Asing Borong 10 Saham saat IHSG Naik 9 Hari Beruntun, Ini Daftarnya

Saham News - Diposting pada 22 July 2026 Waktu baca 5 menit

JAKARTA — Bursa saham Indonesia memperpanjang tren positif pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melonjak 108,24 poin atau 1,74% ke level 6.340,02, sekaligus membukukan kenaikan selama sembilan hari perdagangan berturut-turut.

 

Reli tersebut telah berlangsung sejak 9 Juli, ketika IHSG ditutup pada posisi 5.912,44. Dalam sembilan sesi, indeks bertambah sekitar 427,58 poin atau 7,23%. Penutupan Selasa juga menjadi posisi tertinggi IHSG pada hari itu setelah indeks dibuka di level 6.273,57 dan sempat menyentuh titik terendah 6.247,35.

 

Kenaikan Didukung Mayoritas Saham

Penguatan pasar berlangsung cukup luas. Sebanyak 421 saham mengakhiri perdagangan di zona hijau, sedangkan 205 saham melemah dan 169 saham tidak mengalami perubahan harga.

 

Aktivitas transaksi juga meningkat. Sekitar 51,06 miliar saham berpindah tangan dengan nilai perdagangan Rp21,50 triliun. Seluruh transaksi tersebut berlangsung melalui sekitar 2,94 juta kali perdagangan.

 

Sektor energi menjadi salah satu penggerak utama dengan kenaikan sekitar 3,48%. Penguatan juga terjadi pada kelompok barang baku, infrastruktur, properti, dan sejumlah saham perusahaan konglomerasi.

Di antara konstituen LQ45, saham PT Darma Henwa Tbk. atau DEWA naik 10,55%. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. atau CUAN bertambah 9,70%, sedangkan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. atau AMMN menguat 6,98%.

 

Dana Asing Kembali Masuk, tetapi Terbatas

Investor asing membukukan pembelian bersih senilai Rp31,36 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, nilai net foreign buy lebih besar, mencapai Rp360,21 miliar.

Namun, transaksi tersebut sebagian diimbangi penjualan bersih asing sekitar Rp328,86 miliar melalui pasar negosiasi dan tunai. Dengan demikian, arus masuk bersih di seluruh pasar tetap relatif kecil dibandingkan nilai transaksi harian.

 

Dalam lima hari perdagangan terakhir, akumulasi pembelian bersih asing tercatat sekitar Rp972,21 miliar. Kendati demikian, investor asing masih berada dalam posisi jual bersih sekitar Rp75,61 triliun sejak awal 2026.

 

Data tersebut memperlihatkan bahwa minat asing mulai membaik dalam jangka pendek, tetapi belum cukup untuk membalikkan arus keluar besar yang terjadi sepanjang tahun.

 

DSSA Menjadi Incaran Terbesar Asing

Berdasarkan rekap Stockbit yang menjadi dasar bahan ini, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. menempati posisi teratas dalam daftar pembelian bersih asing pada perdagangan Selasa.

Investor asing mencatatkan net buy DSSA sebesar Rp263,62 miliar. Saham perusahaan Grup Sinar Mas itu juga ditutup menguat 7,98% ke posisi Rp880 dan telah bertambah sekitar 10% dalam satu pekan.

 

PT Aneka Tambang Tbk. berada di urutan kedua dengan pembelian bersih Rp91,70 miliar. Berikutnya adalah PT Petrosea Tbk. sebesar Rp80,70 miliar dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. senilai Rp66,36 miliar.

BUVA sendiri naik 3,21% menjadi Rp965 pada sesi tersebut setelah mencatat kenaikan sekitar 15,57% dalam sepekan.

 

Sepuluh Saham dengan Net Foreign Buy Terbesar

Peringkat Emiten Kode Net foreign buy
1 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. DSSA Rp263,62 miliar
2 PT Aneka Tambang Tbk. ANTM Rp91,70 miliar
3 PT Petrosea Tbk. PTRO Rp80,70 miliar
4 PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. BUVA Rp66,36 miliar
5 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. BMRI Rp62,06 miliar
6 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. BBRI Rp58,46 miliar
7 PT Barito Renewables Energy Tbk. BREN Rp41,54 miliar
8 PT Chandra Asri Pacific Tbk. TPIA Rp32,80 miliar
9 PT Barito Pacific Tbk. BRPT Rp32,77 miliar
10 PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. PANI Rp21,75 miliar

Jika dijumlahkan, pembelian bersih asing pada sepuluh saham tersebut mencapai sekitar Rp751,76 miliar.

Jumlah itu lebih besar daripada net foreign buy Rp31,36 miliar di seluruh pasar karena investor asing pada saat bersamaan menjual saham-saham lain. Pembelian besar pada satu kelompok emiten dapat tertutupi oleh penjualan pada emiten lainnya.

 

Komoditas dan Saham Konglomerasi Mendominasi

Daftar tersebut menunjukkan dana asing belum masuk secara merata. Sebagian besar pembelian terkonsentrasi pada emiten energi, pertambangan, petrokimia, properti, dan perbankan berkapitalisasi besar.

 

DSSA, ANTM, PTRO, BREN, TPIA, dan BRPT secara bersama-sama menerima pembelian bersih asing sekitar Rp543,13 miliar. Angka itu mewakili lebih dari 72% total net buy pada daftar sepuluh besar.

Sementara itu, BMRI dan BBRI menunjukkan bahwa saham bank besar tetap menjadi pilihan investor asing ketika minat terhadap pasar Indonesia membaik. Likuiditas tinggi dan bobot besar terhadap indeks membuat saham perbankan sering menjadi jalur utama bagi investor institusi untuk menambah eksposur terhadap Indonesia.

 

Reli Panjang Meningkatkan Risiko Ambil Untung

Kenaikan sembilan hari berturut-turut menunjukkan momentum pasar masih kuat. Namun, reli tanpa jeda juga meningkatkan kemungkinan aksi ambil untung, terutama pada saham yang telah mengalami kenaikan cepat.

 

Investor juga menunggu keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Rabu, 22 Juli 2026. Pergerakan suku bunga, rupiah, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, dan perkembangan konflik Timur Tengah dapat memengaruhi keberlanjutan arus dana asing.

 

Net buy asing dalam beberapa sesi terakhir menjadi sinyal positif, tetapi belum dapat dianggap sebagai perubahan tren tahunan. Konfirmasi yang lebih kuat membutuhkan pembelian konsisten dalam periode lebih panjang serta penyebaran dana ke lebih banyak sektor.

 

Disclaimer: Artikel ini hanya disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Data arus dana, pergerakan harga, dan penyebutan saham bukan rekomendasi maupun ajakan untuk membeli atau menjual efek. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.