IHSG Terancam Turun! Investor Cemas Konflik Geopolitik Berkepanjangan

Saham News - Diposting pada 16 March 2026 Waktu baca 5 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan mengalami pelemahan pada perdagangan Senin (16/3). Pada Jumat (13/3), IHSG tercatat melanjutkan koreksi dengan penurunan sebesar 3,05 persen ke level 7.137.

 

Analis MNC Sekuritas memperkirakan bahwa posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam atau wave (2) pada label merah.

 

“Hal ini menunjukkan adanya kemungkinan IHSG masih akan meneruskan fase koreksi menuju kisaran 6.991–7.140. Sementara itu, area penguatan terdekat berada pada level 7.241–7.308,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Senin (16/3).

 

Analis MNC Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham yang layak dicermati selama perdagangan Senin (16/3), yaitu ADMR, DSNG, PTRO, dan TAPG.

 

Dari sisi fundamental, analis Phintraco menilai kekhawatiran investor semakin meningkat bahwa konflik yang berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran dapat membuat harga minyak mentah tetap tinggi lebih lama dari yang diperkirakan. Situasi tersebut dinilai berpotensi mendorong kenaikan inflasi sekaligus memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 

Pilihan untuk memperluas batas defisit APBN di atas 3 persen saat ini masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah sedang terus melakukan perhitungan terhadap dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap kondisi fiskal negara.

 

Apabila opsi pelebaran defisit di atas 3 persen benar-benar diambil, pemerintah akan terlebih dahulu mempertimbangkan berbagai konsekuensi terhadap kondisi fiskal.

 

Sentimen negatif lain datang dari kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang meluncurkan investigasi baru terhadap 60 negara. Penyelidikan ini bertujuan untuk menilai apakah negara-negara tersebut gagal membatasi impor barang yang diproduksi menggunakan tenaga kerja paksa.

 

“Pasal 301 memberikan kewenangan kepada pemerintah Amerika Serikat untuk mengenakan tarif kepada negara yang terbukti menjalankan praktik perdagangan tidak adil tanpa memerlukan persetujuan tambahan dari Kongres,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (16/3).

 

Investigasi tersebut menyusul penyelidikan yang diumumkan pada Rabu (11/3) yang menargetkan persoalan kelebihan kapasitas industri di 16 negara, termasuk China, Australia, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Swiss, dan Thailand.

 

Di sisi lain, Amerika Serikat untuk sementara memberikan izin pembelian minyak mentah Rusia yang sudah berada di laut dengan tujuan membantu menstabilkan harga minyak global.

 

Diperkirakan terdapat sekitar 124 juta barel minyak Rusia yang sedang berada dalam perjalanan di laut di sekitar 30 lokasi di berbagai wilayah dunia per 12 Maret 2026. Jumlah tersebut setara dengan pasokan minyak global selama sekitar lima hingga enam hari.

 

“Secara teknikal, IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan koreksi dengan menguji level psikologis di angka 7.000,” tulis analis Phintraco Sekuritas.

 

Beberapa saham yang dapat diperhatikan selama pekan ini antara lain PTBA, JPFA, CPIN, ULTJ, LSIP, dan ADMR.

 

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya berada pada pertimbangan serta keputusan pembaca. Informasi ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, ataupun menjual produk investasi tertentu.

Sumber: kumparan.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.