Saham News
IHSG Menguat ke 6.058, Saham BMRI, BBNI, dan BBRI Melesat
/index.php
Saham News - Diposting pada 16 July 2026 Waktu baca 5 menit
IHSG Bertahan di Zona Hijau, Aksi Korporasi FORE hingga Stock Split MLPT Jadi Perhatian
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan menutup perdagangan Rabu, 15 Juli 2026, dengan pergerakan terbatas. IHSG bertambah 2,45 poin atau 0,04% dan berakhir di posisi 6.041,97 setelah bergerak dalam rentang 6.007,17 hingga 6.081,23 sepanjang sesi perdagangan. indeks yang relatif tipis mencerminkan tarik-menarik antara penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar dan tekanan pada beberapa saham utama lainnya.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI menjadi salah satu penopang indeks dengan kenaikan 1,07%. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. atau AMMN menguat lebih tinggi sebesar 2,73%, sedangkan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI bertambah 0,96%.
Di sisi berlawanan, saham PT Capital Financial Indonesia Tbk. atau CASA melemah 8,40%. Tekanan juga datang dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. atau TLKM yang turun 1,56% serta PT Bumi Resources Minerals Tbk. atau BRMS yang terkoreksi 3,48%. Asing Masih Keluar dari Pasar
Meskipun IHSG berhasil bertahan di zona hijau, arus dana investor asing masih menunjukkan tekanan.
Investor asing membukukan penjualan bersih senilai Rp160,43 miliar di pasar reguler. Setelah memperhitungkan transaksi di pasar tunai dan pasar negosiasi, nilai jual bersih asing di seluruh pasar mencapai Rp153,02 miliar. Pasar tunai dan negosiasi sendiri mencatatkan pembelian bersih asing sekitar Rp7,41 miliar. catat sebagai salah satu saham yang paling banyak dikoleksi investor asing dengan pembelian bersih sekitar Rp184,2 miliar. Aliran modal asing juga masuk ke ANTM dan BBRI. Sebaliknya, TLKM, BRMS, ASII, BBCA, dan ENRG masuk dalam kelompok saham yang banyak dilepas investor asing. i sektoral, enam dari sebelas indeks sektor mampu mengakhiri perdagangan dengan kenaikan. Sektor industri dasar memimpin penguatan sebesar 0,76%, sedangkan sektor kesehatan mencatat penurunan terdalam sebesar 1,08%. Amerika Menguat, Isu HSC Tetap Dicermati
Sentimen eksternal cenderung memberikan dukungan. Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat, dengan Dow Jones bertambah 0,29% ke posisi 52.658. S&P 500 naik 0,38% menjadi 7.572, sedangkan Nasdaq menguat 0,62% ke level 26.269. h penguatan Wall Street tersebut, pelaku pasar domestik masih mencermati perkembangan daftar High Shareholding Concentration atau HSC. Sebanyak 37 emiten dilaporkan masuk sebagai tambahan dalam daftar tersebut dan jumlahnya masih berpotensi berubah.
ETF iShares MSCI Indonesia atau EIDO turun 0,50%, sementara indeks MSCI Indonesia bergerak nyaris datar dengan koreksi tipis 0,05%. Masih Menyimpan Separuh Dana IPO
Dari jajaran emiten, PT Fore Kopi Indonesia Tbk. melaporkan telah merealisasikan penggunaan dana penawaran umum perdana saham sebesar Rp166,71 miliar hingga 30 Juni 2026.
Dana tersebut terutama digunakan untuk memperluas jaringan gerai dan menambah penyertaan modal kepada entitas anak. Langkah ini sejalan dengan rencana ekspansi yang sebelumnya disampaikan dalam prospektus IPO.
FORE memperoleh dana bersih IPO sebesar Rp337,20 miliar. Setelah penggunaan tersebut, perseroan masih menyimpan dana sekitar Rp170,49 miliar dalam rekening giro di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Sebesar Rp170,44 miliar dari dana yang belum digunakan memperoleh bunga 5% per tahun. Sementara itu, sekitar Rp50,86 juta ditempatkan dengan tingkat bunga 0,40% per tahun. Manajemen menyatakan dana yang tersisa akan digunakan secara bertahap sesuai rencana hingga akhir 2026. Memperluas Sumber Pendapatan Berulang
PT Indonesian Paradise Property Tbk. melanjutkan strategi ekspansi di luar kota-kota utama melalui pengoperasian 23 Semarang Shopping Center serta pengembangan proyek mixed-use 88 Plaza Balikpapan.
Dua proyek tersebut diharapkan memperbesar kontribusi pendapatan berulang perseroan. Sejak beroperasi, 23 Semarang Shopping Center telah menerima lebih dari 30.000 pengunjung. Sementara itu, sekitar 40% unit ruko yang ditawarkan pada tahap awal proyek 88 Plaza Balikpapan telah terjual. ngan proyek baru tersebut berlangsung di tengah perbaikan kinerja keuangan INPP. Pada kuartal I-2026, pendapatan perseroan tumbuh 14,14% secara tahunan menjadi Rp326,91 miliar, dibandingkan Rp286,40 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba operasional meningkat 29,95% dari Rp31,64 miliar menjadi Rp41,11 miliar. INPP juga membukukan laba bersih Rp44,07 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp132,87 miliar pada kuartal I-2025. seluruhan 2026, perseroan membidik kenaikan pendapatan sekitar 5%–10% dari realisasi 2025 yang mencapai Rp1,74 triliun. Pertumbuhan diharapkan berasal dari kontribusi proyek baru, optimalisasi aset yang telah beroperasi, dan pengembangan destinasi mixed-use.
PT Multipolar Technology Tbk. akan melaksanakan pemecahan nilai nominal saham dengan rasio 1:25. Artinya, setiap satu saham lama akan dikonversi menjadi 25 saham baru.
Nilai nominal saham MLPT akan berubah dari Rp100 menjadi Rp4 per saham. Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pun meningkat dari 1,875 miliar saham menjadi 46,875 miliar saham, tanpa mengubah nilai modal disetor perseroan. tersebut telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 29 Juni 2026.
Perdagangan saham dengan nilai nominal lama di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi dijadwalkan berakhir pada 20 Juli 2026. Saham dengan nominal baru mulai diperdagangkan di kedua pasar tersebut pada 21 Juli, sedangkan perdagangan dengan nilai baru di Pasar Tunai dimulai pada 23 Juli 2026. r Ide Perdagangan Saham
Berikut level perdagangan yang menjadi perhatian untuk sesi berikutnya:
| Saham | Area beli | Target harga | Batas kerugian |
|---|---|---|---|
| BUKA | 104–106 | 108–112 | 98 |
| MMIX | 755–770 | 785–800 | 720 |
| ARCI | 1.040–1.050 | 1.070–1.100 | 980 |
| MYOR | 1.755–1.770 | 1.785–1.830 | 1.680 |
| SRTG | 1.660–1.675 | 1.685–1.715 | 1.570 |
Level beli, target harga, dan batas kerugian tersebut berasal dari ulasan perdagangan yang diterbitkan pada 16 Juli 2026. Kondisi harga dapat berubah mengikuti volatilitas pasar, likuiditas saham, serta perkembangan sentimen domestik dan global. imer:** Seluruh informasi, analisis, dan ide perdagangan dalam artikel ini hanya bersifat edukatif dan informatif. Konten ini bukan rekomendasi personal maupun ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu. Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab masing-masing investor.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.