Berita Terkini
Gencatan Senjata AS-Iran Kembali Memanas, Trump Lempar Ancaman usai Serangan Balasan
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 29 June 2026 Waktu baca 5 menit
Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyelesaian restrukturisasi besar-besaran terhadap badan usaha milik negara (BUMN) pada tahun ini. Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi beban anggaran negara yang selama ini ditanggung akibat banyaknya perusahaan pelat merah.
Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah berencana memangkas jumlah BUMN yang beroperasi menjadi sekitar 250 perusahaan. Hingga saat ini, sekitar 200 perusahaan milik negara telah dihentikan operasinya dari total lebih dari 1.000 entitas yang sebelumnya tercatat.
Menurutnya, jumlah BUMN yang terlalu banyak selama ini memicu tingginya biaya operasional dan birokrasi, sementara tidak seluruh perusahaan mampu memberikan keuntungan bagi negara.
"Target akhirnya sekitar 250 perusahaan. Bayangkan, lebih dari 750 akan kita tutup. Itu berarti ada 750 direktur utama, masing-masing dengan empat atau lima direksi, kemudian 750 komisaris yang masing-masing bisa berjumlah sepuluh orang. Bayangkan besarnya biaya operasional dan gaji yang harus dibayar. Semua itu berasal dari uang rakyat. Perusahaan yang tidak menghasilkan laba hanya membebani negara melalui biaya operasional," ujar Prabowo.
Karena itu, ia meminta agar proses restrukturisasi seluruh BUMN dapat diselesaikan pada tahun ini.
"Kita ingin menciptakan sistem yang lebih rasional dan efisien, dan itu sedang kita wujudkan. Saya meminta agar seluruh proses ini selesai tahun ini. Dengan demikian, dalam dua tahun ke depan BUMN akan menjadi lebih efisien, transparan, dan benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat," tegasnya.
Sebelum menyampaikan hal tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya menerima usulan dari kalangan akademisi agar laba BUMN dialokasikan untuk mendukung kegiatan riset dan inovasi. Ia menyatakan setuju terhadap gagasan tersebut, namun mengakui masih terdapat kendala karena tidak semua BUMN saat ini mencatatkan keuntungan.
"Persoalannya, apakah seluruh BUMN sudah memperoleh laba? Sekarang kondisinya mulai membaik," kata Prabowo.
"Dalam satu tahun terakhir mulai terlihat adanya keuntungan. Namun kita semua memahami bagaimana kondisi BUMN selama ini. Saat ini perusahaan-perusahaan tersebut sedang kita benahi dan kita tata kembali agar menjadi lebih baik," tambahnya.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.