Bisnis | Ekonomi
Surplus Dagang September Diperkirakan Menyusut saat Impor Menguat
/index.php
Saham News - Diposting pada 02 November 2026 Waktu baca 5 menit
Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai peluang Indonesia untuk tetap berada dalam klasifikasi emerging market MSCI masih terbuka. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengaitkan optimisme tersebut dengan agenda reformasi pasar yang mencakup transparansi, pendalaman likuiditas, dan pengawasan perdagangan. Pernyataan itu disampaikan dalam lokakarya jurnalis pasar modal di Lombok pada 31 Oktober.
Menurut Jeffrey, BEI telah berdialog dengan banyak pelaku pasar sejak Januari 2026. Dalam dua pekan sejak 19 Oktober, ratusan partisipan, terutama investor global, diajak membahas perkembangan dan pembaruan pasar modal Indonesia.
Pada sisi keterbukaan, bursa mengumumkan nama pemegang saham yang memiliki lebih dari 1% saham perusahaan tercatat. Informasi tersebut dilengkapi klasifikasi investor yang kini memiliki 39 kategori, naik dari sembilan, dan rencananya akan ditambah dengan data afiliasi antarpemegang saham. BEI menyebut Indonesia dan India sebagai dua bursa yang mengungkap pemilik saham di atas ambang tersebut.
Bursa juga memublikasikan saham yang terindikasi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi atau HSC. Jeffrey menekankan penandaan HSC dimaksudkan sebagai informasi bagi investor dan tidak otomatis berarti saham tersebut gagal memenuhi ketentuan free float. Dalam hal likuiditas dan pendalaman pasar, BEI menyebut aturan pencatatan baru, rencana kenaikan minimum free float secara bertahap dari 7,5% menjadi 15%, serta penghapusan harga minimum Rp50.
Pilar pengawasan mencakup peningkatan surveillance. Jeffrey mengatakan bursa akan memperkuat keterbukaan proses investigasi indikasi manipulasi dan dapat membatasi aktivitas atau menangguhkan rekening efek tertentu selama pemeriksaan. Komite HSC juga diperluas menjadi sembilan anggota: empat dari organisasi regulator mandiri dan lima independen. Bursa menyatakan akan melakukan pemeriksaan acak atas laporan emiten terkait free float dan afiliasi.
MSCI memiliki 18 kriteria klasifikasi yang dirujuk dalam laporan. Jeffrey menyebut Indonesia memperoleh penilaian positif penuh pada 10 kriteria, enam dinilai telah terpenuhi namun masih bisa diperbaiki, dan dua masih negatif, terkait kebijakan konversi valuta asing serta arus informasi. Ia mengutip penilaian Chapman Taylor dari Danantara bahwa peluang Indonesia bertahan di kategori emerging market berada di atas 50%; ini adalah pandangan yang disampaikan narasumber, bukan keputusan MSCI atau jaminan status.
Sumber: “BEI Optimis RI Pertahankan Status Emerging Market MSCI,” Bisnis.com, Hafiyyan, 1 November 2026. https://market.bisnis.com/read/20261101/7/2017349/bei-optimis-ri-pertahankan-status-emerging-market-msci
Sumber: https://market.bisnis.com/read/20261101/7/2017349/bei-optimis-ri-pertahankan-status-emerging-market-msci
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.