Teknologi Terkini
Waymo Akui Robotaxi Ternyata Dikendalikan Manusia di Filipina, Ini Faktanya
/index.php
Saham News - Diposting pada 12 February 2026 Waktu baca 5 menit
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam tiga hari terakhir ditutup di zona positif, sementara saham-saham konglomerat mulai kembali dikoleksi oleh investor asing. Pada penutupan perdagangan Rabu (11/2/2026), IHSG berakhir di level 8.290,97. Dalam satu hari indeks menguat 1,96%, sekaligus memperpanjang tren kenaikan selama tiga sesi berturut-turut.
Aktivitas perdagangan kemarin tergolong ramai dengan total nilai transaksi mencapai Rp29,80 triliun, melibatkan 62,06 miliar lembar saham dalam 3,40 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar juga terdorong naik hingga mencapai Rp15.094 triliun.
Berdasarkan data Refinitiv, hampir seluruh sektor berada di wilayah hijau. Sektor infrastruktur memimpin penguatan dengan kenaikan 4,37%, disusul sektor energi 3,85%, barang baku 3,81%, serta konsumer non-primer 3,79%.
Saham-saham konglomerat kembali menjadi motor penggerak utama indeks. Tiga dari empat emiten teratas yang menyumbang kenaikan IHSG merupakan perusahaan milik Prajogo Pangestu, yakni Barito Pacific (BRPT) dengan kontribusi 14,34 poin indeks, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) sebesar 11,46 poin indeks, serta Barito Renewables Energy (BREN) sebesar 11,1 poin indeks.
Di balik kembali ramainya akumulasi saham konglomerat, terdapat peran investor asing, meskipun di pasar reguler kemarin tercatat aksi jual bersih sekitar Rp300 miliar.
Menariknya, investor asing justru kembali mengoleksi saham-saham konglomerat. Dari 20 saham teratas yang paling banyak diakumulasi asing, sebanyak 14 di antaranya merupakan saham konglomerasi.
Daftar teratas masih didominasi oleh emiten dari grup Prajogo Pangestu, kemudian saham milik Garibaldi “Boy” Thohir, serta saham grup Bakrie yang berkolaborasi dengan grup Salim, sebagaimana terlihat dalam tabel berikut (data per 11 Februari 2026):
20 Saham dengan Akumulasi Asing Terbesar:
BBRI – Rp166,60 miliar (BUMN)
PTRO – Rp148,80 miliar (Prajogo Pangestu)
TLKM – Rp141,70 miliar (BUMN)
ANTM – Rp120,40 miliar (BUMN)
INCO – Rp91,10 miliar (MIND ID, BUMN)
BREN – Rp74,00 miliar (Prajogo Pangestu)
CUAN – Rp71,00 miliar (Prajogo Pangestu)
ADRO – Rp69,10 miliar (Boy Thohir)
AADI – Rp66,60 miliar (Boy Thohir)
BBTN – Rp62,60 miliar (BUMN)
EMAS – Rp59,20 miliar (Boy Thohir)
UNTR – Rp55,80 miliar (Astra)
MDKA – Rp43,60 miliar (Boy Thohir)
ISAT – Rp38,00 miliar (Boy Thohir)
BRMS – Rp30,40 miliar (Bakrie x Salim)
AMMN – Rp29,50 miliar (Salim)
EXCL – Rp26,20 miliar (Axiata x Sinarmas)
MAPI – Rp21,70 miliar (MAP Group)
ARCI – Rp20,00 miliar (Peter Sondakh)
PGAS – Rp18,20 miliar (BUMN)
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.