5 Rekomendasi Saham 4 September: ASII, AMMN hingga RATU

Saham News - Diposting pada 04 September 2026 Waktu baca 5 menit

5 Rekomendasi Saham 4 September: ASII, AMMN hingga RATU

Pasar saham Indonesia memasuki perdagangan Jumat, 4 September 2026 dengan modal positif setelah Indeks Harga Saham Gabungan menguat lebih dari 1% pada sesi sebelumnya.

Di tengah membaiknya sentimen domestik dan kenaikan bursa Amerika Serikat, Mega Capital Sekuritas mencantumkan lima saham dalam trading idea untuk perdagangan hari ini: ASII, AMMN, JPFA, ANTM, dan RATU.

Masing-masing saham dilengkapi area beli, target harga, dan level stop loss yang dapat menjadi referensi skenario trading jangka pendek.

 

5 Saham Pilihan Mega Capital Sekuritas

Berikut trading idea untuk Jumat, 4 September 2026:

Saham Area Buy Target Price Stop Loss
ASII Rp5.000–5.050 Rp5.125–5.175 Rp4.740
AMMN Rp4.400–4.430 Rp4.480–4.530 Rp4.160
JPFA Rp2.350–2.380 Rp2.430–2.470 Rp2.240
ANTM Rp3.120–3.150 Rp3.180–3.220 Rp2.970
RATU Rp4.480–4.510 Rp4.570–4.630 Rp4.240

Level tersebut merupakan trading idea Mega Capital Sekuritas dan tidak berarti harga saham dipastikan mencapai target yang dicantumkan.

Perubahan kondisi pasar, gap harga pembukaan, volume transaksi, serta volatilitas intraday dapat membuat skenario teknikal berubah.

 

IHSG Masuk Perdagangan Jumat dengan Momentum Positif

IHSG pada Kamis, 3 September 2026 ditutup menguat 72,11 poin atau 1,09% menjadi 6.667,89.

Penguatan terjadi cukup luas dengan sembilan dari 11 sektor berada di zona hijau.

Transportasi dan logistik menjadi sektor dengan kenaikan terbesar sekitar 2,45%, sedangkan sektor teknologi terkoreksi 1,62%.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penopang indeks.

ASII melonjak 4,34% ke Rp5.050, BBCA naik 1,50% menjadi Rp6.775, sementara BMRI menguat 2,29% ke Rp4.460.

AMMN juga menguat 3,75% dan ditutup pada Rp4.430.

Kondisi tersebut membuat ASII dan AMMN masuk perdagangan Jumat setelah mencatat penguatan cukup tinggi pada sesi sebelumnya.

 

Investor Asing Masuk Lebih dari Rp1 Triliun

Momentum IHSG juga bersamaan dengan kembali masuknya dana investor asing.

Pada perdagangan 3 September, investor asing mencatat pembelian bersih atau net buy sekitar Rp1,11 triliun di pasar reguler.

Jika seluruh pasar dihitung, net buy asing mencapai sekitar Rp1,07 triliun.

BMRI menjadi saham yang paling banyak dibeli asing dengan net buy sekitar Rp471,38 miliar.

BBCA berada di posisi berikutnya dengan Rp207,10 miliar, kemudian CPIN sekitar Rp131,92 miliar dan ANTM sekitar Rp108,95 miliar.

ASII juga masuk daftar pembelian asing dengan net buy sekitar Rp64,17 miliar.

Arus dana tersebut memberikan konteks menarik untuk ANTM dan ASII yang masuk trading idea Mega Capital hari ini.

Namun, net buy asing satu hari tidak otomatis berarti tren pembelian akan terus berlangsung.

 

Wall Street Ikut Menguat

Sentimen global pada pagi 4 September juga relatif lebih mendukung.

Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis waktu Amerika Serikat.

Dow Jones Industrial Average naik 1,18% ke 53.686,11.

S&P 500 menguat 1,06% menjadi 7.747,71, sementara Nasdaq Composite naik 1,40% ke 26.584,06.

Penguatan terjadi setelah komentar Gubernur Federal Reserve Christopher Waller meredakan sebagian kekhawatiran pasar mengenai potensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut turun.

Kondisi tersebut dapat membantu risk appetite terhadap aset saham, meskipun pasar masih menunggu data ketenagakerjaan Amerika Serikat.

 

EIDO dan MSCI Indonesia Juga Naik

Sentimen positif terhadap saham Indonesia turut terlihat pada instrumen yang dipantau investor global.

iShares MSCI Indonesia ETF atau EIDO ditutup naik 1,69% menjadi US$13,22 pada 3 September.

Sementara MSCI Indonesia menguat 1,43% ke 4.400,93 pada tanggal yang sama.

Pergerakan tersebut sejalan dengan penguatan IHSG dan arus beli investor asing di pasar domestik.

 

ASII Masuk Trading Idea Setelah Naik 4,34%

ASII menjadi salah satu saham yang paling menarik diperhatikan karena baru saja melonjak 4,34% menjadi Rp5.050.

Mega Capital menempatkan area beli ASII pada Rp5.000–Rp5.050 dengan target Rp5.125–Rp5.175.

Stop loss berada pada Rp4.740.

Secara teknikal, posisi tersebut menunjukkan skenario yang mengandalkan kelanjutan momentum setelah penguatan sesi sebelumnya.

Namun, investor perlu memperhatikan kemungkinan profit taking karena saham sudah mengalami kenaikan cukup besar dalam satu sesi.

Masuk pada harga yang sudah bergerak jauh di atas area awal juga dapat mengubah rasio risiko dan potensi keuntungan dari skenario asli.

 

AMMN: Area Buy Berdekatan dengan Harga Penutupan

AMMN ditutup pada Rp4.430 setelah menguat 3,75% pada Kamis.

Angka tersebut berada tepat di batas atas area buy Mega Capital, yakni Rp4.400–Rp4.430.

Target harga ditetapkan Rp4.480–Rp4.530 dengan stop loss Rp4.160.

Karena harga penutupan sudah berada di ujung atas buy range, pergerakan saat pembukaan menjadi penting.

Jika terjadi gap naik jauh di atas area tersebut, profil risk-reward dapat berbeda dari skenario awal yang dipublikasikan.

 

ANTM Juga Diburu Investor Asing

ANTM memiliki tambahan konteks dari sisi foreign flow.

Investor asing mencatat net buy sekitar Rp108,95 miliar pada perdagangan 3 September, menjadikannya salah satu saham dengan pembelian asing terbesar hari itu.

Mega Capital memasang area buy ANTM Rp3.120–Rp3.150 dengan target Rp3.180–Rp3.220 dan stop loss Rp2.970.

Tetap perlu diingat bahwa aliran dana asing dan sinyal teknikal adalah dua indikator berbeda.

Net buy tidak menjamin harga akan mencapai target teknikal.

 

JPFA dan RATU Lengkapi Daftar

Selain tiga saham tersebut, JPFA juga masuk trading idea.

Area pembelian JPFA berada pada Rp2.350–Rp2.380 dengan target Rp2.430–Rp2.470 dan stop loss Rp2.240.

Sementara RATU memiliki area buy Rp4.480–Rp4.510.

Targetnya berada pada Rp4.570–Rp4.630 dengan batas stop loss Rp4.240.

Karena rekomendasi ini berorientasi trading, investor perlu memperhatikan perubahan harga real-time sebelum menggunakan level yang dipublikasikan.

 

OJK Siapkan Aturan Demutualisasi BEI

Selain pergerakan pasar, investor juga menghadapi perkembangan penting dari sisi regulasi.

Otoritas Jasa Keuangan menargetkan Peraturan OJK mengenai demutualisasi Bursa Efek Indonesia selesai pada September 2026.

Dalam rancangan yang sedang difinalisasi, kepemilikan saham BEI secara umum akan dibatasi maksimal 5% untuk setiap pihak.

Ketentuan tersebut berlaku baik bagi Anggota Bursa maupun pihak non-Anggota Bursa.

Namun, pihak tertentu yang memenuhi kriteria sebagai pemegang saham strategis dapat memperoleh porsi lebih besar setelah melalui penelitian dan persetujuan OJK.

Danantara Indonesia, Bank Indonesia, serta Kementerian Keuangan disebut sebagai pihak yang berpotensi masuk kategori tersebut.

Demutualisasi akan mengubah struktur BEI dari bursa yang kepemilikannya terkait erat dengan Anggota Bursa menjadi struktur kepemilikan yang lebih terbuka.

 

RUPSLB BEI 15 September Resmi Ditunda

Ada pembaruan penting terkait agenda tersebut.

BEI sebelumnya merencanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 15 September 2026 untuk membahas antara lain proses demutualisasi.

Namun, agenda tersebut telah resmi ditunda.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan RUPSLB akan dilaksanakan setelah POJK mengenai demutualisasi resmi diterbitkan dan dipelajari oleh BEI.

Jadwal pengganti belum diumumkan.

Karena itu, lebih akurat menyebut RUPSLB “sudah ditunda” daripada “berpotensi berubah jadwal”.

 

WINR Ingin Kuasai 90% Laxo Global Akses

Dari sisi emiten, PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) menaikkan target kepemilikannya pada perusahaan internet service provider PT Laxo Global Akses.

Target awal sebesar 60% dinaikkan menjadi 90% melalui addendum yang ditandatangani 2 September 2026.

Saat ini WINR memiliki sekitar 8,5% saham Laxo, sedangkan peningkatan kepemilikan direncanakan melalui penambahan setoran modal.

WINR ingin mengintegrasikan layanan internet Laxo dengan proyek-proyek properti perseroan melalui bundling dan konsep smart connectivity.

Laxo disebut telah beroperasi di 30 kota, mempunyai lebih dari 100 pelanggan korporasi dan instansi pemerintah, serta lebih dari 10.000 pelanggan ritel.

Dalam bahan publikasi yang menjadi dasar trading note, pendapatan Laxo pada semester I-2026 tercatat sekitar Rp22,83 miliar.

Namun, kenaikan kepemilikan dari 8,5% menjadi 90% masih merupakan rencana transaksi yang perlu direalisasikan sesuai ketentuan transaksi afiliasi.

 

ERAA Mulai Buyback Rp500 Miliar

Emiten lain yang mendapatkan perhatian adalah PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Perseroan menyiapkan dana maksimal Rp500 miliar dari kas internal untuk melakukan pembelian kembali saham.

Jumlah saham yang dapat dibeli maksimal 797,5 juta lembar atau sekitar 5% dari modal disetor.

Program tersebut berlangsung selama tiga bulan mulai 4 September hingga 4 Desember 2026.

Berdasarkan proforma keuangan, penggunaan Rp500 miliar untuk buyback diperkirakan menurunkan aset dari sekitar Rp28,86 triliun menjadi Rp28,36 triliun.

Ekuitas juga diproyeksikan turun dari Rp10,18 triliun menjadi Rp9,68 triliun.

Laba bersih dan EPS diproyeksikan tidak berubah, dengan EPS sekitar Rp75,68.

Buyback sendiri tidak menjamin harga saham naik. Dampaknya tetap bergantung pada harga pelaksanaan, jumlah saham yang benar-benar dibeli, kondisi pasar, serta persepsi investor terhadap prospek perusahaan.

 

Apa yang Perlu Dipantau Hari Ini?

Kombinasi kenaikan IHSG, net buy asing lebih dari Rp1 triliun, penguatan Wall Street, serta kenaikan EIDO dan MSCI Indonesia memberikan konteks awal yang relatif positif untuk perdagangan Jumat.

Namun, kondisi tersebut bukan jaminan IHSG maupun lima saham dalam trading idea akan terus menguat.

Untuk ASII, AMMN, JPFA, ANTM, dan RATU, investor perlu mencermati apakah harga masih berada di sekitar area buy yang ditetapkan.

Jika harga sudah bergerak jauh di atas rentang tersebut, risk-reward yang dihitung dalam skenario awal dapat berubah.

Volume, arah IHSG, foreign flow dan disiplin stop loss tetap menjadi bagian penting dari manajemen risiko trading.

 

Disclaimer: Informasi ini bersifat edukasi dan informasi pasar. Area buy, target price dan stop loss merupakan trading idea yang diatribusikan kepada Mega Capital Sekuritas, bukan rekomendasi personal untuk membeli atau menjual efek. Setiap keputusan investasi dan risikonya berada pada masing-masing investor.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.