Investor Asing Ramai-Ramai Jual Saham Unggulan RI, Cek Daftar Emiten yang Ditinggalkan

Saham News - Diposting pada 09 June 2026 Waktu baca 5 menit

Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih di pasar saham Indonesia di tengah pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot lebih dari 4% pada perdagangan Senin (8/6/2026).

 

Menariknya, tekanan jual kali ini tidak hanya diarahkan pada saham-saham siklikal, tetapi juga menyentuh saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini dianggap sebagai representasi utama pasar modal Indonesia.

 

Berdasarkan data perdagangan, investor asing membukukan net sell sebesar Rp447,1 miliar di seluruh pasar dengan total nilai transaksi mencapai Rp21,42 triliun. Tekanan jual terbesar terjadi pada saham-saham perbankan raksasa, dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan net sell Rp489,1 miliar, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp298,5 miliar, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp46,1 miliar.

 

Tidak hanya sektor perbankan yang terkena tekanan, aksi jual investor asing juga menjalar ke saham-saham defensif dan sektor komoditas. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi saham dengan net sell terbesar ketiga senilai Rp136 miliar, disusul PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) sebesar Rp132,7 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp77,6 miliar. Situasi ini menunjukkan bahwa aksi jual asing telah meluas dan tidak lagi terkonsentrasi pada sektor tertentu saja.

 

Berikut daftar 10 saham dengan nilai net foreign sell terbesar:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) : Rp489,1 miliar
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) : Rp298,5 miliar
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) : Rp136,0 miliar
  • PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) : Rp132,7 miliar
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) : Rp77,6 miliar
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) : Rp46,1 miliar
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) : Rp31,5 miliar
  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) : Rp30,8 miliar
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) : Rp29,3 miliar
  • PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) : Rp25,1 miliar

Di sisi lain, IHSG mengalami penurunan yang cukup tajam dan terus memperpanjang tren koreksi signifikan yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

 

Berdasarkan data perdagangan, pada penutupan sesi kedua IHSG berada di level 5.342,14 setelah turun 252,63 poin atau melemah 4,52%. Dalam perdagangan intraday, indeks bahkan sempat menyentuh titik terendah di level 5.317,91.

 

Penurunan tersebut membuat koreksi IHSG sejak awal tahun melampaui 38%, sementara dibandingkan posisi puncaknya pada 20 Januari 2026, indeks telah terkoreksi sebesar 41,51%.

 

Tekanan jual terjadi secara luas di hampir seluruh segmen pasar. Sebanyak 661 saham ditutup melemah, hanya 78 saham yang berhasil menguat, sedangkan 78 saham lainnya bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp21,73 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 32,52 miliar saham dan frekuensi transaksi yang tercatat sebanyak 2,22 juta kali.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.