Bisnis | Ekonomi
720 Ribu Warga Amerika Serentak Berhenti Cari Kerja, Ini Penyebab dan Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 03 July 2026 Waktu baca 5 menit
IHSG Ditutup Menguat, Saham Perbankan Masih Mendominasi Minat Investor Asing
Pasar saham Indonesia menutup perdagangan Kamis (2/7/2026) di zona hijau dengan melanjutkan tren penguatan yang telah berlangsung sejak awal sesi. Meskipun sempat mencatat kenaikan lebih dari satu persen pada perdagangan intraday, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mengakhiri hari di level 5.744,56 atau naik 49,44 poin, setara dengan penguatan 0,87%.
Aktivitas perdagangan berlangsung relatif terbatas. Total nilai transaksi tercatat sekitar Rp11,14 triliun, sementara volume perdagangan mencapai 20,50 miliar saham yang berpindah tangan melalui sekitar 1,51 juta transaksi. Sentimen positif tetap mendominasi pasar dengan 395 saham ditutup menguat, sedangkan 219 saham mengalami penurunan dan 169 saham tidak mengalami perubahan harga.
Di balik kenaikan indeks, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih di pasar domestik. Secara keseluruhan, nilai net sell asing mencapai sekitar Rp237,87 miliar. Pada pasar reguler, tekanan jual bahkan mencapai Rp322,69 miliar. Meski demikian, investor asing tetap melakukan pembelian bersih senilai sekitar Rp84,82 miliar melalui transaksi negosiasi dan pasar tunai.
Walaupun secara agregat masih membukukan penjualan bersih, sejumlah saham berkapitalisasi besar justru menjadi tujuan utama akumulasi dana asing. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memimpin daftar dengan nilai pembelian bersih sekitar Rp143,17 miliar.
Posisi berikutnya ditempati PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang mencatat net foreign buy sekitar Rp83,92 miliar, disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp75,42 miliar dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) sekitar Rp50,50 miliar.
Saham sektor pertambangan juga menarik perhatian investor luar negeri. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) membukukan pembelian bersih asing sekitar Rp38,04 miliar, sementara PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) masuk dalam jajaran saham yang paling banyak dikoleksi dengan nilai sekitar Rp10,17 miliar.
Di sektor perbankan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turut masuk dalam daftar favorit investor asing dengan pembelian bersih sekitar Rp19,11 miliar. Sementara itu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) masing-masing mencatat arus masuk dana asing sekitar Rp17,99 miliar dan Rp17,85 miliar.
Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) juga menjadi salah satu emiten yang memperoleh minat beli dari investor asing dengan nilai pembelian bersih sekitar Rp13,39 miliar.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa meskipun investor asing masih melakukan aksi jual bersih secara keseluruhan, minat terhadap sejumlah saham unggulan tetap terjaga. Saham-saham perbankan besar, emiten petrokimia, perusahaan sumber daya alam, hingga sektor konsumsi masih menjadi pilihan utama dalam strategi investasi asing di tengah penguatan IHSG.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.