Ekonomi China Melemah, Harga Batu Bara Jatuh Hampir 2%! Apa Penyebabnya?

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 10 September 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Harga batu bara kembali merosot di bawah US$ 140 per ton, mendekati level terendah dalam dua bulan terakhir. Berdasarkan data Refinitiv, harga batu bara acuan ICE Newcastle kontrak Oktober tercatat pada posisi US$ 138,40 per ton pada perdagangan Senin (9/9/2024), turun 1,84% dalam sehari. Penurunan ini membawa harga batu bara ke level terendah sejak 24 Juli 2024, dengan tren pelemahan yang telah berlangsung selama lima pekan berturut-turut.

 

Melemahnya harga batu bara dipicu oleh lemahnya data ekonomi dari China, di mana sektor manufaktur yang terkontraksi menurunkan permintaan pabrik. Menurut data PMI Manufaktur dari NBS, sektor manufaktur China telah mengalami kontraksi selama empat bulan berturut-turut. Selain itu, inflasi konsumen di China hanya tumbuh 0,6% secara tahunan (yoy) pada Agustus, lebih rendah dari perkiraan 0,7%, menunjukkan lemahnya daya beli masyarakat.

 

Sebagai negara pengimpor batu bara terbesar di dunia, kondisi ekonomi yang lesu di China memperburuk prospek permintaan batu bara global. Namun, cuaca buruk yang belakangan terjadi dapat mengurangi produksi, yang berpotensi mendongkrak harga batu bara ke depan.

 

Sementara itu, dilansir dari *The Hindu Business Line*, produksi dan pengiriman batu bara India anjlok ke level terendah dalam lebih dari 18 bulan pada Agustus 2024 akibat curah hujan yang tinggi. Produksi batu bara India turun 7,5% secara tahunan dan 15% secara bulanan menjadi 62,76 juta ton, level terendah sejak Maret 2023. Pengiriman batu bara, terutama untuk pembangkit listrik tenaga termal, juga turun 6,35% yoy dan 13% mom menjadi 70,39 juta ton, yang merupakan penurunan terendah dalam lebih dari satu setengah tahun.

 

Secara historis, curah hujan tinggi pada musim hujan Juni-September kerap menghambat aktivitas tambang dan transportasi di India, yang berdampak signifikan pada produksi dan distribusi batu bara.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.