Berita Terkini
Anggaran MBG Bisa Turun di Bawah Rp200 T, Purbaya Ungkap Efisiensi Baru
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 02 September 2026 Waktu baca 5 menit
Harga sejumlah bahan bakar minyak nonsubsidi Pertamina mengalami perubahan pada awal September 2026. Penyesuaian berlangsung dalam dua tahap selama dua hari berturut-turut, yakni pada 1 dan 2 September.
Setelah Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex naik pada Selasa, 1 September 2026, giliran Pertamax Green 95 yang mengalami kenaikan mulai Rabu, 2 September 2026 pukul 00.00 WIB.
Untuk wilayah DKI Jakarta dan sejumlah wilayah Jawa, Pertamax Green 95 kini dibanderol Rp19.150 per liter, naik Rp2.550 dari harga sebelumnya Rp16.600.
Sementara itu, harga Pertamax RON 92 tidak berubah dan tetap berada di level Rp15.950 per liter.
Pertamax Green 95 menjadi produk terbaru yang mengalami penyesuaian.
Harga BBM RON 95 tersebut sebelumnya berada di Rp16.600 per liter. Mulai 2 September, harganya menjadi Rp19.150 per liter.
Kenaikan Pertamax Green melanjutkan perubahan harga yang dilakukan Pertamina Patra Niaga sehari sebelumnya.
Pada 1 September, Pertamax Turbo RON 98 naik Rp1.300 dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter.
Kenaikan yang lebih besar terjadi pada produk diesel.
Dexlite berubah dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter atau bertambah Rp4.000.
Pertamina Dex juga naik Rp4.050 dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter.
Berikut harga yang berlaku untuk DKI Jakarta dan wilayah Jawa dengan struktur harga serupa per 2 September 2026:
| Jenis BBM | Harga per Liter |
|---|---|
| Pertalite | Rp10.000 |
| Pertamax RON 92 | Rp15.950 |
| Pertamax Green 95 | Rp19.150 |
| Pertamax Turbo RON 98 | Rp19.600 |
| Dexlite | Rp23.700 |
| Pertamina Dex | Rp25.200 |
| Biosolar Subsidi | Rp6.800 |
Harga BBM Pertamina dapat berbeda antarprovinsi karena komponen harga di masing-masing wilayah tidak selalu sama.
Karena itu, konsumen yang berada di luar DKI Jakarta dan Jawa perlu melihat harga yang berlaku di wilayah masing-masing.
Tahap pertama penyesuaian berlaku mulai 1 September 2026.
Pertamina Patra Niaga saat itu menaikkan tiga produk nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Pertamax Turbo:
Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter.
Dexlite:
Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter.
Pertamina Dex:
Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter.
Ketika penyesuaian tersebut diumumkan, harga Pertamax dan Pertamax Green 95 belum berubah.
Situasinya kemudian berubah sehari setelahnya ketika Pertamina kembali mengumumkan penyesuaian Pertamax Green 95.
Mulai 2 September 2026 pukul 00.00 WIB, harga Pertamax Green 95 resmi berubah dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter.
Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut merupakan bagian dari perubahan harga produk BBM nonsubsidi yang sebelumnya sudah dilakukan terhadap Pertamax Turbo dan Dex Series.
Dengan perubahan itu, empat produk nonsubsidi mengalami kenaikan dalam rangkaian penyesuaian awal September.
Pertamax menjadi salah satu produk yang tidak mengalami kenaikan pada periode tersebut.
Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa penentuan harga BBM nonsubsidi menggunakan formula yang telah ditetapkan pemerintah.
Ada beberapa faktor yang ikut diperhitungkan dalam formula tersebut.
Salah satunya adalah pergerakan harga minyak mentah dunia.
Selain itu, nilai tukar rupiah juga memiliki peran karena sebagian komponen biaya industri energi berkaitan dengan pasar internasional dan denominasi mata uang asing.
Faktor lain yang diperhitungkan antara lain pajak serta kondisi ekonomi yang relevan.
Pertamina juga menyebut daya beli dan kondisi sosial masyarakat sebagai pertimbangan dalam penyesuaian harga.
Dengan demikian, perubahan harga BBM nonsubsidi tidak hanya dipengaruhi satu indikator.
Di tengah kenaikan sejumlah produk, Pertamax RON 92 tetap dijual Rp15.950 per liter untuk DKI Jakarta dan sejumlah wilayah Jawa.
Harga ini sudah berlaku sejak 1 Agustus 2026.
Sebelumnya, Pertamax berada di level Rp16.250 per liter sebelum diturunkan menjadi Rp15.950.
Karena itu, angka Rp16.250 tidak lagi menjadi harga Pertamax yang berlaku di Jakarta pada 2 September 2026.
Konsumen perlu memperhatikan tanggal dan wilayah ketika membandingkan harga karena daftar harga lama masih dapat beredar di internet.
Penyesuaian awal September terutama terjadi pada produk BBM nonsubsidi.
Harga Pertalite masih dipertahankan Rp10.000 per liter.
Sementara Biosolar subsidi tetap berada di Rp6.800 per liter.
Dengan demikian, perubahan pada 1–2 September tidak otomatis berarti seluruh produk Pertamina mengalami kenaikan.
Daftar harga BBM tidak dapat selalu diterapkan sama untuk seluruh Indonesia.
Pertamina menetapkan harga nonsubsidi berdasarkan wilayah, sehingga konsumen dapat menemukan nominal berbeda di sejumlah provinsi.
Sebagai contoh, harga Pertamax di beberapa wilayah Sumatra dapat berbeda dari harga yang berlaku di Jakarta dan Jawa.
Perbedaan tersebut perlu diperhatikan saat membaca informasi harga BBM nasional.
Karena itu, daftar harga dalam artikel ini menggunakan harga yang berlaku di DKI Jakarta dan wilayah Jawa dengan struktur harga sejenis sebagai referensi utama.
Selain mengumumkan perubahan harga, Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan.
Konsumen juga disarankan menggunakan jenis BBM yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan.
Research Octane Number atau RON pada bensin dan Cetane Number atau CN pada diesel menunjukkan karakteristik bahan bakar yang berbeda.
Karena itu, memilih produk hanya berdasarkan harga termurah belum tentu menjadi pilihan yang sesuai untuk setiap kendaraan.
Pedoman utama tetap spesifikasi bahan bakar yang direkomendasikan produsen kendaraan.
Dalam dua hari pertama September 2026, perubahan harga BBM nonsubsidi Pertamina terjadi dalam dua tahap.
Pada 1 September, Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.600, Dexlite Rp23.700, dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter.
Sehari kemudian, Pertamax Green 95 naik menjadi Rp19.150 per liter.
Pertamax tetap Rp15.950 per liter di Jakarta dan Jawa, sementara Pertalite dan Biosolar subsidi juga tidak mengalami perubahan.
Dengan perubahan harga yang dapat terjadi berdasarkan waktu dan wilayah, konsumen disarankan memeriksa harga terbaru sebelum mengisi bahan bakar, khususnya untuk produk nonsubsidi.
Sumber: kompas.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.