720 Ribu Warga Amerika Serentak Berhenti Cari Kerja, Ini Penyebab dan Dampaknya

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 03 July 2026 Waktu baca 5 menit

Partisipasi Angkatan Kerja AS Jatuh ke Titik Terendah Setengah Abad, Sinyal Baru Perlambatan Ekonomi Muncul

Pasar tenaga kerja Amerika Serikat kembali menjadi perhatian setelah data terbaru menunjukkan penurunan signifikan pada tingkat partisipasi angkatan kerja. Meskipun tingkat pengangguran secara resmi menurun, sejumlah ekonom menilai perkembangan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan membaiknya kondisi ketenagakerjaan.

 

Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) yang dirilis pada Kamis waktu setempat, tingkat partisipasi angkatan kerja turun menjadi 61,5% pada Juni 2026. Di luar periode pandemi Covid-19, angka tersebut merupakan yang terendah sejak Juni 1976, menjadikannya level terlemah dalam hampir lima dekade.

 

Turunnya tingkat pengangguran menjadi 4,2% terjadi bersamaan dengan menyusutnya jumlah masyarakat yang aktif berada di pasar kerja. Dengan kata lain, penurunan pengangguran tidak sepenuhnya berasal dari bertambahnya lapangan pekerjaan, melainkan juga karena semakin banyak orang yang berhenti mencari pekerjaan dan keluar dari angkatan kerja.

 

Survei rumah tangga BLS menunjukkan bahwa jumlah angkatan kerja berkurang sekitar 720.000 orang hanya dalam satu bulan. Pada saat yang sama, jumlah penduduk yang tidak lagi dikategorikan sebagai pencari kerja meningkat sekitar 832.000 orang, mengindikasikan semakin banyak individu yang memilih tidak lagi berpartisipasi dalam pasar tenaga kerja.

 

Kepala Ekonom Amerika Serikat di RBC, Mike Reid, menilai data tersebut dapat memiliki lebih dari satu penjelasan. Selain kemungkinan meningkatnya jumlah pekerja yang memasuki masa pensiun, tidak tertutup kemungkinan bahwa sebagian masyarakat menghentikan pencarian kerja karena memandang peluang kerja semakin terbatas.

 

Sebelumnya, pelemahan tingkat partisipasi sering dikaitkan dengan perubahan demografi, termasuk berkurangnya populasi imigran dan bertambahnya jumlah pensiunan dari generasi baby boomers maupun Generasi X. Namun, perkembangan pada Juni menunjukkan pola yang berbeda.

 

Penurunan terbesar justru terjadi pada kelompok usia produktif antara 25 hingga 54 tahun. Tingkat partisipasi kelompok ini turun sekitar 0,6 poin persentase menjadi 83,3%, sekaligus menjadi posisi terendah sejak Desember 2023. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penurunan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia atau pensiun.

 

Sebagian ekonom mengingatkan bahwa data bulanan memang dapat mengalami fluktuasi, terutama setelah berkurangnya tenaga kerja di sektor rekreasi dan perhotelan. Meski demikian, kecenderungan menyusutnya angkatan kerja dinilai telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir sehingga layak menjadi perhatian.

 

Ekonom Senior Allianz untuk kawasan Amerika Utara, Dan North, menilai fokus utama seharusnya tidak hanya tertuju pada tingkat pengangguran. Menurutnya, perkembangan tingkat partisipasi angkatan kerja memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi pasar tenaga kerja karena menunjukkan seberapa besar masyarakat yang masih aktif mencari pekerjaan atau bekerja.

 

Secara tahunan, jumlah angkatan kerja Amerika Serikat telah berkurang lebih dari satu juta orang. Penurunan tersebut diikuti oleh berkurangnya jumlah penduduk yang bekerja sekitar 1,06 juta orang, sementara jumlah pengangguran hanya meningkat sekitar 40.000 orang.

 

Dampak dari perkembangan tersebut terlihat pada rasio pekerjaan terhadap populasi yang turun menjadi 59% pada Juni, level terendah sejak Oktober 2021. Di sisi lain, survei pembentukan lapangan kerja hanya mencatat tambahan sekitar 57.000 pekerjaan baru, sedangkan survei rumah tangga memperlihatkan jumlah individu yang bekerja justru berkurang sekitar 507.000 orang.

 

Kepala Ekonom Navy Federal Credit Union, Heather Long, menilai fenomena keluarnya ratusan ribu orang dari pasar kerja dalam waktu singkat merupakan perkembangan yang tidak biasa. Ia juga menyoroti melemahnya lapangan pekerjaan di sektor perhotelan sebagai salah satu faktor yang memperlihatkan terbatasnya peluang kerja.

 

Meskipun kondisi pasar tenaga kerja saat ini dinilai masih lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, sejumlah ekonom menilai tantangan mulai bergeser dari tingkat pengangguran menuju semakin rendahnya partisipasi angkatan kerja. Tren tersebut dapat menjadi indikator bahwa sebagian masyarakat kehilangan keyakinan terhadap peluang memperoleh pekerjaan, sehingga memilih untuk tidak lagi aktif mencari kerja.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.