Saham News
Net Sell Asing di BEI Tembus Rp94 Triliun, Saham Apa Paling Banyak Dilepas?
/index.php
Saham News - Diposting pada 29 July 2026 Waktu baca 5 menit
JAKARTA — Pasar saham Asia-Pasifik bergerak dalam tekanan pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026, ketika investor menghadapi tiga sumber ketidakpastian sekaligus: keputusan suku bunga Federal Reserve, laporan keuangan perusahaan teknologi besar, dan kembali memanasnya konflik Amerika Serikat–Iran.
Saham teknologi dan semikonduktor menjadi pusat aksi jual. Indeks Kospi Korea Selatan turun sekitar 5% setelah laporan produsen cip SK Hynix gagal memenuhi ekspektasi pasar yang sudah sangat tinggi. Indeks MSCI Asia-Pasifik juga melemah sekitar 1%, sedangkan tekanan terhadap saham teknologi Jepang membuat Nikkei berada di jalur penurunan bulanan yang tajam.
Pergerakan tersebut menunjukkan investor tidak hanya mempertimbangkan pertumbuhan laba perusahaan teknologi. Pasar juga mulai menilai apakah valuasi saham berbasis kecerdasan buatan sudah terlalu mahal dibandingkan kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas dari investasi besar pada pusat data dan komputasi AI.
Tekanan geopolitik meningkat setelah Pasukan Garda Revolusi Iran meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Militer AS menyatakan seluruh rudal berhasil dicegat dan tidak menimbulkan korban atau kerusakan besar. Meski demikian, serangan tersebut mengakhiri jeda sementara dalam konflik dan meningkatkan risiko operasi militer balasan oleh Washington.
Harga minyak WTI melonjak lebih dari 3% dan kembali bergerak di atas US$82 per barel setelah kabar serangan tersebut. Kenaikan minyak mencerminkan kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali mengganggu produksi, pelabuhan, maupun pelayaran energi melalui Selat Hormuz dan Laut Merah.
Minyak yang lebih mahal menjadi masalah bagi pasar saham karena dapat meningkatkan biaya transportasi, produksi, dan distribusi. Apabila tekanan tersebut diteruskan ke harga barang, inflasi berpotensi bertahan lebih lama dan mempersempit ruang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan.
Federal Open Market Committee menggelar pertemuan selama dua hari pada 28–29 Juli 2026. Keputusan dijadwalkan diumumkan pada Rabu pukul 14.00 waktu New York, disusul konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh 30 menit kemudian.
Sebelum keputusan tersebut, suku bunga acuan berada pada kisaran 3,50%–3,75%.
Pelaku pasar masih lebih banyak memperkirakan The Fed mempertahankan tingkat bunga. Namun, lonjakan harga minyak dan risiko inflasi telah meningkatkan peluang kenaikan 25 basis poin. Data FedWatch yang dikutip menjelang rapat menunjukkan peluang kenaikan telah meningkat menjadi sekitar 30%–38%, sehingga keputusan kali ini dinilai lebih sulit diprediksi dibandingkan pertemuan sebelumnya.
Menahan bunga dapat memberi The Fed lebih banyak waktu untuk menilai dampak konflik dan harga energi. Sebaliknya, kenaikan bunga akan menjadi sinyal bahwa bank sentral memprioritaskan kredibilitas pengendalian inflasi meskipun terdapat risiko perlambatan ekonomi.
Reaksi pasar kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh keputusan suku bunga.
Investor akan mengamati cara Kevin Warsh menjelaskan pandangan The Fed mengenai inflasi, harga minyak, pertumbuhan ekonomi, dan arah kebijakan berikutnya. Sejak menjabat sebagai ketua pada Mei, Warsh cenderung mengurangi panduan kebijakan yang terlalu rinci sehingga pasar memiliki lebih sedikit petunjuk mengenai keputusan selanjutnya.
Nada hawkish—yang menunjukkan kekhawatiran besar terhadap inflasi—dapat mengangkat dolar AS dan imbal hasil obligasi Treasury. Kondisi tersebut biasanya menekan saham teknologi serta aset negara berkembang.
Sebaliknya, keputusan menahan bunga yang disertai penjelasan bahwa lonjakan minyak bersifat sementara dapat membantu memulihkan selera risiko.
Bursa Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa.
Dow Jones Industrial Average melonjak sekitar 537 poin atau 1%, mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut. S&P 500 bertambah sekitar 0,2%, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,2% akibat berlanjutnya aksi jual saham semikonduktor.
Indeks Philadelphia Semiconductor merosot sekitar 4,5%. Penurunan tersebut menunjukkan investor sedang melakukan rotasi keluar dari perusahaan cip yang sebelumnya menjadi pemimpin reli berbasis AI.
Penguatan Dow didukung saham sektor industri dan perusahaan yang membukukan laporan keuangan positif. Penurunan harga minyak sebelum serangan rudal terbaru juga sempat membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan mengangkat saham-saham yang sensitif terhadap biaya energi.
Ford Motor menjadi salah satu perusahaan yang memperoleh respons positif setelah melaporkan kinerja kuartal kedua.
Laba operasional inti Ford tumbuh hampir 20% menjadi US$2,5 miliar dan melampaui proyeksi analis. Perusahaan juga menaikkan target laba operasional 2026 menjadi US$10 miliar–US$11 miliar. Saham Ford kemudian menguat sekitar 4% dalam perdagangan setelah jam bursa.
Visa mencatat pendapatan dan laba yang lebih tinggi daripada perkiraan. Namun, sahamnya melemah setelah pasar menilai pembaruan panduan tahunan belum cukup kuat. Reaksi tersebut menunjukkan hasil yang melampaui konsensus belum tentu mendorong kenaikan saham apabila ekspektasi investor sebelumnya sudah tinggi.
Musim laporan keuangan akan semakin padat pada Rabu.
Procter & Gamble dan Humana dijadwalkan mengumumkan hasilnya sebelum pembukaan perdagangan Amerika Serikat. Kinerja keduanya akan memberikan gambaran mengenai konsumsi rumah tangga, biaya produksi, serta kondisi industri layanan kesehatan.
Setelah pasar ditutup, fokus akan beralih kepada Microsoft, Meta Platforms, dan Qualcomm.
Microsoft dijadwalkan merilis hasil kuartal keempat tahun fiskal 2026. Investor terutama akan memperhatikan pertumbuhan bisnis cloud, pendapatan AI, dan besarnya belanja modal pusat data.
Meta akan menggelar konferensi laporan kuartal keduanya pada 29 Juli, sedangkan Qualcomm akan mengumumkan hasil kuartal ketiga tahun fiskal 2026 setelah penutupan pasar.
Laporan tersebut dapat menentukan apakah aksi jual semikonduktor meluas atau mulai mereda. Pertumbuhan pendapatan yang kuat belum tentu cukup apabila perusahaan menaikkan belanja AI tanpa menunjukkan jalur keuntungan yang jelas.
Bursa Asia memiliki sensitivitas tinggi terhadap keputusan The Fed karena perubahan suku bunga AS memengaruhi dolar, yield Treasury, dan arus modal global.
Bunga AS yang lebih tinggi dapat mendorong investor memindahkan dana dari pasar negara berkembang ke instrumen dolar. Negara yang bergantung pada impor minyak juga menghadapi tekanan tambahan karena energi yang mahal dapat melemahkan nilai tukar dan meningkatkan inflasi.
Di sisi lain, saham semikonduktor memiliki bobot besar di Korea Selatan, Taiwan, dan Jepang. Karena itu, perubahan sentimen terhadap AI dapat menghasilkan pergerakan indeks yang jauh lebih tajam daripada di pasar yang struktur sektoralnya lebih beragam.
Keputusan The Fed dan laporan perusahaan teknologi akan menjadi dua penentu utama perdagangan berikutnya.
Skenario yang paling mendukung pasar adalah The Fed mempertahankan suku bunga dengan komunikasi yang terukur, sementara Microsoft, Meta, dan Qualcomm mampu menunjukkan bahwa belanja AI menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang sepadan.
Skenario yang lebih negatif adalah kenaikan bunga atau pernyataan hawkish yang terjadi bersamaan dengan proyeksi belanja teknologi yang semakin besar tetapi pertumbuhan laba melemah.
Konflik AS–Iran menambah lapisan ketidakpastian. Serangan baru dapat kembali mendorong minyak, dolar, dan permintaan aset aman, sekaligus menekan saham teknologi dan pasar negara berkembang.
Dengan demikian, volatilitas Asia-Pasifik kemungkinan tetap tinggi sampai investor memperoleh kejelasan mengenai kebijakan The Fed, prospek laba teknologi, dan arah konflik Timur Tengah.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Pembahasan mengenai indeks, saham, komoditas, dan suku bunga bukan rekomendasi atau ajakan untuk melakukan transaksi investasi.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.