Indonesia Dorong G20 Perkuat Ketahanan Pangan, Energi, dan Rantai Pasok

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 02 November 2026 Waktu baca 5 menit

Ilustrasi AI

Indonesia mendorong negara-negara G20 memperkuat kerja sama untuk menjaga ketahanan pangan, energi, dan rantai pasok di tengah ketegangan geopolitik. Seruan itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dalam pertemuan Menlu G20 di Atlanta, Amerika Serikat, pada 30–31 Oktober 2026.

Dalam forum tersebut, Indonesia menggambarkan ketahanan nasional, kawasan, dan global sebagai hal yang saling terkait. Pemerintah juga meminta agar tata kelola multilateral lebih dipercaya, representatif, dan tanggap terhadap tantangan baru.

Arrmanatha menyoroti dampak konflik di Selat Hormuz, Laut Hitam, dan Laut Merah terhadap jalur perdagangan serta aliran energi, pupuk, dan pangan. Indonesia mendorong deeskalasi dan dialog, sekaligus menekankan bahwa pasokan pangan tidak seharusnya menjadi alat tekanan dalam konflik. Pemerintah juga mengangkat UNCLOS 1982 dan konsep Responsible Freedom of Navigation, yang memadukan kebebasan pelayaran dengan tanggung jawab dan penghormatan atas kedaulatan.

Pada isu energi, Menlu menyebut ketahanan energi sebagai unsur keamanan nasional. Pemerintah mempromosikan upaya kemandirian, termasuk penerapan B50 dan rencana pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 GW. Indonesia menilai krisis seharusnya mempercepat transisi energi, dengan akses lebih luas terhadap teknologi bersih serta pembiayaan yang terjangkau bagi negara berkembang.

Untuk rantai pasok, Indonesia meminta penguatan sistem perdagangan multilateral, kesiapsiagaan menghadapi krisis, pembiayaan jangka panjang berbiaya terjangkau, dan kemitraan teknologi. Usulan memperbanyak pusat produksi, khususnya di negara berkembang, diarahkan agar negara-negara tersebut dapat ikut menciptakan dan mengembangkan teknologi, bukan hanya menggunakannya.

Pertemuan Atlanta merupakan bagian Presidensi G20 Amerika Serikat 2026. Forum dihadiri 18 negara anggota G20, Uni Eropa, Uni Afrika, dan Polandia sebagai undangan tuan rumah; Afrika Selatan tidak hadir. Amerika Serikat menerbitkan Chair’s Statement sebagai rangkuman pandangan peserta. Rangkaian presidensi berlanjut ke KTT G20 di Miami pada 14–15 Desember, sebelum Inggris mengambil alih kepemimpinan pada 2027.

Sumber: “Indonesia Desak G20 Jaga Pasokan Pangan dan Energi di Tengah Ketegangan Geopolitik,” Bisnis.com, Akbar Evandio, 1 November 2026. https://ekonomi.bisnis.com/read/20261101/9/2017346/indonesia-desak-g20-jaga-pasokan-pangan-dan-energi-di-tengah-ketegangan-geopolitik

Sumber: https://ekonomi.bisnis.com/read/20261101/9/2017346/indonesia-desak-g20-jaga-pasokan-pangan-dan-energi-di-tengah-ketegangan-geopolitik

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.