Sulit Menabung? 10 Tips Finansial Gen Z Ini Bikin Tabungan Cepat Terkumpul!

Edukasi - Diposting pada 12 February 2026 Waktu baca 5 menit

Generasi Z dikenal dengan karakter yang serba cepat, penuh kreativitas, dan sangat dekat dengan perkembangan teknologi digital. Namun, di balik gaya hidup yang dinamis tersebut, terdapat persoalan finansial yang sering mereka alami, yaitu kesulitan untuk menabung secara konsisten karena godaan belanja instan serta kuatnya pengaruh media sosial.

 

Berdasarkan survei McKinsey tahun 2024, lebih dari 60 persen Gen Z di kawasan Asia Tenggara mengungkapkan bahwa mereka mengalami kendala dalam menabung secara rutin akibat kebiasaan pengeluaran impulsif dan tekanan gaya hidup digital. Padahal, memiliki tabungan sejak usia muda bukan hanya berkaitan dengan jumlah uang yang terkumpul, tetapi juga menjadi dasar terciptanya rasa aman serta kebebasan dalam menentukan pilihan hidup.

 

Mengapa tabungan impian menjadi hal yang penting bagi Gen Z? Mengutip dari situs Bank Saqu, di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, mengandalkan pendapatan tetap tanpa memiliki dana cadangan bukanlah keputusan yang bijaksana. Tabungan merupakan fondasi untuk mencapai kebebasan finansial, baik untuk kebutuhan dana darurat, biaya pendidikan, liburan, maupun modal dalam merintis usaha.

 

Dengan memiliki tabungan impian, Gen Z mempunyai pegangan finansial yang membuat setiap keputusan hidup terasa lebih tenang, matang, dan terencana. Lantas, bagaimana cara mewujudkannya di tengah tekanan gaya hidup yang cepat dan serba digital?

 

Berikut sepuluh tips finansial yang cerdas dan aplikatif untuk Gen Z. Pertama, tetapkan tujuan yang spesifik. Jangan sekadar menuliskan “ingin menabung”, tetapi buat target yang jelas, misalnya mengumpulkan Rp20 juta dalam waktu 10 bulan untuk membeli laptop. Tujuan yang rinci membantu meningkatkan fokus dan komitmen.

 

Kedua, terapkan prinsip SMART, yaitu Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound, agar target menabung lebih terarah dan mudah dipantau perkembangannya serta disesuaikan strateginya bila diperlukan.

 

Ketiga, pahami arus kas pribadi dengan mengetahui secara detail jumlah pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Menggunakan aplikasi pencatat keuangan dapat membantu mengidentifikasi pengeluaran kecil yang sebenarnya dapat dialihkan menjadi tabungan.

 

Keempat, pisahkan rekening untuk kebutuhan harian dan tabungan. Mencampurkan keduanya sering kali membuat dana tabungan terpakai tanpa disadari. Dengan memiliki rekening khusus, tabungan akan lebih terlindungi dari godaan konsumtif.

 

Kelima, manfaatkan fitur otomatis pada bank digital, seperti autodebet atau pengaturan target tabungan. Sistem otomatis ini membantu menjaga konsistensi tanpa harus terus-menerus mengingatkan diri untuk menabung.

 

Keenam, mulai dari jumlah kecil namun dilakukan secara konsisten. Tidak perlu langsung dalam nominal besar, karena menabung Rp100 ribu setiap minggu secara rutin dapat berkembang menjadi jutaan rupiah dalam satu tahun.

 

Ketujuh, kurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting dengan mengevaluasi gaya hidup, mulai dari langganan aplikasi hingga kebiasaan membeli kopi. Penghematan kecil yang dilakukan terus-menerus akan memberikan dampak signifikan dalam jangka panjang.

 

Kedelapan, cari sumber penghasilan tambahan seperti bekerja lepas, membuat konten, atau berjualan secara online. Dari penghasilan tambahan tersebut, sisihkan setidaknya 30 persen untuk langsung dimasukkan ke tabungan.

 

Kesembilan, tingkatkan literasi keuangan dengan membaca artikel finansial, menonton konten edukatif, atau mengikuti seminar daring agar mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijaksana. Menurut Empower, pengetahuan merupakan aset terbaik untuk menjaga agar tabungan terus berkembang.

 

Kesepuluh, hindari utang konsumtif. Gunakan fasilitas kredit atau paylater dengan penuh pertimbangan. Utang untuk tujuan produktif masih dapat dipertimbangkan, tetapi utang yang bersifat konsumtif berpotensi mengurangi tabungan dan mengganggu kestabilan finansial.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :