Bisnis | Ekonomi
Dolar AS Tembus Rp18.000, BI Siapkan Strategi Perkuat Rupiah
/index.php
Saham News - Diposting pada 29 July 2026 Waktu baca 5 menit
JAKARTA — Tekanan jual investor asing di pasar saham Indonesia kembali membesar. Hingga penutupan perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, nilai jual bersih asing di pasar reguler tercatat mencapai Rp94,09 triliun sejak awal tahun.
Setelah memperhitungkan transaksi di pasar negosiasi dan tunai, total net foreign sell di seluruh pasar mencapai Rp79,91 triliun. Perbedaannya muncul karena investor asing masih mencatatkan pembelian bersih sekitar Rp14,18 triliun melalui pasar negosiasi dan tunai.
Data tersebut memperlihatkan dua kondisi yang berlangsung secara bersamaan. Dana asing terus keluar melalui mekanisme perdagangan reguler, tetapi sebagian transaksi di luar pasar reguler masih menghasilkan saldo pembelian bersih.
Pada 24 Juli, Bursa Efek Indonesia masih mencatat net sell asing YTD sebesar Rp79,09 triliun. Angka itu kemudian bertambah setelah asing kembali menjual saham pada dua sesi berikutnya.
Pasar reguler merupakan tempat transaksi saham berlangsung melalui sistem antrean beli dan jual terbuka. Harga yang terbentuk di pasar tersebut menjadi acuan utama pergerakan saham dan indeks.
Sementara itu, pasar negosiasi digunakan untuk transaksi yang telah disepakati secara langsung oleh pihak pembeli dan penjual. Transaksi ini dapat berupa perpindahan saham dalam jumlah besar, restrukturisasi portofolio, atau transaksi lain yang tidak melalui antrean perdagangan reguler.
Karena investor asing memperoleh net buy Rp14,18 triliun di pasar negosiasi dan tunai, total jual bersih di seluruh pasar menjadi lebih kecil daripada angka Rp94,09 triliun di pasar reguler.
Perhitungannya dapat digambarkan sebagai berikut:
Net sell pasar reguler Rp94,09 triliun − net buy negosiasi dan tunai Rp14,18 triliun = net sell seluruh pasar Rp79,91 triliun.
Perbedaan tersebut penting karena tekanan jual di pasar reguler biasanya memiliki pengaruh lebih langsung terhadap pembentukan harga saham.
Total nilai perdagangan saham sejak awal 2026 tercatat mencapai sekitar Rp2.976,9 triliun.
Investor asing menyumbang 35,96% dari nilai tersebut. Pembelian asing mencapai Rp1.030,6 triliun atau 17,31% dari keseluruhan aktivitas transaksi, sedangkan nilai penjualannya lebih besar, yakni Rp1.110,5 triliun atau 18,65%.
Selisih antara pembelian dan penjualan itulah yang membentuk net sell sekitar Rp79,9 triliun.
| Aktivitas investor asing | Nilai | Porsi transaksi |
|---|---|---|
| Pembelian | Rp1.030,6 triliun | 17,31% |
| Penjualan | Rp1.110,5 triliun | 18,65% |
| Total aktivitas | Rp2.141,1 triliun | 35,96% |
| Saldo bersih | Net sell Rp79,91 triliun | — |
Besarnya nilai jual menunjukkan asing masih menjadi pelaku penting dalam pembentukan sentimen pasar, meskipun porsinya lebih kecil daripada investor domestik.
Investor dalam negeri mendominasi transaksi dengan porsi 64,04%.
Nilai pembelian domestik mencapai Rp1.946,3 triliun atau 32,69% dari total aktivitas pasar. Nilai penjualannya tercatat Rp1.866,4 triliun atau 31,35%.
Dengan demikian, investor domestik menghasilkan saldo beli bersih yang secara nominal hampir sama dengan penjualan bersih investor asing.
Kondisi tersebut terjadi karena setiap transaksi selalu mempertemukan pembeli dan penjual. Ketika investor asing menjual lebih banyak saham daripada yang dibeli, investor domestik menjadi pihak yang menyerap selisih saham tersebut.
Dominasi domestik membantu menjaga likuiditas BEI. Namun, kemampuan investor lokal menyerap penjualan belum tentu langsung menghentikan penurunan harga, terutama apabila saham yang dilepas merupakan emiten berkapitalisasi besar.
Dari sisi volume, sekitar 5,3 triliun saham telah berpindah tangan sepanjang 2026.
Investor asing berkontribusi 21,45% terhadap volume perdagangan. Volume belinya mencapai sekitar 1,1 triliun saham atau 10,56%, sedangkan volume jualnya sekitar 1,2 triliun saham atau 10,89%.
Investor domestik menguasai 78,55% volume transaksi. Pembelian investor lokal mencapai sekitar 4,2 triliun saham atau 39,44%, sementara volume penjualannya sebesar 4,1 triliun saham atau 39,11%.
Porsi asing berdasarkan nilai lebih tinggi daripada porsinya berdasarkan volume. Hal tersebut dapat mengindikasikan investor asing lebih banyak bertransaksi pada saham dengan harga atau kapitalisasi relatif besar.
Sebaliknya, investor domestik memiliki partisipasi lebih luas dalam jumlah saham yang diperdagangkan, termasuk pada emiten berharga rendah dan saham lapis kedua maupun ketiga.
Pada perdagangan Selasa, investor asing mencatatkan net sell sekitar Rp1,07 triliun di seluruh pasar.
Penjualan bersih di pasar reguler mencapai Rp788,57 miliar. Sementara itu, pasar negosiasi dan tunai membukukan net sell sekitar Rp276,89 miliar.
Sumber pasar lain mencatat total jual bersih sekitar Rp1,06 triliun. Perbedaan kecil dapat disebabkan pembulatan atau waktu pengambilan data.
Investor asing mencatat nilai pembelian sekitar Rp3,3 triliun dan penjualan Rp4,4 triliun. Kontribusinya mencapai 35,01% dari nilai transaksi harian.
Investor domestik membukukan pembelian sekitar Rp7,6 triliun dan penjualan Rp6,6 triliun. Sekali lagi, pembelian lokal menjadi penyeimbang terhadap keluarnya dana asing.
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa dengan penurunan 55,195 poin atau 0,89% ke level 6.130,588.
Indeks dibuka di posisi 6.175,198 dan sempat naik ke level tertinggi 6.199,440. Namun, tekanan jual meningkat pada sesi kedua dan mendorong indeks turun hingga menyentuh titik terendah 6.130,588, yang sekaligus menjadi posisi penutupan.
Penutupan pada titik terendah harian menunjukkan tekanan jual masih kuat menjelang akhir perdagangan. Data publik juga mengonfirmasi IHSG turun sekitar 55,19 poin ke level 6.130 dengan nilai transaksi sekitar Rp10,7 triliun.
Sebanyak 265 saham menguat, 360 saham melemah, dan 172 saham tidak berubah. Jumlah saham yang turun lebih banyak daripada saham yang naik, menandakan koreksi terjadi cukup luas.
Aktivitas perdagangan mencakup sekitar 25,456 miliar saham melalui 1.677.594 transaksi. Nilai transaksi mencapai Rp10,921 triliun, sedangkan kapitalisasi pasar BEI berada di sekitar Rp10.775,76 triliun.
Net foreign sell tidak otomatis membuat indeks selalu turun. Investor domestik dapat menyerap saham yang dilepas dan beberapa emiten dapat tetap naik apabila memiliki permintaan kuat.
Namun, penjualan asing yang konsisten dapat memberikan tiga tekanan.
Pertama, saham berkapitalisasi besar sering menjadi tujuan utama dana institusi asing. Penjualan pada saham-saham tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap indeks.
Kedua, arus keluar dapat meningkatkan kebutuhan investor asing terhadap valuta asing ketika dana hasil penjualan dikonversi keluar dari rupiah.
Ketiga, net sell berkepanjangan dapat memengaruhi sentimen investor lain, terutama apabila dianggap mencerminkan penurunan kepercayaan terhadap prospek pasar.
Meski begitu, data agregat tidak menjelaskan alasan setiap transaksi. Aksi jual dapat berasal dari rebalancing indeks, perubahan alokasi regional, kebutuhan likuiditas, pengelolaan risiko mata uang, atau penilaian terhadap saham tertentu.
Karena itu, angka net sell tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai penolakan terhadap seluruh perusahaan Indonesia.
Dominasi investor domestik merupakan salah satu perubahan penting dalam struktur pasar modal Indonesia.
Investor lokal kini mampu menyerap sebagian besar volume dan nilai transaksi. Kondisi ini mengurangi ketergantungan bursa terhadap satu kelompok investor.
Namun, kuatnya partisipasi domestik belum sepenuhnya menghilangkan pengaruh asing. Investor global tetap aktif pada saham-saham besar dan likuid yang memiliki bobot tinggi dalam IHSG.
Situasi pasar saat ini memperlihatkan bahwa investor domestik berfungsi sebagai penahan tekanan, bukan selalu sebagai kekuatan yang langsung membalikkan tren.
Konfirmasi pemulihan membutuhkan beberapa perkembangan, seperti meredanya net sell asing, meningkatnya jumlah saham yang menguat, membaiknya nilai transaksi, dan masuknya pembelian pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Sebelum kondisi tersebut terlihat secara konsisten, IHSG masih berpotensi bergerak volatil meskipun likuiditas domestik tetap terjaga.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Data transaksi asing, domestik, dan pergerakan indeks bukan rekomendasi maupun ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Sumber: kompas.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.