Saham News
IHSG Hari Ini 27 Juli 2026: Cermati Rekomendasi Saham Pilihan
/index.php
Saham News - Diposting pada 27 July 2026 Waktu baca 5 menit
JAKARTA — Pasar saham Indonesia mengakhiri perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, dengan koreksi tajam. Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,88% ke level 6.196,43 ketika tekanan jual menyebar ke seluruh sektor dan investor asing kembali mengurangi eksposurnya terhadap saham domestik.
Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. atau MORA, PT Maha Properti Indonesia Tbk. atau MPRO, dan PT Buana Lintas Lautan Tbk. atau BULL masih memberikan dukungan terhadap indeks. MORA menguat 3,94%, MPRO bertambah 3,96%, sedangkan BULL melonjak 12,31%.
Namun, kenaikan ketiganya tidak mampu menahan tekanan dari saham-saham berkapitalisasi besar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. melemah 5,71%, PT Amman Mineral Internasional Tbk. turun 4,27%, dan PT Bumi Resources Tbk. terkoreksi 6,56%.
Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,25 triliun di pasar reguler. Setelah memasukkan pasar tunai dan negosiasi, total net sell asing mencapai Rp1,36 triliun.
BMRI menjadi salah satu saham yang paling banyak dilepas investor luar negeri, dengan penjualan bersih sekitar Rp639,6 miliar. BUMI juga mencatat net sell sekitar Rp164,9 miliar.
Secara kumulatif selama perdagangan 20–24 Juli, penjualan bersih asing di pasar reguler mencapai sekitar Rp3,38 triliun. Investor asing membukukan nilai penjualan Rp32,53 triliun, lebih besar daripada pembelian Rp29,15 triliun.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa tekanan Jumat bukan hanya berasal dari perdagangan jangka pendek. Investor global juga sedang melakukan penyesuaian portofolio di tengah harga minyak yang tinggi, pelemahan rupiah, kenaikan risiko geopolitik, dan ketidakpastian perdagangan dunia.
Seluruh indeks sektoral BEI berakhir di zona merah. Sektor barang konsumsi nonprimer atau cyclical mencatat penurunan terdalam sebesar 3,04%.
Pelemahan sektor tersebut menunjukkan meningkatnya kekhawatiran terhadap daya beli, biaya pendanaan, dan kemampuan perusahaan mempertahankan margin. Emiten cyclical biasanya lebih sensitif terhadap perlambatan ekonomi karena produk dan jasanya bukan kebutuhan utama.
Sentimen Indonesia juga tercermin pada instrumen yang diperdagangkan di luar negeri. Harga pasar iShares MSCI Indonesia ETF atau EIDO turun 1,13% menjadi US$12,26. Indeks MSCI Indonesia ikut terkoreksi 1,52% ke posisi 4.265,43.
Bursa Amerika Serikat bergerak campuran pada perdagangan Jumat.
Dow Jones Industrial Average naik sekitar 0,46% ke 51.947,25. S&P 500 hanya bertambah 0,05% menjadi 7.411,98, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,64% ke 24.975,82.
Perbedaan arah tersebut memperlihatkan rotasi investor dari saham teknologi menuju kelompok saham lain. Tekanan pada Nasdaq masih berkaitan dengan kekhawatiran terhadap tingginya valuasi perusahaan teknologi dan besarnya belanja untuk pengembangan kecerdasan artifisial.
Bagi pasar Indonesia, pelemahan saham teknologi global, tingginya imbal hasil obligasi AS, dan penguatan dolar dapat mengurangi minat terhadap aset negara berkembang. Kenaikan harga minyak juga berpotensi menambah tekanan terhadap inflasi, rupiah, dan beban impor energi.
Di tengah koreksi sahamnya, AMMN mengumumkan penyelesaian proyek smelter tembaga di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.
Penyelesaian proyek ditandai dengan penandatanganan Completion and Project Acceptance Certificate antara AMMAN dan China Nonferrous Metal Industry’s Foreign Engineering and Construction Co., Ltd. di Beijing.
Dokumen tersebut menegaskan bahwa pekerjaan konstruksi, penyelesaian daftar pekerjaan komisioning, serta uji jaminan kinerja telah dipenuhi. Smelter yang telah beroperasi lebih dari satu tahun itu kini resmi memasuki fase operasi jangka panjang.
Fasilitas berstatus Proyek Strategis Nasional itu mampu mengolah hingga 900.000 metrik ton konsentrat tembaga setiap tahun dari tambang Batu Hijau dan, pada masa depan, tambang Elang.
Kapasitas produksinya mencakup sekitar 220.000 ton katoda tembaga dan 830.000 ton asam sulfat per tahun. Precious Metal Refinery yang terhubung dengan smelter dirancang menghasilkan 579.000 ons emas, 1,8 juta ons perak, dan 77 ton selenium setiap tahun.
Penyelesaian tersebut memperkuat transformasi AMMN dari produsen konsentrat menjadi perusahaan pertambangan dan pemurnian yang lebih terintegrasi. Namun, manfaat finansialnya tetap akan bergantung pada tingkat utilisasi, stabilitas operasi, biaya produksi, serta harga tembaga dan logam mulia.
PT Tempo Scan Pacific Tbk. membentuk perusahaan patungan bersama Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group, anak usaha Sino Biopharmaceutical.
Perusahaan baru tersebut bernama PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia atau TCBI. Sino Biopharmaceutical menguasai 51% kepemilikan, sementara TSPC memiliki 49%.
Kolaborasi itu ditujukan untuk memperkuat lini specialty pharmaceutical, memperluas akses pasien Indonesia terhadap obat modern, dan mendukung transfer teknologi serta pengembangan fasilitas biofarmasi dalam negeri.
Kerja sama dilakukan ketika pendapatan TSPC pada kuartal I-2026 tumbuh 4,12% menjadi Rp3,41 triliun. Segmen produk konsumen dan kosmetik menyumbang Rp1,22 triliun, farmasi Rp1,10 triliun, dan distribusi Rp1,09 triliun.
Meski pendapatan bertumbuh, laba bersih turun dari Rp409,22 miliar menjadi Rp351,81 miliar.
Pembentukan TCBI dapat menjadi katalis jangka panjang, tetapi investor masih perlu menilai kebutuhan investasi, jadwal pembangunan fasilitas, komersialisasi produk, serta dampaknya terhadap margin TSPC.
PT DCI Indonesia Tbk. membukukan pendapatan Rp1,78 triliun pada semester I-2026. Angka itu meningkat sekitar 33,2% dibandingkan Rp1,33 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 18,7% menjadi Rp732,53 miliar dari Rp616,95 miliar.
Pendapatan jasa kolokasi mencapai sekitar Rp1,68 triliun, sedangkan jasa lainnya menyumbang Rp98,38 miliar. Beban pokok pendapatan meningkat lebih cepat, yakni 50,9% menjadi Rp813,72 miliar.
Kenaikan beban yang lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan menjelaskan mengapa pertumbuhan laba tidak sebesar pertumbuhan penjualan.
DCII juga melanjutkan pembangunan JK6 fase ketiga hingga kelima yang telah mencapai progres sekitar 80%. Tahap awal pembangunan pusat data JK7 dan JK8 telah dimulai untuk menambah kapasitas layanan kolokasi.
Ekspansi tersebut memberi peluang pertumbuhan seiring peningkatan kebutuhan pusat data, cloud, dan AI. Namun, pembangunan pusat data membutuhkan modal besar, energi yang stabil, dan tingkat utilisasi tinggi agar menghasilkan pengembalian yang optimal.
Mega Capital Sekuritas menyampaikan lima ide perdagangan untuk sesi berikutnya:
PACK
Area beli: Rp228–Rp232
Target harga: Rp238–Rp242
Stop loss: Rp216
SGER
Area beli: Rp436–Rp440
Target harga: Rp446–Rp450
Stop loss: Rp414
SUNI
Area beli: Rp660–Rp665
Target harga: Rp680–Rp690
Stop loss: Rp630
MDIA
Area beli: Rp124–Rp127
Target harga: Rp129–Rp131
Stop loss: Rp117
DEWA
Area beli: Rp436–Rp440
Target harga: Rp446–Rp452
Stop loss: Rp410.
Rekomendasi tersebut bersifat teknikal dan berjangka pendek. Harga dapat bergerak melewati target maupun stop loss akibat volatilitas, perubahan sentimen, atau perbedaan likuiditas masing-masing saham.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Seluruh pembahasan, target harga, dan rekomendasi teknikal bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.