Saham News
Purbaya ke Investor: Jangan Cemas, Pemerintah Paham Kondisi Pasar
/index.php
Edukasi - Diposting pada 30 June 2025 Waktu baca 5 menit
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) telah melaksanakan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2025.
Dari hasil survei tersebut, tercatat bahwa indeks literasi keuangan mengalami peningkatan menjadi 66,46%, sementara indeks inklusi keuangan naik menjadi 80,51%. Angka ini menunjukkan pertumbuhan positif jika dibandingkan dengan hasil SNLIK sebelumnya, di mana indeks literasi keuangan tercatat sebesar 65,43% dan indeks inklusi keuangan sebesar 75,02%.
Hasil SNLIK tahun 2025 ini dijadikan OJK dan para pemangku kepentingan sebagai salah satu dasar evaluasi terhadap pelaksanaan program-program literasi dan inklusi keuangan, sekaligus menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan strategis di masa mendatang. Dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Komisioner pada awal Juni lalu, OJK menyampaikan bahwa sejak tanggal 1 Januari hingga 23 Mei 2025, mereka telah menggelar lebih dari 2.366 kegiatan edukasi keuangan yang telah menjangkau lebih dari 5,66 juta peserta di seluruh wilayah Indonesia.
Djoko Kurnijanto, selaku Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Digital, dan Kripto di OJK, menegaskan bahwa literasi merupakan salah satu pilar utama yang menjadi fokus lembaganya.
“Inisiatif seperti program Pintu Goes to Campus sangat membantu OJK. Literasi keuangan, khususnya literasi finansial digital, merupakan aspek penting yang perlu terus digalakkan secara konsisten,” ujar Djoko dalam pernyataannya pada Selasa (10 Juni).
Sementara itu, Timothius Martin, Chief Marketing Officer (CMO) dari platform Pintu, menjelaskan bahwa selama lima tahun terakhir pihaknya telah melaksanakan program Pintu Goes to Campus di lebih dari 20 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
“Program Pintu Goes to Campus menjadi sarana pertukaran ide antara mahasiswa, dosen, regulator, serta pelaku industri, dalam upaya bersama mengembangkan ekosistem kripto di Indonesia,” kata Timo — sapaan akrab Timothius.
Menurutnya, investasi paling berharga di usia muda adalah pendidikan, karena menjadi dasar utama sebelum terjun ke dunia investasi yang sesungguhnya. Ia juga menambahkan bahwa kestabilan emosi dan pengelolaan risiko adalah keterampilan penting yang perlu dipahami.
“Jika semua hal tersebut telah dipenuhi, maka saatnya mulai menjelajahi dunia investasi, tentunya dengan memastikan bahwa dana yang digunakan adalah uang dingin, yaitu dana yang memang sudah dialokasikan khusus untuk investasi,” tambah Timo.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.