Investor Asing Net Sell Rp1,73 Triliun, Ini 10 Saham yang Paling Banyak Dilepas Pekan Lalu

Saham News - Diposting pada 13 July 2026 Waktu baca 5 menit

Meski IHSG Menguat, Asing Masih Gencar Melepas Saham Ini Sepanjang Pekan Kedua Juli

Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan kedua Juli 2026 menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Indeks berhasil ditutup di level 5.924,36 pada perdagangan Jumat (10/7), naik 0,20% dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, IHSG mencatat apresiasi sekitar 0,83% setelah menguat dalam empat dari lima hari perdagangan.

 

Namun, penguatan indeks belum sepenuhnya diikuti oleh arus dana asing. Sepanjang periode 6–10 Juli 2026, investor luar negeri masih mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp1,73 triliun. Total nilai pembelian asing mencapai sekitar Rp18,46 triliun, sementara nilai penjualannya mencapai Rp20,19 triliun, sehingga arus modal asing secara keseluruhan masih keluar dari pasar saham domestik.

 

MAPI Menjadi Saham yang Paling Banyak Dilepas

Data perdagangan Indo Premier menunjukkan bahwa saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menjadi emiten dengan nilai penjualan bersih asing terbesar selama pekan lalu.

Berikut daftar 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan 6–10 Juli 2026:

  1. MAPI – Rp699,4 miliar

  2. BBRI – Rp327,0 miliar

  3. Bumi Serpong Damai (BSDE) – Rp193,2 miliar

  4. RLCO – Rp169,5 miliar

  5. ASII – Rp145,4 miliar

  6. TLKM – Rp133,8 miliar

  7. BMRI – Rp114,6 miliar

  8. AMMN – Rp104,7 miliar

  9. MDKA – Rp80,5 miliar

  10. DSSA – Rp77,5 miliar

 

Sektor Perbankan dan Blue Chip Masih Mengalami Tekanan

Menariknya, daftar saham yang paling banyak dilepas asing masih didominasi emiten berkapitalisasi besar. Selain MAPI, investor global juga mengurangi kepemilikan pada saham perbankan seperti BBRI dan BMRI, serta saham unggulan lainnya seperti ASII dan TLKM.

 

Di sektor sumber daya alam, AMMN, MDKA, dan DSSA juga masuk dalam daftar saham dengan tekanan jual asing tertinggi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aksi jual tidak hanya terjadi pada satu sektor tertentu, melainkan tersebar di berbagai kelompok industri.

 

Net Sell Tidak Selalu Berarti Sentimen Negatif

Aksi jual bersih oleh investor asing belum tentu mencerminkan memburuknya prospek fundamental suatu perusahaan. Dalam banyak kasus, aktivitas tersebut dapat dipengaruhi oleh strategi rebalancing portofolio, realisasi keuntungan, maupun penyesuaian alokasi aset global.

 

Karena itu, pelaku pasar umumnya tidak hanya memperhatikan arus dana asing, tetapi juga mempertimbangkan kondisi fundamental emiten, prospek bisnis, serta perkembangan ekonomi domestik dan global sebelum mengambil keputusan investasi.

 

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Informasi di dalamnya bukan merupakan rekomendasi untuk membeli, menjual, maupun mempertahankan efek tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.