Banyak Akun WhatsApp Diblokir, Meta Akui Sistem Bisa Salah

Berita Terkini - Diposting pada 06 August 2026 Waktu baca 5 menit

Sejumlah pengguna WhatsApp mengeluhkan akun mereka tiba-tiba tidak dapat digunakan pada awal Agustus 2026. Saat membuka aplikasi, pengguna tidak langsung melihat daftar percakapan, melainkan pemberitahuan bahwa akun sedang ditinjau.

Keluhan tersebut ramai dibagikan melalui platform media sosial seperti X dan Threads. Sebagian pengguna mengaku hanya menjalankan aktivitas komunikasi sehari-hari sebelum akses ke akun pribadi maupun akun WhatsApp Business mereka dibatasi.

 

Laporan pada 3 Agustus 2026 juga muncul dari pengguna di India dan sejumlah negara lain. Pemberitahuan yang diterima pengguna menyebut WhatsApp sedang memeriksa aktivitas akun dan informasi perangkat untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan layanan. Hasil pemeriksaan biasanya dijanjikan dalam waktu sekitar 24 jam.

 

Dalam materi yang menjadi dasar artikel ini, keluhan serupa juga disebut muncul dari pengguna Indonesia. Namun, Meta belum menerbitkan daftar resmi negara atau wilayah yang terdampak.

 

Meta Mengakui Sistem Tidak Selalu Tepat

Meta akhirnya memberikan tanggapan setelah keluhan pengguna semakin banyak diperbincangkan.

Perusahaan menjelaskan bahwa WhatsApp secara rutin menindak akun yang diduga menyalahgunakan layanan. Langkah tersebut diperlukan untuk melindungi pengguna dari spam, penipuan, dan aktivitas lain yang berpotensi mengganggu keamanan platform.

 

Namun, Meta juga mengakui bahwa sistem penindakan tersebut dapat menghasilkan keputusan yang keliru. Ketika kesalahan teridentifikasi, perusahaan berupaya mengembalikan akses pengguna secepat mungkin.

Meta mengatakan telah mengambil tindakan untuk memulihkan akun-akun yang terdampak. Meski demikian, perusahaan tidak menyebutkan jumlah akun yang salah diblokir maupun kapan seluruh proses pemulihan akan selesai.

 

Penyebab Pastinya Belum Dijelaskan

Hingga 4 Agustus 2026, WhatsApp belum menjelaskan pemicu teknis yang menyebabkan sejumlah akun masuk proses peninjauan secara bersamaan.

Belum diketahui apakah kasus tersebut berasal dari pembaruan sistem, perubahan pada algoritma pendeteksi penyalahgunaan, kesalahan konfigurasi, atau faktor lain.

Meta juga belum memastikan apakah gangguan lebih banyak terjadi di negara tertentu. Karena itu, menyebut insiden ini sebagai pemblokiran global terhadap seluruh pengguna akan terlalu jauh dari informasi yang tersedia.

 

Hal yang telah dikonfirmasi adalah adanya sejumlah laporan akun yang tidak dapat diakses, pengakuan Meta bahwa kesalahan penindakan dapat terjadi, dan langkah perusahaan untuk memulihkan akun terdampak.

 

Apakah Akun Benar-Benar Diblokir Permanen?

Status “akun sedang ditinjau” tidak selalu berarti nomor pengguna telah diblokir secara permanen.

Dalam kondisi tersebut, WhatsApp sedang memeriksa aktivitas akun dan informasi perangkat. Selama pemeriksaan berlangsung, pengguna mungkin tidak bisa mengirim pesan, menerima pesan, atau mengakses fitur aplikasi lainnya.

 

Sementara itu, pemberitahuan yang menyebut akun tidak lagi dapat menggunakan WhatsApp biasanya berkaitan dengan dugaan pelanggaran terhadap Ketentuan Layanan.

Menurut penjelasan WhatsApp, akun dapat ditindak apabila aktivitasnya dinilai berkaitan dengan spam, penipuan, atau tindakan yang membahayakan keamanan pengguna lain. Aktivitas seperti sering berganti perangkat dalam waktu singkat juga dapat terlihat sebagai tanda percobaan pengambilalihan akun.

 

Namun, alasan umum tersebut belum tentu menjadi penyebab gelombang peninjauan akun pada awal Agustus 2026.

 

Cara Mengajukan Peninjauan Akun WhatsApp

Pengguna yang mendapatkan tombol Minta tinjauan atau Request a review dapat mengajukan pemeriksaan melalui aplikasi.

Berikut langkah yang dapat dilakukan:

  1. Buka WhatsApp pada perangkat dan nomor yang terdampak.

  2. Tekan tombol Minta tinjauan pada halaman pemberitahuan.

  3. Tambahkan keterangan singkat apabila kolom penjelasan tersedia.

  4. Kirim permintaan dan tunggu pemberitahuan dari WhatsApp.

  5. Periksa perkembangan peninjauan melalui aplikasi.

WhatsApp hanya memeriksa satu nomor dalam setiap proses banding. Menghubungi layanan dukungan berkali-kali atau menggunakan akun orang lain tidak akan mempercepat keputusan. Jasa pihak ketiga juga tidak memiliki kewenangan untuk membuka blokir karena keputusan hanya dapat dilakukan oleh WhatsApp.

 

Waktu sekitar 24 jam yang ditampilkan pada layar merupakan perkiraan, bukan jaminan bahwa seluruh akun pasti dipulihkan dalam periode tersebut.

 

Hindari Aplikasi WhatsApp Tidak Resmi

WhatsApp menjelaskan bahwa pemblokiran sementara juga dapat diberikan kepada pengguna aplikasi tidak resmi atau pihak yang mengumpulkan informasi pengguna secara otomatis melalui praktik scraping.

Pengguna aplikasi modifikasi sebaiknya beralih ke WhatsApp atau WhatsApp Business resmi. Melanjutkan penggunaan aplikasi yang tidak didukung setelah menerima peringatan dapat meningkatkan risiko pemblokiran permanen.

Pengguna juga perlu menghindari:

  • Pengiriman pesan identik secara massal.

  • Menghubungi banyak nomor yang tidak mengenal pengirim.

  • Penggunaan perangkat lunak pengirim pesan otomatis tidak resmi.

  • Membagikan kode OTP atau PIN keamanan.

  • Memindai kode QR dari orang yang tidak dikenal.

  • Membayar jasa yang mengaku dapat membuka blokir WhatsApp.

 

Dampaknya Bisa Serius bagi Pengguna Bisnis

Pembatasan akses WhatsApp tidak hanya mengganggu percakapan pribadi. Bagi tenaga kesehatan, penjual daring, customer service, dan pemilik usaha kecil, WhatsApp sering menjadi jalur utama untuk menerima pesanan dan berkomunikasi dengan pelanggan.

 

Pemilik bisnis sebaiknya tidak menyimpan seluruh data penting hanya di dalam satu aplikasi. Nomor pelanggan, riwayat pesanan, invoice, dan informasi transaksi perlu dicadangkan ke sistem lain.

Kanal komunikasi alternatif seperti telepon, SMS, email, atau platform pesan lain juga sebaiknya disiapkan. Dengan demikian, kegiatan operasional tidak langsung berhenti ketika akun sedang bermasalah.

 

Pengguna Masih Menunggu Penjelasan Lengkap

Pernyataan Meta memberikan kepastian bahwa perusahaan mengetahui masalah tersebut dan telah memulai proses pemulihan. Namun, masih ada sejumlah pertanyaan yang belum terjawab.

Meta belum menjelaskan berapa banyak akun yang terdampak, negara mana yang paling banyak mengalami masalah, dan apa yang menyebabkan peningkatan peninjauan secara mendadak.

 

Pengguna yang sedang mengalami masalah disarankan mengikuti proses peninjauan resmi di dalam aplikasi, tidak menggunakan jasa pemulihan tidak resmi, dan menunggu keputusan WhatsApp.

Sumber: cnnindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :