2026).

 

CGS menilai saham yang paling berisiko terkena tekanan outflow adalah BREN, DSSA, CUAN, AMMN, dan TPIA.

 

Dampak dari perubahan tersebut diperkirakan membuat bobot Indonesia dalam MSCI Emerging Markets Index turun dari 0,68% menjadi 0,57%.

 

Menurut CGS, tekanan jual terbesar kemungkinan akan terjadi menjelang penutupan perdagangan 29 Mei 2026, bertepatan dengan efektifnya rebalancing MSCI.

 

Meski demikian, CGS berpandangan potensi kejutan negatif tambahan dari MSCI mulai menurun karena pelaku pasar sudah lebih dahulu mengantisipasi perubahan ini sejak MSCI merilis pembaruan data free float pada awal bulan.

 

Sebelumnya, MSCI memang telah menyoroti persoalan High Shareholding Concentration (HSC) atau tingginya konsentrasi kepemilikan saham di sejumlah emiten Indonesia. Isu tersebut menjadi perhatian investor global karena memengaruhi penilaian free float serta tingkat aksesibilitas pasar Indonesia.

 

Di sisi lain, MSCI juga menghapus 13 emiten dari indeks small cap.

Adapun daftar saham yang keluar dari MSCI Global Small Cap Index terdiri atas:

 

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

Seluruh perubahan tersebut dijadwalkan mulai berlaku efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.