Berita Terkini
Gencatan Senjata AS-Iran Kembali Memanas, Trump Lempar Ancaman usai Serangan Balasan
/index.php
Saham News - Diposting pada 29 June 2026 Waktu baca 5 menit
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih akan melanjutkan pelemahannya pada perdagangan Senin (29/6/2026). Tim riset MNC Sekuritas menjelaskan bahwa penurunan IHSG sebesar 1,72% hingga ditutup di level 5.896 pada Jumat (26/6) disertai meningkatnya tekanan jual, sementara pergerakan indeks kembali berada di bawah indikator MA20. Secara mingguan, IHSG telah terkoreksi sebesar 4,55% dan telah mencapai target koreksi minimum yang sebelumnya diproyeksikan oleh MNC Sekuritas. Saat ini, posisi indeks diperkirakan masih berada dalam fase wave (b) dari wave [iv].
MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area support pada kisaran 5.723–5.784. Sementara itu, apabila terjadi penguatan jangka pendek, indeks diperkirakan berpeluang menguji area resistance di rentang 5.912–5.937. Pernyataan tersebut disampaikan dalam laporan riset yang diterbitkan pada Minggu (28/6/2026).
Berdasarkan data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengalami penurunan sebesar 4,55% sepanjang sepekan, dari posisi 6.177,139 menjadi 5.896,134 pada penutupan perdagangan Jumat (26/6/2026). Penurunan tersebut sekaligus membawa indeks kembali berada di bawah level psikologis 6.000. Pelemahan IHSG juga diikuti oleh penyusutan kapitalisasi pasar BEI sebesar 4,51%, dari Rp10.788 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp10.302 triliun.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan bahwa rata-rata frekuensi transaksi harian selama pekan tersebut juga mengalami penurunan sebesar 22,95%, dari 2,24 juta transaksi menjadi 1,73 juta transaksi per hari.
Selain itu, rata-rata volume transaksi harian di BEI turut mengalami penurunan sebesar 26,01%, dari 34,03 miliar lembar saham menjadi 25,18 miliar lembar saham sepanjang pekan ini, sebagaimana disampaikan Kautsar dalam keterangan resminya pada Sabtu (27/6/2026).
Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami penurunan sebesar 29,13%, dari Rp24,80 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp17,58 triliun. Sementara itu, investor membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp537,25 miliar pada perdagangan Jumat (26/6/2026). Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, nilai jual bersih investor telah mencapai Rp71,681 triliun.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.