Edukasi
Fear & Greed Index Global Tertekan Geopolitik: Sinyal Ketakutan atau Peluang di Pasar?
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 13 May 2025 Waktu baca 5 menit
Asia tidak hanya dikenal sebagai kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, namun juga merupakan rumah bagi sejumlah kekuatan militer yang signifikan.
Salah satu indikator utama dalam mengukur kekuatan militer suatu negara adalah jumlah dan jenis jet tempur yang dimiliki. Pesawat tempur memainkan peran vital dalam menjaga kedaulatan negara, melaksanakan serangan strategis, dan mempertahankan kendali di udara.
Berdasarkan informasi dari Global Firepower, Indonesia menduduki peringkat kedelapan di Asia dalam hal kepemilikan jet tempur terbanyak, yakni sebanyak 110 unit. Selain Indonesia, sejumlah negara Asia lainnya memiliki armada jet tempur dalam jumlah besar, mulai dari ratusan hingga ribuan pesawat.
Lalu, negara mana saja yang menjadi pemilik jet tempur terbanyak di kawasan Asia?
| Negara | Jumlah Jet Tempur |
|---|---|
| China | 1.500 unit |
| India | 800 unit |
| Pakistan | 450 unit |
| Korea Selatan | 400 unit |
| Jepang | 350 unit |
| Taiwan | 300 unit |
| Iran | 200 unit |
| Indonesia | 110 unit |
| Thailand | 70 unit |
| Vietnam | 50 unit |
China memiliki kekuatan udara terbesar di Asia dan ketiga terbesar di dunia. Melalui Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF), negara ini terus memperkuat dan memperbarui armadanya dengan jet-jet canggih seperti Chengdu J-20, Shenyang J-16, dan Shenyang J-11. Fokus utama China adalah pada teknologi siluman (stealth) dan peningkatan kemampuan tempur jarak jauh.
Angkatan Udara India (IAF) menjadi kekuatan udara terbesar kedua di Asia. India berinvestasi pada berbagai jenis jet tempur, antara lain Sukhoi Su-30MKI dari Rusia, Dassault Rafale dari Prancis, serta HAL Tejas buatan lokal. Pemerintah India juga berencana memperkuat armadanya melalui pengadaan baru dan modernisasi pesawat yang sudah ada.
Sebagai negara yang berbatasan langsung dengan India, Pakistan mengoperasikan armada udara yang cukup besar. Mereka menggunakan berbagai jenis jet seperti JF-17 Thunder dan Chengdu J-10 dari China, serta F-16 Fighting Falcon buatan AS. Pakistan aktif memperbarui dan menambah jet tempur untuk meningkatkan kekuatan udaranya.
Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) memiliki jet-jet tempur seperti F-15K Slam Eagle, KF-16 (versi lokal dari F-16), dan F-35A Lightning II. Negara ini juga sedang mengembangkan jet tempur generasi baru bernama KF-21 Boramae untuk memperkuat pertahanan udara masa depan.
Jepang memiliki armada udara modern dan terlatih yang dikelola oleh Japan Air Self-Defense Force (JASDF). Pesawat utamanya termasuk Mitsubishi F-2 hasil kolaborasi dengan AS dan F-35A Lightning II. Jepang terus memperkuat militernya untuk menghadapi ancaman regional.
Angkatan Udara Taiwan (ROCAF) mengoperasikan F-16 Fighting Falcon dan F-CK-1 Ching-kuo buatan lokal. Taiwan saat ini juga tengah meningkatkan versi F-16 mereka ke model terbaru, F-16V, guna memperkuat pertahanan nasional.
Iran memiliki sejumlah besar jet tempur, termasuk model lama seperti F-14 Tomcat, MiG-29, dan F-4 Phantom II. Selain itu, Iran juga mengembangkan jet tempur dalam negeri seperti Kowsar untuk memperkuat armadanya.
TNI AU mengoperasikan jet tempur seperti F-16 Fighting Falcon, Sukhoi Su-27, dan Su-30. Indonesia sedang dalam proses penguatan armada melalui pembelian pesawat baru seperti Dassault Rafale dan F-15EX demi meningkatkan kapabilitas pertahanan udara.
Thailand mengandalkan jet tempur F-16 Fighting Falcon dan JAS 39 Gripen. Negara ini juga berusaha memperbarui armadanya dengan pesawat baru untuk meningkatkan kemampuan tempurnya.
Vietnam memiliki jumlah jet tempur yang lebih kecil dibandingkan negara-negara lainnya dalam daftar ini, seperti Sukhoi Su-27 dan Su-30. Meski begitu, Vietnam tetap berupaya memperkuat pertahanannya lewat pengadaan baru dan modernisasi armada yang ada.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.