Bitcoin Meroket Tembus Rp1,17 Miliar, Apa Pemicu Kenaikannya?

Crypto News - Diposting pada 24 July 2026 Waktu baca 5 menit

JAKARTA — Bitcoin kembali menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat menyentuh kisaran US$65.500 atau sekitar Rp1,17 miliar dengan asumsi kurs Rp17.946 per dolar Amerika Serikat. Posisi tersebut menjadi salah satu level tertinggi aset kripto terbesar dunia dalam sekitar lima pekan terakhir.

Penguatan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Ethereum diperdagangkan di sekitar US$1.880, XRP berada pada kisaran US$1,11, sementara Solana bergerak dekat US$75,80. Pergerakan sejumlah aset berkapitalisasi besar tersebut menunjukkan sentimen positif mulai menyebar lebih luas, meskipun volatilitas pasar tetap tinggi.

 

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian menilai pergerakan tersebut dapat menjadi sinyal awal membaiknya sentimen pasar kripto. Menurutnya, optimisme investor dibentuk oleh kombinasi perkembangan regulasi, permintaan institusional, serta sejumlah agenda ekonomi global yang akan menentukan selera risiko pasar.

 

Pasar Kripto Semakin Dipengaruhi Faktor Fundamental

Pergerakan aset kripto dalam beberapa tahun terakhir semakin sulit dipisahkan dari kebijakan moneter, kondisi pasar obligasi, laporan keuangan perusahaan teknologi, dan keputusan regulator.

Bitcoin sebelumnya sering dipandang sebagai aset yang bergerak berdasarkan sentimen internal komunitas kripto. Kini, perubahan suku bunga, imbal hasil obligasi pemerintah AS, indeks dolar, arus dana ETF, dan kinerja saham teknologi memiliki pengaruh yang semakin besar terhadap pergerakannya.

 

Kajian akademik mengenai periode setelah peluncuran ETF Bitcoin spot juga menemukan bahwa korelasi Bitcoin dengan pasar saham AS meningkat. Temuan tersebut menunjukkan Bitcoin semakin terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional, meskipun karakternya tetap berbeda dari saham maupun obligasi.

 

Integrasi tersebut dapat mendatangkan likuiditas baru, tetapi juga membuat aset kripto lebih mudah terdampak ketika investor global mengurangi kepemilikan aset berisiko.

 

ETF Bitcoin Bukukan Inflow Bersih US$274 Juta

Permintaan institusional terlihat dari pergerakan dana pada ETF Bitcoin spot Amerika Serikat.

Berdasarkan data Farside Investors, ETF Bitcoin spot mencatat inflow bersih US$226,8 juta pada 20 Juli, US$203,2 juta pada 21 Juli, dan US$69,1 juta pada 22 Juli. Pada 23 Juli, tren tersebut berbalik dengan outflow bersih US$225,1 juta.

 

Secara kumulatif selama empat sesi tersebut, dana masih mencatat inflow bersih sekitar US$274 juta.

Tanggal Arus ETF Bitcoin spot AS
20 Juli 2026 Inflow US$226,8 juta
21 Juli 2026 Inflow US$203,2 juta
22 Juli 2026 Inflow US$69,1 juta
23 Juli 2026 Outflow US$225,1 juta
Kumulatif Inflow sekitar US$274 juta

Arus tersebut menunjukkan permintaan terhadap eksposur Bitcoin melalui produk investasi yang diperdagangkan di bursa masih tersedia. Namun, outflow besar pada hari terakhir juga memperlihatkan bahwa minat institusi dapat berubah dengan cepat.

 

Data Barron’s menunjukkan ETF Bitcoin sempat mencatat tujuh hari inflow berturut-turut dan membantu mendorong harga mendekati US$67.000. Meski demikian, analis tetap menilai pemulihan fundamental belum sepenuhnya kuat setelah periode arus keluar yang besar pada bulan-bulan sebelumnya.

 

CLARITY Act Memasuki Tahap Politik Penting

Perkembangan regulasi di Amerika Serikat menjadi sentimen penting lainnya.

CLARITY Act dirancang untuk memperjelas pembagian kewenangan pengawasan aset digital antara Securities and Exchange Commission dan Commodity Futures Trading Commission. Rancangan tersebut juga memuat ketentuan mengenai perlindungan konsumen, aktivitas bursa kripto, pengawasan perdagangan, dan pencegahan keuangan ilegal.

 

Komite Perbankan Senat AS menyetujui versi CLARITY Act pada Mei 2026 dengan suara 15 berbanding 9. Namun, rancangan tersebut belum menyelesaikan seluruh proses legislatif dan belum menjadi hukum yang berlaku.

Pada Juli, para senator merilis teks baru yang memasukkan ketentuan etika bagi pejabat pemerintah terkait kepentingan dalam bisnis kripto. Kesepakatan awal mengenai klausul tersebut dipandang sebagai kemajuan, tetapi sejumlah anggota Partai Demokrat menilai ketentuan yang ada masih belum cukup kuat.

 

Karena itu, perkembangan regulasi lebih tepat dibaca sebagai meningkatnya peluang terciptanya kerangka hukum yang lebih jelas, bukan sebagai kepastian bahwa CLARITY Act telah disahkan.

 

Bagi pasar, kepastian mengenai klasifikasi aset dan kewenangan regulator dapat membantu mengurangi risiko hukum bagi perusahaan kripto serta membuka ruang yang lebih besar bagi bank, manajer aset, dan lembaga keuangan tradisional untuk berpartisipasi.

 

Keputusan The Fed Menjadi Ujian Berikutnya

Pelaku pasar juga menunggu rapat Federal Open Market Committee pada 28–29 Juli 2026.

Federal Reserve dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan pada 29 Juli, dilanjutkan dengan konferensi pers. Pasar secara umum memperkirakan suku bunga dipertahankan, tetapi lonjakan harga minyak dan tekanan inflasi membuat peluang kebijakan yang lebih ketat tetap diperhitungkan.

 

Suku bunga memiliki pengaruh besar terhadap aset kripto. Ketika bunga dan yield obligasi tinggi, investor memperoleh alternatif imbal hasil dari instrumen yang lebih rendah risiko. Kondisi tersebut dapat mengurangi permintaan terhadap Bitcoin dan aset digital lainnya.

 

Sebaliknya, sinyal bahwa The Fed mulai lebih longgar dapat meningkatkan likuiditas dan mendorong investor kembali mengambil risiko.

Coinbase Research menilai keberlanjutan momentum Bitcoin akan dipengaruhi oleh keputusan The Fed dan kestabilan imbal hasil obligasi jangka panjang.

 

Laporan Emiten Teknologi Ikut Menggerakkan Kripto

Hubungan antara Bitcoin dan saham teknologi membuat musim laporan keuangan Amerika Serikat semakin relevan bagi pasar kripto.

Alphabet dan Tesla telah melaporkan kinerja kuartalan, tetapi besarnya belanja untuk AI menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan perusahaan menghasilkan pengembalian yang sebanding. Saham Tesla turun lebih dari 14%, sementara Alphabet melemah hampir 7%, sehingga menekan indeks saham utama AS.

 

Intel menyampaikan laporan kuartal kedua setelah penutupan perdagangan 23 Juli. Perusahaan teknologi besar lain, termasuk Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple, dijadwalkan melaporkan kinerja pada pekan berikutnya.

Laporan tersebut penting bagi kripto karena perusahaan teknologi dan aset digital sama-sama sensitif terhadap perubahan selera risiko. Kekecewaan terhadap pertumbuhan atau belanja AI dapat memicu penjualan aset berisiko secara luas. Sebaliknya, laporan yang kuat dapat membantu memulihkan optimisme investor.

 

Kenaikan Altcoin Belum Menjadi Jaminan Tren Baru

Kenaikan Ethereum, XRP, dan Solana menunjukkan adanya partisipasi yang lebih luas daripada sekadar Bitcoin.

Namun, penguatan sejumlah altcoin belum cukup untuk memastikan dimulainya tren kenaikan jangka panjang. Aset dengan kapitalisasi lebih kecil umumnya memiliki likuiditas lebih rendah serta volatilitas lebih tinggi daripada Bitcoin.

 

Solana, misalnya, bergerak di sekitar US$75–US$76 pada 24 Juli setelah sempat berada di atas US$78 beberapa hari sebelumnya. Pergerakan itu menunjukkan bahwa kenaikan dapat disertai koreksi tajam dalam periode yang sangat singkat.

Investor juga perlu memisahkan kenaikan yang didukung penggunaan jaringan, pendapatan protokol, dan perkembangan teknologi dari kenaikan yang hanya didorong oleh momentum perdagangan.

 

Sentimen Membaik, Risiko Tetap Besar

Kombinasi harga Bitcoin di sekitar US$65.000, inflow bersih ETF, dan perkembangan regulasi memberikan dasar bagi membaiknya sentimen pasar.

Namun, sejumlah risiko masih dapat membalikkan arah pergerakan. Risiko tersebut mencakup kebijakan The Fed yang lebih ketat, kenaikan yield Treasury, konflik geopolitik, penjualan kembali oleh investor ETF, serta pelemahan saham-saham teknologi.

 

Outflow US$225,1 juta pada ETF Bitcoin tanggal 23 Juli menjadi pengingat bahwa permintaan institusi tidak selalu bergerak dalam satu arah.

Investor karena itu perlu menilai pasar secara menyeluruh dan tidak hanya terpaku pada pencapaian harga tertinggi selama beberapa pekan.

Prinsip Do Your Own Research tetap penting. Investor perlu memahami karakter aset, likuiditas, teknologi, risiko regulasi, dan kemungkinan kerugian sebelum mengambil keputusan.

 

Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan memberikan informasi dan edukasi. Aset kripto memiliki volatilitas dan risiko kerugian yang tinggi. Penyebutan harga maupun aset tertentu bukan rekomendasi atau ajakan untuk membeli dan menjual.

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.