Laba FORE Melejit 4.900% di 2024, Tapi Masih Belum Bagi Dividen

Saham News - Diposting pada 29 June 2025 Waktu baca 5 menit

ILLUSTRASI

PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) memutuskan untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2024, meskipun perusahaan mencatatkan lonjakan laba sebesar 4.900% sepanjang tahun tersebut menjadi Rp58,2 miliar.

 

Direktur Strategi dan Pengembangan Korporat FORE, Mohammad Fahmi, menyampaikan bahwa perusahaan saat ini tengah berfokus memperkuat posisi ekuitas sebelum memutuskan pembagian dividen kepada para pemegang saham.

 

“Kami sedang dalam proses memperkuat ekuitas perusahaan, dan juga berupaya memperbaiki saldo laba ditahan. Hal ini dikarenakan terdapat peraturan yang mensyaratkan pencapaian tertentu hingga periode tertentu. Jadi, kami harus mencapai target tersebut terlebih dahulu sebelum bisa membagikan dividen,” kata Fahmi kepada media, dikutip pada Minggu (29/6/2025).

 

Di sisi lain, Investor Relation FORE, Robertus Hardy, menyatakan bahwa manajemen menilai ekuitas FORE pada tahun buku 2024 masih belum cukup solid untuk mendukung pembagian dividen.

 

“Walaupun laba bersih pada tahun 2024 sudah positif, namun seluruhnya tetap harus digunakan untuk menambah saldo laba ditahan. Jika ke depannya sudah cukup kuat, maka kami juga akan mulai mempersiapkan cadangan wajib,” ujar Robertus.

 

Mengacu pada laporan keuangan tahun 2024, FORE mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 4.750% menjadi Rp58,2 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp1,1 miliar pada 2023. Dari sisi pendapatan kotor, penjualan FORE meningkat 115% menjadi Rp482,1 miliar sepanjang 2024, dari sebelumnya Rp1,03 triliun.

 

Penjualan total FORE pada tahun 2024 mayoritas berasal dari penjualan minuman yang mencapai Rp1,1 triliun, dengan kontribusi dari segmen penjualan makanan sebesar Rp109,1 miliar, dan penjualan lainnya sebesar Rp4,69 miliar. Sementara itu, diskon penjualan dan potongan lainnya tercatat sebesar Rp175,4 miliar.

 

Biaya pokok penjualan FORE juga mengalami peningkatan sebesar 124,4% secara tahunan menjadi Rp403,7 miliar, dari sebelumnya Rp179,8 miliar. Rinciannya terdiri dari biaya persediaan makanan dan minuman sebesar Rp343 miliar, serta biaya langsung dan tidak langsung sebesar Rp60,7 miliar.

 

Seiring meningkatnya laba, total aset FORE turut naik sebesar 88,7% hingga akhir Desember 2024 menjadi Rp640,7 miliar dibandingkan akhir 2023 sebesar Rp339,4 miliar.

 

Total liabilitas FORE pun meningkat pada tahun 2024 menjadi Rp387,6 miliar, terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp273,3 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp114,3 miliar. Sementara itu, ekuitas perusahaan meningkat secara tahunan menjadi Rp253,1 miliar dari Rp77,4 miliar pada akhir 2023.

Sumber: bloombergtechnoz.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.