Bisnis | Ekonomi
Donald Trump Tak Gentar! Iran Perketat Penutupan Selat Hormuz-Dunia Waspada Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 15 March 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Emas adalah aset yang dikenal tahan terhadap serangan berbagai kondisi perekonomian. Oleh karena itu, selalu populer di kalangan mereka yang mengetahui tentang investasi. Hal ini membuat logam mulia berwarna kuning ini mahal dan istimewa.
Harga emas yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menjadikannya pilihan bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi. Alasan emas menjadi barang istimewa dan mahal dikutip dari situs resmi Logam Mulia ANTAM.
Logam mulia yang sangat langka
Dibandingkan dengan jenis logam lainnya, emas merupakan jenis logam yang sangat langka. Untuk menemukan logam mulia ini, para penambang harus menggali jauh ke dalam tanah. Selain itu penambangan emas juga belum banyak. Hanya 45 negara yang diketahui memiliki tambang emas, dan salah satunya adalah Indonesia. Biaya pengolahan emas juga tidak murah. Oleh karena itu, tak heran jika ketersediaan emas batangan murni masih terbatas dan harganya sangat tinggi.
Mempunyai ketahanan yang luar biasa
Jenis logam lain, seperti perak dan tembaga, menimbulkan korosi dan karat. Seiring berjalannya waktu, harga logam jenis ini akan mengalami penurunan. Tidak seperti logam lainnya, kualitas emas tidak menurun bahkan setelah disimpan bertahun-tahun. Tak heran jika banyak orang yang menganggap emas sebagai komoditas berharga dan tak lekang oleh waktu.
Identik kesan megah
Emas telah digunakan selama ratusan tahun sebagai bahan perhiasan dan properti kerajaan. Oleh karena itu, emas merupakan salah satu jenis “logam mulia”. Selain itu, emas juga merupakan alat tukar paling umum pada saat itu. Bahkan, koin emas masa dinasti diukir dengan kepala raja. Bahkan saat ini, terutama di masa krisis ekonomi, emas tetap menjadi komoditas berharga untuk menjaga nilai aset, sehingga menyebabkan banyak orang mengalihkan sebagian kekayaannya ke emas murni.
Karena persediaan terbatas, tidak dapat mencetak
Untuk mengatasi permasalahan perekonomian, pemerintah seringkali mengambil langkah untuk mencetak lebih banyak uang guna meningkatkan daya beli masyarakat. Namun kebijakan ini dapat menyebabkan inflasi dan mempengaruhi nilai mata uang.
Berbeda dengan uang, emas merupakan sumber daya alam dan tidak dapat dicetak dalam jumlah banyak dan diproduksi secara massal dalam waktu yang bersamaan. Mengolah emas juga memakan waktu dan mahal.
Ketika inflasi terjadi maka harga emas pun meningkat. Tidak mengherankan jika emas menjadi salah satu investasi pilihan selama krisis ekonomi.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.