Berita Terkini
Anggaran MBG Bisa Turun di Bawah Rp200 T, Purbaya Ungkap Efisiensi Baru
/index.php
Saham News - Diposting pada 02 September 2026 Waktu baca 5 menit
Pasar saham Indonesia memasuki perdagangan Rabu, 2 September 2026 dengan modal positif setelah IHSG menguat tajam pada sesi sebelumnya.
Pada perdagangan Selasa, 1 September, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik 1,14% ke level 6.599,94. Kenaikan tersebut didukung saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, sementara investor asing kembali mencatatkan arus dana masuk yang signifikan.
Di tengah kondisi tersebut, Mega Capital Sekuritas mencantumkan lima saham dalam trading idea hari ini, yakni BGTG, BUMI, MEDC, UNTR, dan BUVA.
Berikut level perdagangan yang dipublikasikan untuk Rabu, 2 September 2026:
| Saham | Area Buy | Target Price | Stop Loss |
|---|---|---|---|
| BGTG | Rp121–123 | Rp125–128 | Rp114 |
| BUMI | Rp200–206 | Rp210–214 | Rp193 |
| MEDC | Rp1.440–1.455 | Rp1.470–1.500 | Rp1.370 |
| UNTR | Rp25.450–25.550 | Rp26.000–26.550 | Rp24.100 |
| BUVA | Rp775–790 | Rp800–810 | Rp730 |
Level tersebut merupakan trading idea dari Mega Capital Sekuritas dan bukan jaminan bahwa harga saham akan mencapai target yang ditetapkan.
Sentimen pasar domestik menjelang perdagangan hari ini cukup kuat.
IHSG pada Selasa ditutup di 6.599,94 setelah naik 74,46 poin atau 1,14%.
Saham bank besar menjadi salah satu penggerak utama. BBRI melonjak 4%, BBCA naik 1,93%, sedangkan BMRI menguat 2,13%.
Pada saat yang sama, investor asing membukukan net buy sekitar Rp1,76 triliun di pasar reguler. Jika seluruh pasar diperhitungkan, nilai pembelian bersih asing mencapai Rp2,03 triliun.
Dari 11 sektor saham, sembilan sektor berakhir di zona positif. Industrials menjadi sektor dengan penguatan terbesar sebesar 3,71%, sedangkan Basic Materials melemah 0,56%.
Penguatan pasar Indonesia terjadi ketika Wall Street mengawali September dengan tekanan.
Dow Jones Industrial Average turun 0,79% menjadi 52.766,88. S&P 500 terkoreksi 0,71% ke 7.631,47, sementara Nasdaq Composite melemah 1,03% menjadi 26.099,77.
Tekanan pada pasar AS terjadi di tengah kenaikan imbal hasil obligasi dan harga minyak, yang kembali meningkatkan kekhawatiran investor terhadap inflasi dan arah kebijakan suku bunga.
Kondisi tersebut membuat pergerakan pasar global tetap perlu diperhatikan meskipun IHSG menunjukkan momentum positif.
Arus dana asing menjadi salah satu faktor penting yang dapat diamati pada perdagangan berikutnya.
Net buy asing Rp2,03 triliun di seluruh pasar menunjukkan bahwa investor asing menjadi pembeli bersih dalam jumlah besar pada sesi 1 September.
Penguatan Indonesia juga terlihat melalui iShares MSCI Indonesia ETF atau EIDO, yang berdasarkan pergerakan harga pasar naik sekitar 1,57%.
MSCI Indonesia juga tercatat menguat sekitar 2,08%.
Namun, arus dana asing satu hari belum cukup untuk memastikan tren berkelanjutan. Investor tetap perlu melihat apakah pembelian asing bertahan dalam beberapa sesi berikutnya.
Selain arah indeks, sejumlah kabar emiten juga menjadi perhatian.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), melalui anak usahanya PT Chandra Pelabuhan Nusantara atau CPN, memperluas operasional terminal di Cilegon untuk melayani pengguna eksternal setelah memperoleh izin pengoperasian terminal umum.
Fasilitas tersebut memiliki tiga dermaga.
Dermaga A mampu melayani kapal hingga 80.000 deadweight tonnage atau DWT, Dermaga B hingga 6.000 DWT, dan Dermaga C hingga 10.000 DWT.
Terminal juga terintegrasi dengan fasilitas tank farm yang terdiri dari 56 tangki dengan kapasitas gabungan sekitar 501.606 meter kubik.
Sebanyak 25 tangki digunakan untuk produk kimia cair dalam kondisi atmosferik, sedangkan 31 tangki bertekanan digunakan untuk berbagai produk gas cair.
Pembukaan akses bagi pengguna eksternal berpotensi memperluas fungsi CPN dari fasilitas pendukung grup menjadi infrastruktur logistik yang dapat digunakan industri lain.
Kabar berikutnya datang dari PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), perusahaan yang antara lain mengelola kawasan Pondok Indah Mall.
MKPI menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba di atas 10% pada 2026.
Pada semester I-2026, perusahaan mencatat pendapatan sekitar Rp1,36 triliun, meningkat dari Rp1,20 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih juga bertumbuh dari Rp480,12 miliar menjadi Rp594,38 miliar.
Pendapatan sewa masih menjadi salah satu penopang utama dengan nilai sekitar Rp1,04 triliun. Segmen pusat perbelanjaan menyumbang sekitar Rp687,46 miliar.
Perusahaan turut mengandalkan kontribusi Pondok Indah Mall 5 yang mulai beroperasi pada April 2026, meskipun tingkat okupansi tenant masih dalam tahap peningkatan.
MKPI juga menyiapkan belanja modal sekitar Rp300 miliar untuk sejumlah pengembangan, termasuk jembatan penghubung PIM 3 dan PIM 5, fasilitas parkir PIM 1, serta pengembangan bekas Transmart Lebak Bulus.
PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) juga menjadi emiten yang layak dipantau dari sisi aksi korporasi.
Perseroan menyiapkan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau rights issue dengan rasio 100:260.
Artinya, setiap pemegang 100 saham lama yang memenuhi ketentuan akan memperoleh hak atas 260 HMETD.
CBRE berencana menerbitkan maksimal sekitar 11,80 miliar saham baru pada harga pelaksanaan Rp108 per saham.
Jika seluruh saham baru terserap, dana maksimal yang dapat dihimpun mencapai sekitar Rp1,27 triliun.
Sekitar Rp858,60 miliar direncanakan digunakan untuk mengonversi sejumlah utang menjadi modal disetor, sementara sisa dana bersih akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja.
Investor lama yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 72,22%.
Perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 6–12 November 2026.
Kombinasi penguatan IHSG, net buy asing yang besar, serta kenaikan saham-saham perbankan memberikan sentimen awal yang positif.
Namun, pelemahan Wall Street dan tekanan dari kenaikan harga minyak serta yield obligasi global membuat volatilitas tetap perlu diperhitungkan.
Untuk trading idea BGTG, BUMI, MEDC, UNTR, dan BUVA, level target price maupun stop loss sebaiknya dibaca sebagai skenario perdagangan dari analis, bukan kepastian arah harga.
Pergerakan harga saat pembukaan, volume transaksi, kondisi IHSG, serta disiplin manajemen risiko tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukasi dan informasi pasar. Trading idea berasal dari Mega Capital Sekuritas dan bukan rekomendasi personal untuk membeli atau menjual efek. Keputusan investasi dan seluruh risikonya berada pada masing-masing investor.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.