Teknologi Terkini
Xiaomi Siap Luncurkan Kacamata Pintar di Indonesia, Ini Bocoran Fitur & Harganya
/index.php
Saham News - Diposting pada 17 January 2026 Waktu baca 5 menit
JAKARTA. Investor saham di pasar modal Indonesia mendapat kabar positif. Sejumlah perusahaan dikabarkan siap melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (IPO) dalam waktu dekat.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada tujuh perusahaan yang saat ini tengah mempersiapkan proses IPO. Sebagian besar calon emiten tersebut merupakan perusahaan dengan skala aset yang tergolong besar.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa hingga kini antrean pencatatan saham masih diisi oleh tujuh perusahaan. Ia menyebutkan bahwa jumlah tersebut masih menjadi pipeline aktif di BEI, sebagaimana disampaikan pada Jumat (16/1/2026).
Dari tujuh perusahaan tersebut, lima di antaranya memiliki total aset lebih dari Rp250 miliar sehingga dikategorikan sebagai perusahaan besar. Satu perusahaan berada pada kategori menengah dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, sementara satu perusahaan lainnya tergolong kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar.
Jika dilihat dari sektor usaha, daftar calon IPO tersebut cukup beragam. Terdapat satu perusahaan dari sektor bahan baku, dua dari sektor keuangan, serta masing-masing satu perusahaan dari sektor energi, industri, teknologi, dan transportasi serta logistik.
Meski demikian, hingga 15 Januari 2026 belum ada perusahaan yang resmi mencatatkan sahamnya di bursa. Aktivitas pasar modal di awal tahun ini masih didominasi oleh penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS).
BEI mencatat, pada periode tersebut telah diterbitkan sembilan emisi EBUS dari tujuh penerbit dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp5,85 triliun. Selain itu, masih terdapat sepuluh emisi EBUS dari lima penerbit yang sedang menunggu giliran penerbitan.
Di luar agenda IPO, berbagai aksi korporasi lain juga tetap berjalan. Hingga pertengahan Januari 2026, tiga perusahaan telah merampungkan rights issue dengan nilai total Rp2,90 triliun. Sementara itu, satu perusahaan dari sektor properti dan real estat masih berada dalam antrean untuk melaksanakan aksi serupa.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun aktivitas IPO belum ramai di awal tahun, pasar modal tetap aktif sebagai sumber pendanaan melalui berbagai instrumen alternatif.
Sumber: kompas.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.