Teknologi Terkini
Apple Telat 8 Tahun? HP Lipat Pertama Ternyata Lahir dari China
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 12 September 2026 Waktu baca 5 menit
Presiden Prabowo Subianto berada di antara sejumlah pemimpin paling berpengaruh di BRICS ketika KTT ke-18 kelompok tersebut dimulai di New Delhi, India, Sabtu, 12 September 2026.
Di sela rangkaian sebelum sesi resmi, Prabowo terlihat berinteraksi dalam suasana informal bersama Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden China Xi Jinping.
Momen tersebut menarik perhatian karena mempertemukan pemimpin Indonesia dengan tiga negara pendiri BRICS dalam satu ruang diplomasi.
Namun, interaksi informal seperti ini sebaiknya tidak langsung diterjemahkan sebagai lahirnya kesepakatan baru.
Nilainya justru berada pada akses komunikasi yang terbuka ketika Indonesia sedang memperluas perannya di BRICS.
Kehadiran Prabowo kali ini mempunyai konteks berbeda dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS pada 1 Januari 2025.
Pada 2026, KTT ke-18 diselenggarakan India pada 12–13 September di Bharat Mandapam, New Delhi, dengan tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability.”
Artinya, Indonesia tidak hadir sekadar sebagai undangan atau negara mitra.
Prabowo duduk dalam forum sebagai kepala negara salah satu anggota penuh kelompok tersebut.
Saat tiba di lokasi KTT pada Sabtu, Prabowo disambut langsung oleh Narendra Modi.
Keduanya berjabat tangan, melakukan salam namaste, dan berfoto bersama sebelum Presiden Indonesia memasuki area utama forum.
Modi menjadi figur sentral pada KTT tahun ini karena India memegang keketuaan BRICS sepanjang 2026.
Sebagai tuan rumah, New Delhi menggunakan forum tersebut untuk mendorong reformasi tata kelola global, kerja sama ekonomi, inovasi, hingga penguatan peran Global South.
Vladimir Putin dan Xi Jinping hadir langsung dalam pertemuan di New Delhi.
Kehadiran keduanya menjadi salah satu sorotan terbesar KTT tahun ini.
Putin datang di tengah hubungan ekonomi dan politik Rusia yang semakin diarahkan ke negara-negara non-Barat, termasuk India dan anggota BRICS lainnya.
Sementara bagi Xi, kunjungan ke India mempunyai bobot tersendiri karena merupakan kunjungan pertamanya ke negara tersebut dalam sekitar tujuh tahun.
Xi dan Modi bahkan menggelar pembicaraan bilateral di sela KTT untuk membahas hubungan India-China, termasuk konektivitas bisnis dan upaya memperbaiki hubungan kedua negara setelah ketegangan perbatasan beberapa tahun terakhir.
Dalam materi yang beredar dari delegasi Indonesia, Prabowo terlihat berada bersama Putin sebelum Modi dan Xi ikut bergabung dalam percakapan.
Secara visual, suasananya informal—berbeda dari pertemuan bilateral dengan meja perundingan, delegasi lengkap, dan pernyataan resmi.
Momen seperti ini tetap mempunyai fungsi dalam diplomasi.
Pertemuan multilateral memberi pemimpin kesempatan bertukar pandangan singkat, membuka pembicaraan, menjaga komunikasi personal atau mempersiapkan diskusi yang lebih formal.
Namun, kedekatan visual bukan bukti otomatis bahwa keempat pemimpin mempunyai posisi politik yang sama.
India dan China, misalnya, masih mempunyai perselisihan strategis meskipun hubungan mereka mulai membaik.
Bagi Indonesia, India, Rusia, dan China sama-sama mempunyai bobot ekonomi dan geopolitik besar, tetapi bentuk hubungannya berbeda.
Indonesia mempunyai hubungan ekonomi yang luas dengan China.
Dengan India, kerja sama mencakup perdagangan, investasi, industri, energi dan hubungan kawasan Indo-Pasifik.
Sementara hubungan Indonesia-Rusia terus diperkuat melalui perdagangan, energi, teknologi, industri dan forum multilateral.
Pada 3 September lalu, Prabowo bahkan baru bertemu Putin di Vladivostok.
Dalam pertemuan tersebut, Putin menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra kunci Rusia di Asia-Pasifik.
Momen di New Delhi juga bukan pertemuan pertama Prabowo dan Putin.
Kedua pemimpin telah meningkatkan intensitas komunikasi dalam beberapa waktu terakhir.
Pada April 2026, keduanya menggelar pertemuan panjang di Moskow yang membahas kerja sama energi, industri, investasi, pendidikan, riset dan teknologi.
Mereka kemudian kembali bertemu di Vladivostok pada 3 September.
Indonesia dan Rusia juga telah meningkatkan hubungan menuju kemitraan strategis, dengan energi menjadi salah satu bidang yang terus dibahas.
Artinya, percakapan Prabowo-Putin di BRICS berlangsung di atas hubungan bilateral yang memang sedang semakin aktif.
China merupakan pemain kunci lain bagi Indonesia.
Hubungan ekonomi kedua negara mencakup perdagangan, investasi, manufaktur, hilirisasi dan infrastruktur.
Karena itu, kesempatan berkomunikasi langsung dengan Xi mempunyai nilai tersendiri bagi diplomasi Indonesia.
Namun, interaksi singkat di KTT kali ini belum diumumkan sebagai pertemuan bilateral resmi Prabowo-Xi dengan agenda atau kesepakatan tertentu.
Penting membedakan akses kepada pemimpin dengan hasil diplomasi konkret.
Yang pertama terlihat dari pertemuan informal.
Yang kedua baru dapat diukur dari kesepakatan, investasi, perdagangan atau kebijakan yang diumumkan kemudian.
BRICS tidak lagi hanya berisi Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan.
Kelompok tersebut telah berkembang dengan masuknya negara-negara baru, termasuk Indonesia, Mesir, Ethiopia, Iran dan Uni Emirat Arab.
Pemerintah Indonesia mencatat kelompok ini kini mencakup bagian sangat besar dari populasi serta ekonomi dunia.
Ekspansi tersebut membuat BRICS semakin beragam.
Anggotanya mempunyai kepentingan ekonomi, keamanan dan politik yang tidak selalu identik.
Karena itu, keberhasilan BRICS tidak hanya ditentukan oleh foto bersama para pemimpin, tetapi kemampuan menemukan kepentingan bersama meskipun terdapat perbedaan.
Agenda resmi 2026 dibagi menjadi dua sesi utama.
Pertama, sesi tertutup khusus negara anggota dengan tema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism.”
Kedua, sesi terbuka bersama negara mitra dengan tema “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth.”
Topik yang dibahas mencakup reformasi tata kelola global, perdagangan dan investasi, teknologi, ketahanan pangan dan energi, kesehatan, serta rantai pasok.
Prabowo dijadwalkan menyampaikan pandangan Indonesia dalam kedua sesi tersebut.
KTT tahun ini berlangsung dalam situasi geopolitik yang berat.
Perang Rusia-Ukraina belum selesai.
Konflik di Timur Tengah juga menjadi salah satu topik utama setelah eskalasi yang melibatkan Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap energi dan perdagangan global.
Deklarasi New Delhi menyatakan komitmen BRICS terhadap penyelesaian sengketa secara damai, multilateralisme dan reformasi tata kelola internasional.
Xi juga menyerukan BRICS memainkan peran lebih besar dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah.
Situasi tersebut membuat interaksi informal antar pemimpin memiliki latar yang jauh lebih kompleks daripada sekadar foto keakraban.
Dalam hubungan internasional, komunikasi personal dapat membantu membangun kepercayaan.
Pemimpin yang memiliki akses langsung satu sama lain dapat lebih mudah mengangkat persoalan sensitif, mempercepat komunikasi atau membuka ruang negosiasi.
Tetapi hubungan personal tetap harus diterjemahkan ke kebijakan.
Bagi Indonesia, ukuran keberhasilan diplomasi bukan seberapa hangat percakapan Prabowo dengan pemimpin lain, melainkan apakah akses tersebut menghasilkan kepentingan konkret bagi Indonesia.
Misalnya perdagangan yang lebih luas, investasi yang terealisasi, akses pasar, keamanan energi atau pengaruh yang lebih besar dalam proses pengambilan keputusan global.
Keanggotaan BRICS juga menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk memperluas hubungan internasional tanpa menggantungkan diri pada satu kelompok kekuatan.
Pemerintah menempatkan BRICS sebagai salah satu platform untuk memperkuat kerja sama negara berkembang dan memperjuangkan tatanan ekonomi global yang lebih inklusif.
Prabowo sendiri sebelumnya menekankan politik luar negeri Indonesia yang independen dan non-blok serta hubungan yang terbuka dengan berbagai negara.
Karena itu, keakraban dengan Modi, Putin dan Xi lebih tepat dibaca sebagai bagian dari upaya menjaga akses Indonesia kepada berbagai pusat kekuatan dunia.
Foto empat pemimpin memang mempunyai daya tarik.
Tetapi bagi Indonesia, pertanyaan berikutnya jauh lebih penting.
Apakah BRICS dapat membantu memperbesar perdagangan?
Apakah Indonesia mendapat akses pembiayaan pembangunan yang lebih luas?
Apakah kerja sama energi dan pangan menjadi lebih aman?
Dan apakah posisi Indonesia dalam reformasi tata kelola global menjadi lebih kuat?
Itulah indikator yang menentukan apakah diplomasi informal akhirnya menghasilkan nilai ekonomi dan strategis.
Presiden Prabowo Subianto tampil dalam suasana akrab bersama Narendra Modi, Vladimir Putin dan Xi Jinping di sela pembukaan KTT ke-18 BRICS di New Delhi pada 12 September 2026.
Momen itu memperlihatkan akses komunikasi Indonesia kepada tiga kekuatan utama dalam BRICS.
Namun, interaksi singkat tersebut bukan pertemuan bilateral formal empat negara dan belum disertai pengumuman kesepakatan baru.
Nilai utamanya berada pada simbol dan akses diplomatik.
Sebagai anggota penuh BRICS, Indonesia kini berada langsung di meja yang sama ketika negara-negara besar membahas perdagangan, energi, teknologi, reformasi tata kelola global dan berbagai konflik yang memengaruhi ekonomi dunia.
Bagi Indonesia, tantangan berikutnya adalah mengubah akses tersebut menjadi hasil konkret.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.