Purbaya soal IHSG Ambruk: Bukan Krisis Pasar, Ini Penjelasannya

Saham News - Diposting pada 04 February 2026 Waktu baca 5 menit

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan terkait gejolak pasar saham yang terjadi pekan lalu. Ia menilai peristiwa pada Rabu dan Kamis, 28–29 Januari, bukan mencerminkan runtuhnya pasar modal, melainkan bentuk keresahan sementara di kalangan investor. Purbaya menegaskan bahwa selama ia masih menjabat sebagai Menteri Keuangan, pasar diyakini akan kembali menguat.

 

Ia menyebut bahwa tekanan yang terjadi hanyalah kegelisahan sesaat, dan begitu pelaku pasar kembali percaya pada kepemimpinannya di Kementerian Keuangan, pemulihan akan berlangsung kuat sebagaimana terlihat pada perdagangan hari ini. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam ajang Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (3/2/2026).

 

Sebagaimana diketahui, IHSG sebelumnya sempat mengalami penurunan tajam akibat sentimen laporan MSCI serta pengunduran diri Direktur Utama BEI, Wakil Ketua OJK, dan dua pejabat tinggi OJK lainnya. Namun berdasarkan data RTI, IHSG pada Selasa ditutup menguat di level 8.122,59 atau naik 2,52%, setelah sempat dibuka melemah di posisi 7.888,77.

 

Purbaya juga menegaskan kapasitas dirinya sebagai ekonom yang memahami dinamika global dan memiliki kompetensi untuk mengelola perekonomian di tengah kondisi dunia yang penuh ketidakpastian.

 

Terkait kekhawatiran investor atas potensi penurunan status Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market oleh MSCI, Purbaya mengakui perlambatan ekonomi dalam dua tahun terakhir sempat memicu kegelisahan pasar. Ia menyebut titik terendah pertumbuhan ekonomi terjadi sekitar Agustus 2025, yang ditandai dengan meningkatnya aksi protes akibat tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

 

Setelah ditunjuk sebagai Menteri Keuangan dan diminta mengarahkan ulang kebijakan ekonomi, Purbaya menyatakan perekonomian kini bergerak ke jalur yang benar dan menunjukkan percepatan. Namun, trauma masa lalu membuat investor masih memandang pemulihan tersebut sebagai sesuatu yang rapuh.

 

Ia menegaskan pemerintah tengah melakukan pembenahan struktural, termasuk peningkatan transparansi di pasar modal yang sebelumnya disoroti MSCI. Menurutnya, langkah ini bertujuan membersihkan kelemahan pasar, memperkuat kepercayaan investor, serta menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid dengan dukungan likuiditas yang memadai.

 

Di akhir pernyataannya, Purbaya mengajak investor untuk tetap menanamkan modal di Indonesia. Ia menekankan bahwa pemerintah sedang menggerakkan seluruh mesin pertumbuhan—fiskal, moneter, dan sektor swasta—serta serius memperbaiki iklim investasi. Ia optimistis dalam satu tahun ke depan Indonesia akan menjadi destinasi investasi yang jauh lebih menarik, dan investor tidak perlu ragu untuk terus berinvestasi di Tanah Air.

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.