Kalender Ekonomi Pekan Ini: Stimulus Ekonomi, Keputusan MSCI, dan Data Inflasi yang Wajib Dipantau

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 22 June 2026 Waktu baca 5 menit

Perhatian pelaku pasar global pada pekan depan akan terfokus pada sejumlah agenda utama, mulai dari rilis data inflasi PCE Amerika Serikat, penyelenggaraan pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Dalian, China, hingga laporan kinerja keuangan perusahaan produsen chip memori, Micron Technology.

 

Di sisi lain, pasar juga menantikan perkembangan terkait upaya perdamaian di Timur Tengah. Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Swiss masih berlanjut meskipun sejumlah negosiator dilaporkan telah meninggalkan lokasi pembicaraan. Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya kembali ketegangan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran apabila kelompok Hezbollah terus melakukan serangan terhadap Israel.

 

Namun demikian, sumber Bloomberg News yang mengetahui jalannya negosiasi mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai program nuklir Iran serta akses terhadap Selat Hormuz masih terus berlangsung. Perkembangan tersebut mengurangi sebagian optimisme pasar yang sebelumnya meningkat seiring meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

 

Di kawasan Asia, perhatian investor tertuju pada keputusan Loan Prime Rate (LPR) China.

 

Bloomberg Economics memperkirakan suku bunga acuan pinjaman tersebut akan dipertahankan karena pemerintah China masih memperoleh dukungan pertumbuhan dari kuatnya ekspor dan pesatnya perkembangan sektor kecerdasan buatan (AI).

 

Meski demikian, sejumlah indikator menunjukkan bahwa perekonomian China mulai kehilangan momentum. Oleh karena itu, pasar tetap mencermati sinyal kebijakan dari People's Bank of China. Dalam jangka menengah, Bloomberg Economics masih melihat peluang pelonggaran kebijakan moneter, dengan kemungkinan penurunan suku bunga berikutnya terjadi menjelang akhir kuartal III-2026.

 

Masih di Asia, Thailand diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan pada level 1%. Meskipun inflasi masih berada dalam target 1%-3%, negara tersebut menghadapi sejumlah tantangan struktural seperti berkurangnya populasi usia produktif, tingginya utang rumah tangga, dan perlambatan ekonomi China yang berdampak pada sektor pariwisata Thailand.

 

Sementara itu, inflasi Singapura diperkirakan meningkat pada Mei akibat kenaikan biaya energi yang dipicu konflik Iran. Bloomberg Economics memperkirakan inflasi tahunan naik menjadi 1,9% dari sebelumnya 1,8% pada April. Kendati demikian, penguatan dolar Singapura yang menjadi instrumen utama kebijakan moneter negara tersebut membantu menekan tekanan harga.

 

Jepang juga diperkirakan mengalami peningkatan tekanan inflasi. Bloomberg Economics memperkirakan inflasi inti, yang tidak memasukkan komponen makanan segar, naik menjadi 1,7% dari 1,3% pada Mei.

 

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan akan menaikkan suku bunga menjadi 1,25% pada Desember 2026 dari posisi saat ini sebesar 1%, sesuai proyeksi Bloomberg Economics.

 

Indikator inflasi Jepang menunjukkan estimasi Bloomberg Economics untuk CPI Tokyo sebesar 1,8%, konsensus 1,6%, dan sebelumnya 1,4%. CPI Tokyo Inti diperkirakan 1,7%, dibanding konsensus 1,6% dan sebelumnya 1,3%. Sementara CPI Inti Inti diproyeksikan sebesar 1,8%, sama dengan konsensus dan lebih tinggi dari posisi sebelumnya 1,6%.

 

Bagi kawasan regional, data LPR China akan menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur kondisi ekonomi dan permintaan regional, termasuk bagi Indonesia yang menjadikan China sebagai mitra dagang utama.

 

Sementara itu, data inflasi Tokyo yang berpotensi memengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan dapat berdampak terhadap arus modal global dan pasar obligasi negara berkembang, termasuk Indonesia.

 

Selain itu, data inflasi Singapura akan memberikan gambaran mengenai apakah tekanan harga akibat gejolak energi di Timur Tengah mulai mereda atau masih berlanjut di kawasan Asia.

 

Di dalam negeri, pemerintah Indonesia dikabarkan akan meluncurkan paket stimulus ekonomi yang mencakup insentif fiskal, bantuan pangan, dan potongan tarif transportasi.

 

Insentif fiskal tersebut berupa relaksasi Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.

 

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp472,2 miliar dengan target penerima manfaat sebanyak 2,3 juta penumpang. Selain itu, disiapkan pula dana Rp190,5 miliar untuk program diskon tarif transportasi darat dan laut yang ditujukan kepada sekitar 3,07 juta penerima manfaat.

 

Pemerintah juga akan memberikan bantuan kepada kelompok masyarakat menengah bawah. Namun bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), melainkan melalui program magang.

 

Paket stimulus ini diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi selama dua periode penting, yaitu masa libur sekolah Juni–Juli serta periode Natal dan Tahun Baru pada akhir tahun.

 

Agenda penting yang perlu diperhatikan selama sepekan meliputi:

Senin, 22 Juni 2026:
Indonesia dijadwalkan mengumumkan paket stimulus ekonomi semester II-2026. DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Panja Industri AMDK Komisi VII bersama BPOM dan BPKN. China merilis Loan Prime Rate. Zona Euro mengumumkan data kepercayaan konsumen. Argentina merilis tingkat pengangguran. Kanada mengumumkan inflasi. The Fed dan Federal Reserve New York menyelenggarakan konferensi internasional mengenai peran dolar AS hingga 23 Juni. Anggota ECB Martin Kocher berbicara di Wina. Konferensi Day of Industry berlangsung di Berlin. Sidang Umum Organization of American States dimulai di Panama City hingga 24 Juni. Konferensi Tahunan Makroprudensial Bank Sentral Irlandia berlangsung hingga 23 Juni. China International Supply Chain Expo keempat digelar di Beijing hingga 26 Juni.

 

Selasa, 23 Juni 2026:
Indonesia menantikan tinjauan klasifikasi pasar MSCI dan menggelar lelang SUN dengan target indikatif Rp36 triliun. Singapura merilis inflasi. Korea Selatan mengumumkan indeks kepercayaan konsumen. Taiwan merilis data pesanan ekspor dan pengangguran. Argentina mengumumkan PDB. Brasil merilis risalah rapat bank sentral. Data PMI manufaktur diumumkan di Zona Euro, Prancis, Jerman, Inggris, Jepang, India, dan Amerika Serikat. Hong Kong merilis inflasi. Spanyol mengumumkan neraca perdagangan. World Economic Forum Summer Davos berlangsung di Dalian hingga 25 Juni. Barclays-CEPR Monetary Policy Forum digelar di London. Simposium Stabilitas Keuangan Bank Sentral Afrika Selatan dimulai di Pretoria. Pemilihan pendahuluan Kongres AS digelar di Maryland, New York, dan Utah. Pengadilan Banding Sekuritas India mendengarkan gugatan Jane Street. MSCI merilis tinjauan tahunan klasifikasi pasar.

 

Rabu, 24 Juni 2026:
DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum terkait RUU Kawasan Industri. Amerika Serikat merilis data current account dan penjualan rumah baru. Thailand mengumumkan keputusan suku bunga. Taiwan merilis produksi industri. Australia mengumumkan inflasi. Jerman merilis IFO Business Climate. The Fed mengumumkan hasil stress test perbankan Wall Street. Sejumlah pejabat bank sentral dunia menghadiri forum keuangan di Zurich. Reserve Bank of Australia dan Bank of Japan menyampaikan pidato kebijakan. Bank of Canada merilis ringkasan kebijakan moneternya. BOJ menerbitkan Summary of Opinions. Kongres MWC Shanghai dimulai hingga 26 Juni dengan fokus AI, 5G, 6G, dan konektivitas digital. Pertemuan Menteri Pariwisata APEC berlangsung di Makau hingga 28 Juni.

 

Kamis, 25 Juni 2026:
Jepang merilis Leading Index dan pesanan mesin. Australia mengumumkan data pengangguran. Meksiko merilis pengangguran dan keputusan suku bunga. Spanyol mengumumkan PDB. Thailand merilis neraca perdagangan. Amerika Serikat mengumumkan pendapatan pribadi, pengeluaran pribadi, indeks harga PCE, klaim pengangguran mingguan, pesanan barang tahan lama, dan revisi PDB. Pejabat The Fed, ECB, BOJ, dan Bank Sentral Brasil dijadwalkan menyampaikan pandangan kebijakan masing-masing.

 

Jumat, 26 Juni 2026:
Singapura merilis produksi industri. Jepang mengumumkan inflasi Tokyo. Zona Euro merilis ekspektasi inflasi ECB. Meksiko mengumumkan neraca perdagangan. Amerika Serikat merilis indikator ekonomi pendahuluan dan survei sentimen konsumen Universitas Michigan. Wakil Presiden ECB Boris Vuj?i? berbicara di Lisbon. Para menteri energi Uni Eropa bertemu untuk membahas paket jaringan listrik Eropa.

Sumber: bloombergtechnoz.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.