Berita Terkini
Di Tengah Ancaman Krisis Global, Amerika Serikat dan Korea Selatan Perkuat Aliansi Strategis
/index.php
Saham News - Diposting pada 08 June 2026 Waktu baca 5 menit
Tekanan jual di pasar saham Indonesia masih terus berlangsung tanpa menunjukkan tanda-tanda mereda. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang cukup tajam dan melanjutkan tren koreksi signifikan yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.
Berdasarkan data perdagangan, pada penutupan sesi pertama IHSG berada di level 5.434,30 setelah turun 160,46 poin atau melemah 2,87%. Selama perdagangan intraday, indeks bahkan sempat menyentuh posisi terendah di level 5.346,91.
Aksi jual terjadi secara luas di hampir seluruh saham yang diperdagangkan. Sebanyak 646 saham tercatat mengalami penurunan, sementara hanya 88 saham yang menguat dan 79 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi telah mencapai Rp12,92 triliun dengan volume perdagangan sebesar 20,24 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,38 juta kali.
Sebelumnya pada pagi hari, IHSG sempat terkoreksi lebih dari 4% hanya dalam kurun waktu sekitar 10 menit perdagangan. Kondisi tersebut mencerminkan tekanan jual yang sangat kuat sekaligus mengindikasikan bahwa kepanikan masih mendominasi sentimen pelaku pasar pada awal perdagangan.
Hampir seluruh sektor mengalami pelemahan, dengan hanya sektor barang baku yang masih mampu mencatatkan penguatan. Sektor kesehatan, teknologi, dan konsumer non-primer menjadi kelompok sektor yang mengalami koreksi paling dalam pada perdagangan hari ini.
Sejumlah saham yang memberikan tekanan terbesar terhadap pergerakan IHSG antara lain TLKM, BBRI, dan BBCA.
Pasar keuangan Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari meningkatnya ketegangan geopolitik hingga perhatian investor terhadap kondisi fiskal domestik.
Iran dilaporkan meluncurkan serangan rudal ke Israel pada Minggu (7/6/2026), yang merupakan serangan pertama sejak gencatan senjata antara Teheran dan Washington diberlakukan pada April lalu.
Ketua Parlemen Iran, Mohammed Baqer Ghalibaf, menilai blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat serta serangan Israel di Lebanon sebagai bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dicapai. Ia menyatakan bahwa pangkalan militer Amerika Serikat dan aset Israel di kawasan kini dianggap sebagai target yang sah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang telah menerima laporan mengenai serangan tersebut, menyatakan bahwa tindakan Iran tidak akan membantu proses perundingan yang sedang berlangsung. Trump juga dikabarkan akan menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk meminta agar Israel tidak melakukan serangan balasan.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa gencatan senjata tetap berlaku dengan syarat konflik dihentikan di seluruh medan pertempuran, termasuk di Lebanon. Iran juga memperingatkan bahwa respons yang lebih luas akan diberikan apabila serangan kembali terjadi.
Meningkatnya ketegangan ini berpotensi mengganggu upaya perdamaian yang masih rentan. Iran menuntut penghentian perang di Lebanon serta pencabutan blokade Amerika Serikat, sementara Washington meminta Teheran menyerahkan material nuklir yang dimilikinya dan menghentikan program pengembangan senjata nuklir.
Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan perkembangan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 dalam Konferensi Pers APBN KiTA yang berlangsung pada Jumat (5/6/2026).
Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian dan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, Menteri Keuangan menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih tetap kuat, sebagaimana tercermin dari realisasi APBN yang menunjukkan kinerja sangat positif.
Posisi defisit APBN saat ini dinilai masih terkendali, terukur, dan tetap sesuai dengan rancangan APBN 2026. Selain itu, pengelolaan pembiayaan anggaran dilakukan secara hati-hati, efisien, dan fleksibel mengikuti perkembangan pasar keuangan.
Defisit APBN tercatat meningkat tipis menjadi Rp180,4 triliun atau setara 0,70% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi akhir April 2026 yang sebesar Rp164,4 triliun atau 0,64% dari PDB.
Dalam konferensi pers yang dikutip pada Senin (8/6/2026), Purbaya menyatakan bahwa realisasi APBN hingga Mei 2026 masih menunjukkan perkembangan yang positif.
Meskipun demikian, kondisi defisit fiskal masih menjadi perhatian utama para investor, terutama di tengah konflik geopolitik yang mendorong kenaikan harga energi dan berbagai produk turunannya, sehingga berpotensi meningkatkan berbagai biaya ekonomi.
Di sisi lain, indeks dolar AS kembali menguat hingga mencapai level 100,069, yang merupakan posisi tertinggi sejak akhir Maret 2026. Penguatan indeks dolar menunjukkan meningkatnya permintaan investor terhadap aset berbasis dolar AS, yang berpotensi memicu arus keluar modal dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut juga dapat memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah.
Dalam sepekan terakhir, nilai tukar rupiah sempat melemah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas dan menghambat peluang terciptanya perdamaian. Situasi tersebut menyebabkan harga minyak tetap tinggi serta meningkatkan risiko inflasi global dan keluarnya arus modal dari negara-negara berkembang.
Selain faktor tersebut, Destry menambahkan bahwa kebutuhan dolar AS di dalam negeri masih relatif tinggi sejalan dengan pola repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri (ULN). Oleh karena itu, tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih tetap berlanjut.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.