Daftar 10 Negara dengan Utang IMF Terbesar 2026, Tembus Rp2.700 Triliun

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 04 February 2026 Waktu baca 5 menit

Sejumlah negara masih menanggung kewajiban utang yang signifikan kepada Dana Moneter Internasional (IMF). Berdasarkan data terbaru hingga akhir Januari 2026, posisi pinjaman IMF yang belum dilunasi atau IMF Credit Outstanding tercatat sekitar SDR 119,7 miliar, setara kurang lebih US$165 miliar. Dengan asumsi nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800 per dolar AS, total tersebut setara sekitar Rp2.770 triliun.

 

Argentina tetap menempati posisi teratas sebagai debitur terbesar IMF, dengan total pinjaman sekitar SDR 41,79 miliar atau setara US$57,7 miliar, mendekati Rp970 triliun. Jarak utangnya dengan negara lain masih sangat lebar, mencerminkan tingginya ketergantungan Argentina terhadap pembiayaan IMF dalam beberapa tahun terakhir.

 

Di peringkat kedua terdapat Ukraina dengan total kewajiban sekitar SDR 10,08 miliar atau setara US$13,9 miliar, sekitar Rp234 triliun. Ukraina masih menghadapi konflik berkepanjangan dengan Rusia sejak Februari 2022 yang kini telah memasuki tahun keempat.

 

Selanjutnya, Pakistan dan Ekuador masing-masing memiliki utang di kisaran US$10 miliar dan US$9–10 miliar, sementara Mesir melengkapi lima besar dengan kewajiban sekitar US$8 miliar.

 

Beberapa negara Afrika juga masuk dalam daftar sepuluh besar, seperti Pantai Gading, Kenya, Ghana, dan Angola. Dari Asia, Bangladesh turut tercatat sebagai negara yang masih mengandalkan pembiayaan IMF. Komposisi ini menunjukkan tekanan ekonomi global belum sepenuhnya mereda, dipicu oleh persoalan defisit transaksi berjalan, pelemahan mata uang, serta lonjakan harga pangan dan energi yang masih membebani negara-negara berkembang.

 

Sebagai informasi, Special Drawing Rights (SDR) merupakan aset cadangan internasional yang diterbitkan IMF dan nilainya didasarkan pada keranjang mata uang utama dunia, yakni dolar AS, euro, yuan China, yen Jepang, dan poundsterling Inggris dengan bobot tertentu. Nilai SDR terhadap dolar AS dapat berfluktuasi mengikuti dinamika pasar valuta asing global.

 

IMF berperan menyediakan dukungan pembiayaan bagi negara anggota guna menjaga stabilitas ekonomi, menahan gejolak nilai tukar, serta membantu pelaksanaan reformasi struktural. Bagi banyak negara, fasilitas IMF menjadi penyangga penting saat menghadapi tekanan ekonomi maupun ketidakstabilan pasar keuangan.

 

Dengan total pinjaman yang masih mencapai ratusan miliar dolar AS, keberlanjutan pembayaran utang dan disiplin pengelolaan fiskal menjadi tantangan utama bagi negara-negara peminjam. Sementara bagi IMF, kelancaran pengembalian pinjaman sangat krusial untuk menjaga kredibilitas serta kapasitas lembaga dalam menopang stabilitas sistem keuangan global.
 

Tabel: 10 Negara dengan Utang IMF Terbesar per 30 Januari 2026

No Negara Nominal (SDR) Nominal (US$ miliar) Nominal (Rp triliun)
1 Argentina 41.789.000.000 57,74 970,1
2 Ukraina 10.078.824.173 13,93 233,9
3 Pakistan 7.357.133.341 10,17 170,8
4 Ekuador 7.205.904.176 9,95 167,2
5 Mesir 6.008.065.023 9,30 139,4
6 Pantai Gading 3.625.118.776 5,00 84,1
7 Kenya 2.939.459.067 4,06 68,2
8 Bangladesh 2.886.573.000 3,98 67,0
9 Ghana 2.842.781.000 3,92 66,0
10 Angola 2.498.691.676 3,45 58,0

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.