Bisnis | Ekonomi
IHSG Berbalik Merah, Defisit Dagang Juni Tekan Pasar
/index.php
Saham News - Diposting pada 03 August 2026 Waktu baca 5 menit
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG membuka pekan pertama Agustus dengan sejumlah katalis yang layak dicermati investor. Selain sentimen positif dari Wall Street, pelaku pasar juga menghadapi dimulainya periode baru konstituen IDX30, LQ45, dan IDX80.
Di tengah kondisi tersebut, lima saham masuk dalam daftar rekomendasi perdagangan dari Mega Capital Sekuritas, yaitu BBRI, AMMN, ASII, PACK, dan SGER.
Berdasarkan ringkasan pasar yang diberikan, IHSG menutup perdagangan Jumat, 31 Juli 2026, dengan penguatan 0,80% ke level 6.236,13.
BBRI, ASII, dan AMMN menjadi saham yang memberikan kontribusi besar terhadap kenaikan indeks. Sebaliknya, BBCA, TLKM, dan ADRO membatasi penguatan IHSG.
Investor asing masih mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp34,82 miliar di pasar reguler. Jika memperhitungkan seluruh pasar, nilai jual bersih asing mencapai Rp250,53 miliar.
Dari sebelas sektor saham di Bursa Efek Indonesia, sepuluh sektor berakhir menguat. Sektor industri dasar memimpin kenaikan sebesar 2,54%, sedangkan sektor barang konsumen primer menjadi satu-satunya sektor yang melemah tipis 0,03%.
Pasar saham Amerika Serikat mengakhiri perdagangan Jumat dalam zona hijau. Nasdaq Composite naik 1%, S&P 500 menguat 0,70%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,53%.
Kenaikan tersebut terutama ditopang penguatan saham Amazon setelah perusahaan melaporkan pertumbuhan bisnis komputasi awan yang lebih kuat. Namun, pasar masih mencermati kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat dan perkembangan kebijakan suku bunga.
Sentimen positif dari Wall Street dapat membantu menopang perdagangan regional. Meski demikian, arah IHSG tetap akan dipengaruhi arus dana asing, pergerakan rupiah, serta aktivitas transaksi menjelang dan setelah rebalancing indeks.
Komposisi baru indeks IDX30, LQ45, dan IDX80 mulai berlaku pada 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026.
Dalam evaluasi terbaru, DEWA masuk ke IDX30 menggantikan PTBA. Sementara itu, INDY dan NCKL masuk ke LQ45 menggantikan SMGR dan TOWR. Perubahan konstituen juga terjadi pada IDX80.
Rebalancing biasanya mendorong penyesuaian portofolio pada reksa dana indeks, ETF, dan investor institusi yang menggunakan indeks tersebut sebagai acuan.
Namun, masuknya suatu saham ke dalam indeks tidak otomatis menjamin kenaikan harga. Investor tetap perlu memperhatikan valuasi, likuiditas, kondisi fundamental, dan risiko volatilitas jangka pendek.
PT Dharma Polimetal Tbk atau DRMA terus memperluas portofolio bisnisnya ke ekosistem kendaraan listrik.
Perseroan sebelumnya memperkenalkan infrastruktur pengisian daya cepat dengan kandungan lokal tinggi serta Battery Energy Storage System yang terintegrasi dengan charging station pada ajang Indonesia International Motor Show 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi DRMA mengurangi ketergantungan pada komponen impor dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.
Pendapatan DRMA sepanjang 2025 tercatat sekitar Rp5,9 triliun. Untuk 2026, perusahaan sebelumnya menargetkan penjualan sekitar Rp6 triliun.
PT Summarecon Agung Tbk atau SMRA melanjutkan ekspansi kawasan komersial di Summarecon Serpong.
Salah satu proyek yang dikembangkan adalah The Hood, kawasan creative retail compound seluas sekitar 3,9 hektare. Proyek dengan konsep ruang terbuka dan pusat aktivitas komunitas tersebut ditargetkan diluncurkan atau diselesaikan pada 2026.
SMRA juga mengembangkan Strozzi Commercial di kawasan Symphonia. Produk komersial tersebut dipasarkan mulai sekitar Rp4 miliar dan berada tidak jauh dari The Hood.
Dari sisi kinerja, SMRA membukukan marketing sales Rp1,20 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh sekitar 37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Target marketing sales perseroan untuk 2026 ditetapkan sebesar Rp5,20 triliun.
Pada semester I-2026, kawasan Serpong menyumbang pra-penjualan sekitar Rp1,12 triliun atau meningkat 18,9% secara tahunan.
PT Elnusa Tbk atau ELSA membukukan pendapatan usaha sekitar Rp7,59 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut meningkat sekitar 8,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 29,2% menjadi sekitar Rp434,7 miliar. EBITDA perseroan juga tumbuh menjadi sekitar Rp861,7 miliar.
Dalam materi yang diberikan, ELSA disebut menyiapkan pembelian kembali saham dengan dana maksimal Rp100 miliar untuk periode 3 Agustus hingga 2 November 2026.
Berikut level perdagangan berdasarkan materi rekomendasi Mega Capital Sekuritas yang diberikan:
BBRI
Area beli: Rp3.010–Rp3.030
Target harga: Rp3.060–Rp3.130
Stop loss: Rp2.870
AMMN
Area beli: Rp4.060–Rp4.090
Target harga: Rp4.150–Rp4.220
Stop loss: Rp3.900
ASII
Area beli: Rp5.025–Rp5.075
Target harga: Rp5.150–Rp5.250
Stop loss: Rp4.850
PACK
Area beli: Rp242–Rp246
Target harga: Rp252–Rp260
Stop loss: Rp230
SGER
Area beli: Rp482–Rp486
Target harga: Rp498–Rp510
Stop loss: Rp454
Rekomendasi tersebut menggunakan pendekatan perdagangan jangka pendek sehingga disiplin terhadap area beli dan batas kerugian menjadi penting.
Investor sebaiknya tidak langsung mengejar harga apabila saham telah bergerak jauh di atas area beli. Selisih harga masuk yang terlalu tinggi dapat mempersempit potensi keuntungan sekaligus meningkatkan risiko ketika terjadi koreksi.
Pergerakan IHSG juga masih perlu dicermati karena penguatan indeks terjadi ketika investor asing tetap membukukan jual bersih. Volatilitas dapat meningkat seiring dimulainya rebalancing indeks dan penyesuaian portofolio investor institusi.
Disclaimer: Informasi, analisis, dan level harga dalam artikel ini disampaikan untuk tujuan edukasi dan informasi. Konten ini bukan ajakan, penawaran, maupun rekomendasi personal untuk membeli atau menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor dan perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan serta profil risiko masing-masing.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.