Intip Deretan Saham Pendulang Cuan dalam Tiga Hari Terakhir 2025

Saham News - Diposting pada 29 December 2025 Waktu baca 5 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 46,87 poin atau turun 0,55 persen ke level 8.537 pada perdagangan Rabu (24/12). Nilai transaksi tercatat mencapai Rp22,29 triliun dengan total volume perdagangan sebanyak 34,18 miliar saham.

 

Dalam satu pekan terakhir, pergerakan IHSG tercatat melemah pada dua hari perdagangan dan hanya menguat pada satu hari lainnya. Kondisi tersebut membuat indeks membukukan pelemahan mingguan sebesar 1,61 persen.

 

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa selama periode 22–24 Desember 2025, pasar saham ditutup dalam tren penurunan.

 

Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami koreksi sebesar 1,17 persen, turun dari Rp15.788 triliun menjadi Rp15.603 triliun. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian merosot 18,44 persen dari 47 miliar saham menjadi 38,34 miliar saham.

 

Tak hanya itu, rata-rata nilai transaksi harian ikut turun signifikan sebesar 30,91 persen, dari Rp34,30 triliun menjadi Rp23,70 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga terkoreksi 2,23 persen, dari 2,80 juta transaksi menjadi 2,74 juta transaksi.

 

Kautsar menambahkan bahwa investor asing pada hari tersebut mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp2,45 triliun. Namun secara kumulatif sepanjang 2025, investor asing masih membukukan penjualan bersih senilai Rp18,36 triliun.

 

Menilik prospek IHSG ke depan, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai pelemahan indeks dalam sepekan terakhir turut disertai arus keluar dana asing (capital outflow) sebesar Rp69 miliar.

 

Ia menjelaskan tekanan pasar dipicu oleh depresiasi nilai tukar rupiah yang mendekati Rp16.755 per dolar AS, serta sikap investor yang cenderung menahan transaksi menjelang libur bursa.

 

Di sisi lain, minat investor terlihat beralih ke aset lindung nilai. Harga emas terus menguat hingga mencapai US$4.500 per troy ounce dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap aset berisiko.

 

Untuk perdagangan Senin (29/12), Oktavianus memproyeksikan IHSG masih bergerak cenderung melemah dengan area support di 8.455 dan resistance di 8.620. Sentimen pasar ke depan diperkirakan masih dipengaruhi oleh pergerakan rupiah, penguatan aset safe haven seperti emas, perak, dan platinum, serta penantian rilis risalah FOMC.

 

Berdasarkan analisis teknikal, ia merekomendasikan saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), yang pekan lalu ditutup menguat 5,58 persen di level 5.675, dengan potensi kenaikan menuju 6.300. Selain itu, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang ditutup di level 1.960 diproyeksikan bergerak menuju 2.080.

 

Sementara itu, Founder Republik Investor, Hendra Wardana, memperkirakan IHSG akan bergerak fluktuatif cenderung konsolidatif pada periode 29–31 Desember 2025. Menurutnya, pola akhir tahun yang diwarnai libur Natal dan Tahun Baru membuat aktivitas perdagangan menurun sehingga indeks sulit membentuk tren kuat.

 

Hendra menilai peluang penguatan masih terbuka, namun terbatas dan lebih bersifat technical rebound. Minimnya katalis mendorong investor bersikap hati-hati dengan strategi sell on strength dan buy on weakness secara selektif.

 

Secara teknikal, IHSG dinilai masih berada dalam fase konsolidasi yang sehat dengan support di kisaran 8.414–8.500 dan resistance di area 8.600–8.650. Selama area support bertahan, risiko koreksi diperkirakan tetap terbatas.

 

Dari sisi perdagangan, rendahnya nilai dan volume transaksi berpotensi meningkatkan volatilitas intraday. Oleh karena itu, strategi agresif dinilai kurang tepat, sementara pendekatan defensif dan selektif lebih disarankan menjelang awal 2026.

 

Hendra merekomendasikan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang ditutup di level 5.050 dengan target 5.200, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang berada di level 3.220 dengan target 3.400, serta PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) yang ditutup di level 380 dan diproyeksikan menguat ke 430.

Sumber: cnnindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.