Saham News
Net Sell Asing di BEI Tembus Rp94 Triliun, Saham Apa Paling Banyak Dilepas?
/index.php
Saham News - Diposting pada 29 July 2026 Waktu baca 5 menit
JAKARTA — Laporan keuangan terbaru PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. akan menjadi ujian penting bagi optimisme analis terhadap saham GOTO yang selama beberapa pekan tertahan di level Rp50.
GoTo dijadwalkan mengumumkan hasil kuartal II dan semester I-2026 pada Rabu, 29 Juli 2026. Laporan yang akan dipublikasikan merupakan laporan konsolidasian untuk enam bulan hingga 30 Juni 2026 yang belum diaudit dan belum direviu. Manajemen juga akan mengadakan konferensi dengan investor pada pukul 19.00 WIB.
Menjelang pengumuman tersebut, konsensus Bloomberg yang dikutip sejumlah laporan menunjukkan pandangan analis masih didominasi rekomendasi positif. Dari 31 perusahaan sekuritas, sebanyak 24 atau sekitar 77% memberikan rekomendasi beli, tujuh memilih tahan, dan tidak ada yang menyarankan jual.
Rata-rata target harga konsensus berada di Rp80 per saham. Dibandingkan penutupan GOTO di Rp50 pada 28 Juli, target tersebut mencerminkan potensi kenaikan teoretis sekitar 60%.
Saham GOTO telah diperdagangkan di sekitar Rp50 sejak pertengahan Mei. Pada 28 Juli, harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupannya sama-sama berada di Rp50 dengan volume sekitar 23,43 juta saham.
Kondisi harga yang tidak banyak bergerak membuat potensi keuntungan berdasarkan target analis terlihat besar. Namun, situasi tersebut juga membawa risiko tersendiri.
Likuiditas yang menurun dapat menyulitkan investor menjual saham dalam jumlah besar dengan cepat. Antrean jual yang tebal juga dapat membuat harga tidak langsung bereaksi meskipun perusahaan mengumumkan perkembangan fundamental yang positif.
Head of Research OCBC Sekuritas Gani menilai level Rp50 dapat menjadi titik masuk yang menarik karena ruang penurunan harga dinilai semakin terbatas. Namun, ia mengingatkan investor agar tetap memperhatikan aktivitas dan likuiditas perdagangan saham tersebut.
Penilaian mengenai risiko penurunan yang terbatas tidak berarti harga saham bebas risiko. Pergerakan GOTO tetap dapat dipengaruhi sentimen pasar, perubahan aturan perdagangan, kinerja operasional, dan keseimbangan permintaan serta penawaran saham.
Salah satu sumber kekhawatiran pasar adalah kebijakan baru yang membatasi komisi platform transportasi daring menjadi maksimal 8% untuk layanan penumpang roda dua.
GoTo dan Grab sebelumnya mengenakan komisi hingga sekitar 20%. Skema baru mulai diterapkan pada 1 Juli 2026 dan memberikan mitra pengemudi sedikitnya 92% dari pendapatan tarif dasar perjalanan.
Kebijakan tersebut berpotensi menekan tingkat monetisasi bisnis mobilitas Gojek. Namun, dampak akhirnya tidak hanya ditentukan oleh penurunan persentase komisi.
GoTo dapat melakukan penyesuaian melalui efisiensi insentif, perubahan struktur biaya, pertumbuhan jumlah perjalanan, pengembangan layanan premium, iklan, langganan, dan sumber pendapatan lain dalam ekosistemnya.
Karena aturan baru baru berlaku sejak 1 Juli, laporan semester pertama belum akan menunjukkan dampak satu kuartal penuh. Kinerja kuartal II lebih tepat digunakan sebagai posisi awal untuk menilai kondisi bisnis sebelum efek kebijakan tersebut tercermin secara lengkap pada kuartal berikutnya.
Investor diperkirakan akan meminta penjelasan manajemen mengenai besarnya kontribusi layanan GoRide, strategi mempertahankan margin, dan kemungkinan perubahan target profitabilitas setelah komisi dipangkas.
Maybank Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp80. Morgan Stanley memberikan pandangan equal weight dengan target Rp79.
UOB Kay Hian Sekuritas memasang rekomendasi beli dan target Rp78. BRI Danareksa Sekuritas menetapkan target Rp70 setelah memangkas proyeksi sebelumnya, sedangkan Macquarie memberikan rekomendasi outperform dengan target Rp72.
| Sekuritas | Rekomendasi | Target harga |
|---|---|---|
| Maybank Sekuritas | Beli | Rp80 |
| Morgan Stanley | Equal weight | Rp79 |
| UOB Kay Hian | Beli | Rp78 |
| Macquarie | Outperform | Rp72 |
| BRI Danareksa | Beli | Rp70 |
Dibandingkan harga Rp50, target-target tersebut menggambarkan potensi kenaikan teoretis antara 40% dan 60%.
Namun, target analis bukan jaminan harga akan tercapai. Target tersebut dibangun menggunakan asumsi mengenai pertumbuhan transaksi, monetisasi, biaya insentif, margin, profitabilitas fintech, risiko regulasi, dan valuasi pasar.
BRI Danareksa, misalnya, mempertahankan rekomendasi beli tetapi memangkas target GOTO dari Rp80 menjadi Rp70 setelah memperhitungkan aturan komisi baru. Sekuritas tersebut juga menurunkan proyeksi laba bersih menjadi Rp604 miliar untuk 2026, Rp861 miliar pada 2027, dan Rp1,33 triliun pada 2028.
Optimisme analis memperoleh dukungan dari hasil kuartal pertama.
GoTo mencatat laba bersih Rp171 miliar pada Januari–Maret 2026, berbalik dari rugi bersih Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Itu merupakan laba bersih kuartalan pertama dalam sejarah perusahaan.
Pendapatan bersih tumbuh 26% menjadi Rp5,3 triliun. Nilai transaksi bruto inti atau core gross transaction value naik 65% menjadi sekitar Rp138 triliun, sedangkan EBITDA yang disesuaikan meningkat 131% menjadi Rp907 miliar.
GoTo juga membukukan arus kas bebas yang disesuaikan sebesar Rp1,3 triliun. Perusahaan mempertahankan panduan EBITDA yang disesuaikan sepanjang 2026 pada Rp3,2 triliun–Rp3,4 triliun.
Pada bisnis teknologi finansial, EBITDA yang disesuaikan meningkat menjadi Rp364 miliar. Nilai pokok pinjaman tumbuh 59% secara tahunan menjadi Rp9,9 triliun.
Segmen layanan sesuai permintaan atau on-demand services menghasilkan EBITDA yang disesuaikan Rp439 miliar. Namun, nilai transaksi mobilitas turun 3% menjadi Rp5,7 triliun, sementara bisnis pengantaran mencatat pertumbuhan 8% menjadi Rp10,6 triliun.
Angka tersebut menunjukkan profitabilitas membaik, tetapi pertumbuhan bisnis mobilitas belum sekuat segmen fintech dan pengantaran.
Laporan semester pertama akan dinilai berdasarkan kemampuan GoTo mempertahankan laba, bukan hanya mencetak keuntungan satu kali.
Pertama, investor akan melihat pertumbuhan pendapatan bersih. Pertumbuhan yang tetap lebih tinggi daripada kenaikan biaya dapat menunjukkan bahwa skala bisnis mulai menghasilkan keuntungan operasional.
Kedua, pasar akan mengamati EBITDA yang disesuaikan. GoTo perlu menunjukkan bahwa pencapaian Rp907 miliar pada kuartal pertama berlanjut menuju target tahunan Rp3,2 triliun–Rp3,4 triliun.
Ketiga, perhatian akan tertuju pada arus kas bebas. Laba akuntansi akan dinilai lebih berkualitas apabila disertai kas yang benar-benar dihasilkan bisnis.
Keempat, investor akan memeriksa pertumbuhan nilai transaksi serta pengguna pada bisnis fintech dan layanan sesuai permintaan. Pertumbuhan kredit GoTo Financial juga harus diikuti kualitas aset yang terkendali.
Laporan kuartal II mencakup periode hingga 30 Juni, sedangkan aturan komisi baru berlaku sehari setelah periode tersebut berakhir.
Karena itu, informasi paling relevan mungkin muncul dalam paparan manajemen, bukan seluruhnya dalam laporan historis.
Investor membutuhkan gambaran mengenai dampak komisi 8% terhadap pendapatan mobilitas, kebutuhan insentif, biaya perlindungan mitra, harga layanan, dan panduan EBITDA sepanjang tahun.
Pasar juga akan mencermati apakah GoTo mempertahankan target 2026 atau melakukan penyesuaian setelah perubahan regulasi.
Apabila profitabilitas kuartal pertama dapat dipertahankan dan manajemen memberikan strategi yang meyakinkan untuk menghadapi komisi baru, pandangan positif analis memperoleh dukungan tambahan.
Sebaliknya, perlambatan pendapatan, pembengkakan insentif, atau revisi turun terhadap panduan dapat membuat target harga Rp70–Rp80 semakin sulit dicapai.
Harga Rp50 membuat valuasi GOTO terlihat menarik bagi sebagian analis. Namun, potensi kenaikan yang besar juga mencerminkan tingginya ketidakpastian yang telah dimasukkan pasar ke dalam harga saham.
Risiko utamanya mencakup dampak komisi 8%, kompetisi dengan platform lain, pertumbuhan mobilitas yang lemah, penurunan likuiditas saham, kualitas portofolio pinjaman, dan kebutuhan mempertahankan pertumbuhan tanpa kembali membakar kas secara berlebihan.
Laporan semester pertama akan menunjukkan apakah laba kuartal I merupakan awal profitabilitas yang konsisten atau pencapaian yang belum cukup kuat untuk mengubah persepsi investor.
Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan memberikan informasi dan edukasi. Target harga dan rekomendasi analis bukan jaminan hasil serta bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.