Saham News
IHSG Dibuka Menguat 0,66% ke 6.381, Saham ANTM, MEDC, dan WIFI Melesat
/index.php
Saham News - Diposting pada 22 July 2026 Waktu baca 5 menit
JAKARTA — PT Multipolar Technology Tbk. resmi memberlakukan pemecahan nilai nominal saham dengan rasio 1:25 pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026. Melalui aksi korporasi tersebut, setiap satu saham lama MLPT dikonversi menjadi 25 saham baru.
Bursa Efek Indonesia menetapkan Rp1.040 sebagai harga teoretis yang digunakan dalam Jakarta Automated Trading System atau JATS untuk perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi. Penyesuaian tersebut mengacu pada harga saham MLPT pada akhir periode cum stock split, Senin, 20 Juli 2026.
Pada akhir perdagangan dengan nilai nominal lama, saham MLPT ditutup di posisi Rp25.950 per saham. Dengan rasio stock split 1:25, perhitungan harga teoretis dilakukan menggunakan formula:
Rp25.950 ÷ 25 = Rp1.038
Hasil matematis tersebut kemudian disesuaikan dengan kelompok fraksi harga yang berlaku di BEI. Karena itu, harga yang dimasukkan ke JATS dan digunakan sebagai pedoman awal tawar-menawar ditetapkan menjadi Rp1.040 per saham.
Perubahan dari Rp25.950 menjadi Rp1.040 tidak berarti nilai investasi pemegang saham turun sekitar 96%. Pada saat yang sama, jumlah saham yang dimiliki setiap investor bertambah 25 kali lipat.
Sebagai gambaran, investor yang sebelumnya memiliki 100 saham MLPT akan memperoleh 2.500 saham setelah stock split. Secara teoretis, total nilai kepemilikannya tetap relatif sama sebelum memperhitungkan perubahan harga yang terjadi setelah perdagangan dibuka.
Selain harga perdagangan, nilai nominal saham MLPT juga berubah dari Rp100 menjadi Rp4 per saham.
Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari 1,875 miliar menjadi 46,875 miliar saham. Dengan demikian, terdapat penambahan sebanyak 45 miliar lembar saham sebagai akibat pemecahan tersebut.
| Keterangan | Sebelum stock split | Setelah stock split |
|---|---|---|
| Rasio | — | 1:25 |
| Nilai nominal | Rp100 | Rp4 |
| Jumlah saham | 1,875 miliar | 46,875 miliar |
| Harga acuan | Rp25.950 | Rp1.040 |
Peningkatan jumlah saham itu tidak menambah modal disetor perseroan. Persentase kepemilikan masing-masing investor juga tidak berubah selama tidak terdapat transaksi jual-beli atau aksi korporasi lain yang memengaruhi struktur modal.
BEI juga mengubah harga dasar yang digunakan dalam perhitungan Indeks Harga Saham Individual MLPT.
Penyesuaiannya menggunakan formula:
Rp1.040 ÷ Rp25.950 × 480 = 19,237
Angka 19,237 menjadi harga dasar baru untuk keperluan penghitungan indeks individual setelah stock split. Penyesuaian diperlukan agar pemecahan saham tidak menciptakan perubahan indeks yang bersifat semu hanya karena harga dan jumlah saham berubah secara administratif.
BEI menyatakan penyesuaian harga teoretis, jumlah saham, dan parameter perdagangan MLPT di JATS dilaksanakan pada 21 Juli 2026. Sementara itu, distribusi saham hasil pemecahan melalui subrekening efek Kustodian Sentral Efek Indonesia dijadwalkan pada 23 Juli berdasarkan saldo pemegang saham pada 22 Juli.
Manajemen MLPT menyatakan stock split dilakukan untuk membuat harga per saham lebih terjangkau dan meningkatkan likuiditas perdagangan.
Sebelum pemecahan, harga MLPT berada di level puluhan ribu rupiah. Dengan satu lot berisi 100 saham, investor harus menyediakan dana jutaan rupiah untuk membeli satu lot saham tersebut.
Setelah harga disesuaikan ke kisaran Rp1.000, kebutuhan dana minimum untuk membeli satu lot menjadi jauh lebih rendah. Kondisi itu diharapkan memperluas akses bagi investor ritel dan menambah jumlah pemegang saham. Rencana pemecahan saham pertama kali diumumkan perusahaan melalui keterbukaan informasi pada 21 Mei 2026, kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pelaksanaan pada 15 Juli 2026.
Likuiditas yang lebih tinggi dapat mempersempit selisih antara harga beli dan jual serta mempermudah investor melakukan transaksi. Namun, peningkatan likuiditas tidak dapat dipastikan hanya melalui penurunan harga nominal. Minat investor tetap dipengaruhi fundamental perusahaan, kinerja keuangan, valuasi, jumlah saham yang benar-benar tersedia di pasar, dan kondisi pasar secara keseluruhan.
Aksi pemecahan saham hanya mengubah satuan kepemilikan. Pendapatan, laba, arus kas, aset, kewajiban, dan prospek bisnis MLPT tidak otomatis meningkat karena jumlah saham bertambah.
Indikator keuangan per saham, seperti laba per saham atau earnings per share, juga akan disesuaikan secara proporsional. Investor karena itu perlu membedakan antara perubahan administratif akibat stock split dengan perubahan yang berasal dari kinerja usaha.
Harga yang lebih rendah secara nominal juga tidak otomatis berarti valuasi saham menjadi murah. Nilai pasar perusahaan atau kapitalisasi pasar secara teoretis tetap sama tepat setelah pemecahan, sebelum dipengaruhi transaksi dan perubahan permintaan investor.
Harga saham yang lebih terjangkau dapat meningkatkan partisipasi ritel dan aktivitas transaksi. Bertambahnya jumlah saham juga berpotensi membuat pembentukan harga berlangsung lebih aktif.
Di sisi lain, likuiditas yang meningkat dapat disertai volatilitas tinggi, terutama apabila saham menjadi sasaran perdagangan jangka pendek. Investor tetap perlu memperhatikan kinerja operasional, prospek industri teknologi informasi, valuasi, struktur kepemilikan, dan kemampuan perusahaan menghasilkan laba.
Stock split MLPT memberikan perubahan besar pada harga nominal dan jumlah saham, tetapi tidak mengubah hak ekonomi pemegang saham secara langsung. Dampak jangka panjangnya baru dapat dinilai dari perkembangan volume perdagangan, persebaran investor, serta kinerja perusahaan setelah aksi korporasi berlangsung.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Pembahasan mengenai aksi korporasi dan saham MLPT bukan rekomendasi, penawaran, maupun ajakan untuk membeli atau menjual efek. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.
Sumber: kompas.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.