Saham News
Chandra Asri Siapkan 2 Manuver Besar 2027, dari Pabrik US$800 Juta hingga Otomotif
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 12 September 2026 Waktu baca 5 menit
Apple akhirnya resmi masuk ke pasar smartphone lipat.
Pada 9 September 2026, perusahaan asal Cupertino itu memperkenalkan iPhone Duo, iPhone lipat pertamanya dengan layar bagian dalam berukuran 7,6 inci dan layar luar 5,4 inci.
Harganya dimulai dari US$1.999.
Namun, Apple bukan pionir di kategori ini.
Jauh sebelum iPhone Duo muncul, perusahaan teknologi asal China bernama Royole telah membawa smartphone lipat komersial ke pasar pada 2018.
Selisih waktunya hampir delapan tahun.
Ketika berbicara mengenai smartphone lipat, banyak orang mungkin langsung teringat Samsung Galaxy Fold.
Padahal, perusahaan pertama yang berhasil membawa konsep tersebut menjadi produk komersial adalah Royole.
Perusahaan yang bergerak di teknologi layar fleksibel itu memperkenalkan FlexPai pada 31 Oktober 2018 di Beijing.
Perangkat tersebut mempunyai layar fleksibel 7,8 inci yang dapat dilipat keluar dan berfungsi sebagai kombinasi smartphone serta tablet.
Reuters juga menempatkan FlexPai sebagai titik awal perjalanan komersial smartphone lipat modern sebelum produsen besar lain mengikuti.
Menjadi yang pertama bukan berarti produknya langsung matang.
FlexPai mendapat perhatian besar karena mampu mendemonstrasikan bahwa layar smartphone fleksibel benar-benar dapat diproduksi menjadi perangkat komersial.
Tetapi perangkat generasi pertamanya juga mendapat banyak kritik.
Desainnya tebal ketika dilipat, pengalaman perangkat lunaknya belum matang, dan mekanisme lipatnya belum sehalus produk foldable generasi baru.
FlexPai memiliki bobot sekitar 320 gram dan ketika dilipat masih relatif lebar dibanding smartphone konvensional pada zamannya.
Dengan kata lain, Royole memenangkan perlombaan menjadi yang pertama, tetapi belum tentu memenangkan perlombaan membuat foldable paling nyaman digunakan.
Setahun kemudian, Samsung masuk dengan Galaxy Fold.
Samsung mengumumkan perangkat tersebut pada 2019 dengan layar utama Dynamic AMOLED 7,3 inci dan harga awal US$1.980 di Amerika Serikat.
Peluncuran Galaxy Fold juga tidak sepenuhnya mulus.
Generasi awal menghadapi persoalan daya tahan layar dan desain engsel yang membuat Samsung harus melakukan perbaikan sebelum penjualan lebih luas.
Namun, Samsung terus mempertahankan kategori foldable dan mengembangkan perangkatnya hingga beberapa generasi.
Strategi konsisten tersebut akhirnya membuat nama Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip menjadi identik dengan smartphone lipat bagi banyak konsumen.
China tidak hanya diwakili Royole.
Huawei memperkenalkan Mate X pada 2019, menghadirkan pendekatan layar lipat keluar yang berbeda dari Samsung.
Seiring waktu, Huawei terus mengembangkan teknologi foldable dan menjadi salah satu pesaing utama Samsung, terutama di pasar China.
Kompetisi tersebut memperlihatkan bahwa desain smartphone lipat tidak berkembang menuju satu bentuk saja.
Produsen bereksperimen dengan layar yang dilipat ke dalam, keluar, model clamshell hingga perangkat dengan lebih dari satu engsel.
Motorola memilih pendekatan berbeda.
Alih-alih membuat smartphone yang berubah menjadi tablet, perusahaan tersebut menghidupkan kembali nama Razr dalam bentuk smartphone layar sentuh yang bisa dilipat menjadi lebih kecil.
Konsep clamshell tersebut kemudian menjadi salah satu format paling populer di pasar foldable.
Samsung mengembangkan Galaxy Z Flip dengan pendekatan serupa.
Ini menunjukkan bahwa pasar foldable akhirnya berkembang menjadi setidaknya dua kategori besar: book-style yang membuka menjadi layar besar dan clamshell yang mengutamakan portabilitas.
Pada 2020, Microsoft merilis Surface Duo.
Perangkat tersebut memang dapat dilipat, tetapi secara teknis tidak menggunakan satu layar OLED fleksibel seperti Galaxy Fold atau FlexPai.
Surface Duo menggunakan dua layar 5,6 inci terpisah yang disambungkan melalui engsel 360 derajat.
Ketika dibuka, kedua layar menyediakan area kerja sekitar 8,1 inci.
Karena itu, Surface Duo lebih tepat disebut perangkat dual-screen foldable daripada smartphone dengan satu layar fleksibel.
Perbedaan tersebut penting ketika membahas sejarah teknologi foldable.
Alphabet melalui Google baru masuk ke pasar smartphone lipat dengan Pixel Fold pada 2023.
Saat itu kategori foldable sudah jauh lebih matang dibanding masa FlexPai.
Samsung telah melalui beberapa generasi produk.
Huawei terus mengembangkan lini lipatnya.
Produsen China seperti Oppo, Honor dan Xiaomi juga mulai menjadi pemain penting.
Apple, sementara itu, masih memilih bertahan dengan desain iPhone konvensional.
Pada 2024, Huawei kembali menarik perhatian dengan Mate XT.
Alih-alih hanya mempunyai satu engsel, perangkat tersebut menggunakan desain tri-fold yang dapat membuka tiga bagian layar menjadi bidang jauh lebih besar.
Mate XT dijual di China dengan harga sekitar US$2.800 ketika pertama kali diluncurkan.
Langkah itu memperlihatkan bagaimana produsen China tidak lagi sekadar mengikuti tren foldable.
Mereka mulai bereksperimen dengan bentuk yang bahkan lebih kompleks.
Samsung kemudian memperkenalkan Galaxy Z TriFold pada Desember 2025.
Perangkat tersebut memiliki tiga panel dan dapat dibuka menjadi layar sekitar 10 inci.
Harga peluncurannya di Korea Selatan sekitar US$2.440.
Reuters mencatat Samsung menempatkannya lebih sebagai perangkat untuk menunjukkan kemampuan teknologi dibanding produk mass-market.
Dengan hadirnya perangkat tri-fold dari Huawei dan Samsung, teknologi smartphone lipat sudah memasuki generasi yang jauh lebih matang sebelum Apple akhirnya bergabung.
Apple memperkenalkan iPhone Duo pada 9 September 2026.
Perangkat tersebut mempunyai layar luar Super Retina XDR 5,4 inci.
Ketika dibuka, pengguna memperoleh layar dalam 7,6 inci.
Apple mengatakan kedua layar menggunakan aspect ratio yang sama sehingga konten dapat berpindah secara lebih konsisten ketika perangkat dibuka atau ditutup.
Apple juga menggunakan engsel presisi, bodi berbahan titanium dan chip A20 Pro.
Harga awalnya US$1.999.
Tetapi perangkat tersebut belum langsung tersedia setelah diumumkan.
Pre-order dimulai pada 16 Oktober dan penjualan dimulai 23 Oktober 2026 di lebih dari 70 negara dan wilayah.
Secara waktu, iya.
Royole membawa FlexPai ke pasar pada akhir 2018.
Apple baru memperkenalkan iPhone lipat pertamanya pada September 2026.
Selisihnya hampir delapan tahun.
Tetapi kata “telat” membutuhkan konteks.
Apple mempunyai sejarah memasuki sebuah kategori setelah perusahaan lain lebih dulu bereksperimen.
Perusahaan kemudian mencoba masuk ketika teknologi, rantai pasok dan perilaku konsumen dianggap lebih matang.
Karena itu, terlambat secara kronologis belum tentu berarti terlambat secara bisnis.
Delapan tahun pengembangan foldable telah menghasilkan banyak pelajaran.
Industri sudah berhadapan dengan persoalan crease pada layar.
Engsel telah melalui beberapa generasi.
Produsen belajar mengurangi ketebalan dan bobot.
Software kini lebih mampu memanfaatkan layar besar.
Panel fleksibel juga semakin matang.
Apple dapat memanfaatkan perkembangan tersebut tanpa harus menanggung seluruh biaya eksperimen pada generasi paling awal.
Inilah yang sering disebut sebagai second-mover advantage.
Reuters mencatat strategi Apple berpotensi menguntungkan karena perusahaan masuk setelah kompetitor menghabiskan bertahun-tahun mengatasi persoalan daya tahan, baterai, kamera dan desain foldable.
Keuntungan masuk belakangan juga mempunyai sisi lain.
Apple tidak datang ke pasar kosong.
Samsung sudah mempunyai delapan generasi pengalaman foldable dan tetap menjadi salah satu pemain paling dominan.
Huawei memiliki posisi sangat kuat di China.
Produsen lain seperti Honor, Oppo dan Xiaomi juga mempunyai produk foldable sendiri.
Reuters melaporkan Samsung langsung menyambut iPhone Duo dengan kampanye global yang menonjolkan pengalaman panjang perusahaan dalam membuat foldable.
Ini berarti Apple harus meyakinkan konsumen bahwa iPhone Duo menawarkan sesuatu yang cukup kuat untuk bersaing dengan produk yang sudah matang.
Ada ironi menarik dalam persaingan tersebut.
Samsung bukan hanya pesaing Apple dalam menjual smartphone lipat.
Samsung Display juga menjadi bagian penting dari ekosistem supply chain layar fleksibel.
Reuters mencatat iPhone Duo menggunakan komponen layar lipat yang dipasok Samsung Display.
Situasi tersebut bukan sesuatu yang aneh dalam industri elektronik.
Dua perusahaan dapat bersaing keras pada produk akhir sambil tetap mempunyai hubungan pemasok pada komponen tertentu.
Meski mendapat perhatian besar, foldable belum menjadi produk massal seperti smartphone biasa.
IDC memperkirakan sekitar 22,9 juta unit smartphone lipat akan dikirim pada 2026.
Angka tersebut tumbuh sekitar 12,6% dibanding tahun sebelumnya.
Sebagai perbandingan, total pasar smartphone global pada tahun yang sama masih berada di atas satu miliar unit.
Artinya, perangkat lipat baru mewakili sebagian kecil keseluruhan pasar.
Justru karena basisnya masih kecil, Apple melihat ruang pertumbuhan yang besar pada kategori premium.
Naskah awal menyebut IDC memperkirakan pengiriman foldable meningkat hampir 30% pada 2026.
Reuters memang memuat angka proyeksi mendekati 30% dalam artikel sejarah foldable yang diterbitkan menjelang peluncuran iPhone Duo.
Namun, publikasi resmi IDC terbaru pada 26 Agustus memberikan angka yang lebih rendah, yaitu 12,6% pertumbuhan pada 2026.
IDC memperkirakan pasar kemudian tumbuh 18% pada 2027.
Karena itu, untuk artikel terkini lebih aman menggunakan angka resmi terbaru IDC dan mencantumkan tanggal proyeksinya.
Lembaga riset lain mempunyai proyeksi berbeda.
Counterpoint Research pada Juli memperkirakan pengiriman foldable global tumbuh 21% secara tahunan pada 2026.
Lembaga tersebut juga memperkirakan Apple dapat meraih sekitar seperempat pasar foldable dalam tahun pertamanya.
Pembaruan Counterpoint pada 7 September memperkirakan Samsung masih berada di posisi teratas pada 2026, sementara Apple dapat langsung masuk ke jajaran pemain terbesar.
Perbedaan angka IDC dan Counterpoint menunjukkan bahwa pasar foldable masih sangat dinamis dan sensitif terhadap suplai maupun performa penjualan produk baru.
Apple tidak harus langsung menjadi produsen foldable terbesar agar iPhone Duo memberi dampak.
Ekosistem iPhone mempunyai basis pengguna sangat besar.
Masuknya Apple juga dapat mendorong developer mengoptimalkan aplikasi untuk layar yang dapat dilipat.
Pemasok komponen dapat meningkatkan kapasitas.
Kompetitor kemungkinan mempercepat inovasi pada engsel, layar, kamera dan desain.
Dengan kata lain, pengaruh Apple bisa lebih besar daripada jumlah unit yang dijual pada tahun pertama.
IDC bahkan menilai masuknya Apple mengubah prospek kategori yang sebelumnya terancam kehilangan momentum menjadi salah satu sedikit segmen smartphone yang masih tumbuh pada 2026.
Apple memang bukan pencipta smartphone lipat.
Delapan tahun sebelum iPhone Duo muncul, Royole asal China sudah meluncurkan FlexPai pada 2018 dengan layar fleksibel 7,8 inci.
Samsung, Huawei, Motorola, Microsoft, Google dan berbagai produsen China kemudian mengembangkan kategori tersebut melalui beragam bentuk.
Huawei bahkan memperkenalkan tri-fold pada 2024, disusul Samsung pada 2025.
Apple baru bergabung pada 2026 dengan iPhone Duo seharga mulai US$1.999.
Tetapi datang belakangan tidak otomatis berarti kalah.
Apple memasuki pasar ketika teknologi layar, engsel, software dan rantai pasok sudah jauh lebih matang dibanding era FlexPai.
Jadi, cerita paling menarik bukan sekadar “Apple telat delapan tahun.”
Pertanyaan besarnya justru: apakah pemain yang datang belakangan bisa mengubah pasar yang dibangun kompetitornya selama hampir satu dekade?
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.