IHSG Dibuka Menguat 0,66% ke 6.381, Saham ANTM, MEDC, dan WIFI Melesat

Saham News - Diposting pada 22 July 2026 Waktu baca 5 menit

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan kembali melanjutkan reli pada awal perdagangan Rabu, 22 Juli 2026. IHSG dibuka naik 0,66% ke level 6.381,84 setelah sehari sebelumnya mencetak penguatan 1,74% dan berakhir di posisi 6.340,02.

Kenaikan tersebut membawa indeks mendekati area resistance 6.400 yang menjadi perhatian pelaku pasar. Momentum positif masih terlihat, tetapi investor mulai lebih berhati-hati setelah IHSG membukukan reli selama sembilan hari perdagangan berturut-turut.

 

Pada snapshot pembukaan, sebanyak 310 saham bergerak naik, 158 saham melemah, dan 497 saham belum mengalami perubahan harga. Komposisi tersebut menunjukkan sentimen awal masih positif, meskipun jumlah saham stagnan relatif besar karena perdagangan baru berlangsung beberapa menit.

 

ANTM Memimpin Saham LQ45

Saham PT Aneka Tambang Tbk. menjadi pemimpin penguatan di antara konstituen LQ45. ANTM naik 3,92% ke Rp3.180 per saham.

Penguatan saham produsen emas dan nikel itu berlangsung ketika harga emas dunia mendekati level tertinggi dalam dua pekan. Kenaikan harga logam mulia umumnya meningkatkan perhatian pasar terhadap perusahaan yang memiliki eksposur pada produksi dan penjualan emas.

 

PT Medco Energi Internasional Tbk. menyusul dengan kenaikan 3,53% ke Rp1.320. Saham MEDC memperoleh dukungan dari pergerakan harga minyak yang tetap tinggi akibat gangguan pasokan dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

 

Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk. atau WIFI bertambah 3,40% menjadi Rp2.130. Ketiga saham tersebut sebelumnya juga termasuk saham yang mencatat kenaikan kuat selama kebangkitan IHSG pada Juli. Dalam periode hingga 17 Juli, WIFI telah naik sekitar 26,01%, MEDC 21,46%, dan ANTM 17,76%.

 

MDKA hingga HRTA Ikut Melaju

Penguatan juga terjadi pada PT Merdeka Copper Gold Tbk. Saham MDKA meningkat 2,94% menjadi Rp2.800.

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. atau EMTK naik 2,73% ke posisi Rp565. Sementara itu, PT Hartadinata Abadi Tbk. menguat 2,57% menjadi Rp1.995.

Kenaikan ANTM, MDKA, dan HRTA memperlihatkan minat pasar terhadap emiten yang berkaitan dengan emas dan logam. Di sisi lain, pergerakan MEDC menunjukkan sektor energi tetap memperoleh dukungan selama harga minyak berada pada level tinggi.

 

Kombinasi saham komoditas dan teknologi membuat penguatan pembukaan tidak hanya bertumpu pada sektor perbankan yang biasanya memiliki bobot besar terhadap indeks.

 

Telekomunikasi dan Perbankan Tertahan

Tidak semua saham unggulan mengikuti kenaikan IHSG.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. menjadi salah satu saham LQ45 yang melemah dengan penurunan 1,09% ke Rp2.720. Saham PT Indosat Tbk. turun 1,03% menjadi Rp1.925, sedangkan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. terkoreksi 0,49% ke Rp410.

 

Pergerakan tersebut memperlihatkan adanya tekanan pada sejumlah saham telekomunikasi dan infrastruktur digital, meskipun WIFI bergerak ke arah yang berlawanan.

 

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. melemah 1,08% menjadi Rp1.375. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. turun 0,45% ke Rp4.460, sedangkan PT Mitra Adiperkasa Tbk. terkoreksi 0,33% menjadi Rp1.510.

 

Tekanan pada BMRI membatasi kontribusi sektor perbankan dalam pembukaan perdagangan. Namun, penurunannya belum cukup besar untuk mengimbangi kenaikan saham komoditas dan energi.

 

Keputusan BI Menjadi Katalis Utama

Perhatian pasar tertuju pada keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu.

 

RDG Juli berlangsung pada 21–22 Juli 2026. Bank Indonesia menggunakan hari pertama untuk menilai kondisi ekonomi, stabilitas sistem keuangan, sistem pembayaran, dan berbagai pilihan kebijakan. Keputusan mengenai kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran ditetapkan pada hari kedua.

 

Sebelum keputusan tersebut, BI Rate berada di level 5,75%. Bank sentral sebelumnya menaikkan bunga 25 basis poin pada Juni sebagai langkah lanjutan untuk menstabilkan rupiah dan menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5% plus-minus 1%.

Konsensus pasar cenderung memperkirakan kenaikan lanjutan sebesar 25 basis poin menjadi 6%. Ekspektasi tersebut muncul di tengah volatilitas rupiah, tingginya harga minyak, dan kemungkinan kebijakan moneter global tetap ketat.

 

Kenaikan suku bunga dapat membantu mempertahankan daya tarik aset rupiah. Namun, kebijakan tersebut juga berpotensi meningkatkan biaya pinjaman bagi perusahaan dan konsumen.

 

Area 6.400 Menjadi Ujian Berikutnya

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai tren bullish IHSG masih terjaga. Zona support diperkirakan berada di sekitar 6.220–6.250, sedangkan resistance terdekat berada pada kisaran 6.360–6.400.

 

Sejumlah publikasi lain mencatat rentang yang sedikit lebih sempit, yakni support 6.240–6.250 dan resistance 6.390–6.400. Perbedaan kecil tersebut tidak mengubah gambaran teknikal utama bahwa area 6.400 menjadi penghalang penting bagi kelanjutan reli.

 

Apabila indeks mampu bertahan di atas resistance, momentum penguatan dapat berlanjut. Sebaliknya, kegagalan menembus area tersebut dapat memicu konsolidasi dan aksi ambil untung setelah kenaikan tajam selama beberapa sesi.

 

Konflik AS–Iran Tetap Menjadi Risiko

Selain keputusan BI, investor masih mengawasi perkembangan konflik Amerika Serikat dan Iran.

 

Ketegangan yang berkepanjangan telah mendorong harga minyak Brent mendekati US$92 per barel. Kenaikan energi dapat memberikan sentimen positif bagi emiten minyak, tetapi menjadi risiko bagi perekonomian Indonesia karena berpotensi menambah tekanan inflasi, subsidi energi, dan kebutuhan impor.

 

Konflik tersebut juga dapat memperkuat permintaan terhadap dolar dan aset aman. Apabila dolar serta imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat, arus dana asing menuju pasar negara berkembang berpotensi tertahan.

 

Pembukaan IHSG di atas 6.380 menunjukkan bahwa minat beli masih terjaga. Namun, arah perdagangan berikutnya akan sangat dipengaruhi oleh keputusan BI, respons rupiah, perkembangan harga minyak, dan kemampuan indeks mempertahankan posisi di sekitar 6.400.

 

Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan memberikan informasi dan edukasi. Data pasar merupakan snapshot yang dapat berubah selama perdagangan. Penyebutan saham dan proyeksi teknikal bukan rekomendasi atau ajakan untuk membeli maupun menjual efek. Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab masing-masing investor.

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.