Bitcoin Anjlok 30% Tahun Ini, Kapan Bear Market Berakhir dan Harga Pulih?

Crypto News - Diposting pada 27 June 2026 Waktu baca 5 menit

Bear market Bitcoin saat ini telah berlangsung selama 233 hari hingga 24 Juni 2026. Mengacu pada penelitian CoinGecko, periode tersebut tercatat sebagai bear market terpanjang keempat yang dialami Bitcoin sejak 2014.

 

Meskipun durasinya cukup panjang, penurunan harga Bitcoin dalam siklus kali ini justru merupakan yang paling dangkal jika dibandingkan dengan seluruh periode bear market sebelumnya.

 

Dalam kajiannya, CoinGecko mendefinisikan bear market sebagai kondisi ketika harga penutupan Bitcoin berada di bawah indikator 200-Day Moving Average (200D MA) selama sedikitnya 30 hari berturut-turut.

 

Indikator 200-Day Moving Average merupakan salah satu acuan teknikal yang paling banyak dimanfaatkan investor untuk melihat arah tren jangka panjang suatu aset. Selama harga Bitcoin masih berada di bawah garis tersebut, kondisi pasar pada umumnya masih dikategorikan sebagai tren bearish.

 

Bear Market Terpanjang Keempat Sejak 2014

Sejak 2014, Bitcoin telah melewati tujuh periode bear market. Siklus terlama terjadi pada 2018–2019 dengan durasi 385 hari, diikuti periode 2022–2023 selama 381 hari, serta bear market 2014–2015 yang berlangsung 321 hari.

 

Sementara itu, bear market yang sedang berlangsung telah mencapai hari ke-233 sehingga menempati posisi keempat sebagai periode bearish terlama dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir.

 

Durasi tersebut jauh melampaui koreksi pada 2019–2020 yang hanya berlangsung selama 81 hari, penurunan di pertengahan 2021 selama 80 hari, maupun kejatuhan pasar akibat pandemi COVID-19 pada 2020 yang hanya bertahan selama 52 hari.

 

Menurut CoinGecko, masing-masing siklus bear market dipicu oleh faktor yang berbeda-beda.

 

Bear market 2014–2015 dipicu oleh runtuhnya Mt. Gox, yang saat itu merupakan bursa perdagangan Bitcoin terbesar di dunia. Peristiwa tersebut menggerus kepercayaan investor terhadap industri aset kripto yang kala itu masih berada pada tahap awal perkembangan.

 

Selanjutnya, bear market 2018–2019 terjadi setelah pecahnya gelembung Initial Coin Offering (ICO). Berakhirnya euforia investor ritel serta meningkatnya pengawasan regulator di berbagai negara membuat harga Bitcoin berada di bawah tekanan dalam periode yang cukup panjang.

 

Sementara itu, siklus 2022–2023 menjadi salah satu bear market paling berat akibat kolapsnya ekosistem Terra/LUNA. Kejadian tersebut memicu efek berantai yang menyeret Three Arrows Capital, Celsius, hingga FTX ke dalam kebangkrutan. Dampaknya, kepercayaan investor institusi merosot tajam dan harga Bitcoin sempat jatuh hingga di bawah US$16.000.

 

Berbeda dari periode-periode sebelumnya, bear market 2025–2026 lebih banyak dipengaruhi faktor makroekonomi, seperti ketidakpastian arah suku bunga global, meredanya momentum setelah halving Bitcoin, serta bergesernya minat investor menuju sektor kecerdasan buatan (AI).

 

Penurunan Harga Justru Menjadi yang Paling Ringan

Walaupun termasuk salah satu bear market dengan durasi terpanjang, pelemahan harga Bitcoin pada siklus kali ini justru merupakan yang paling kecil dibandingkan seluruh periode bearish sebelumnya.

 

Data CoinGecko menunjukkan bahwa hingga saat ini Bitcoin telah terkoreksi sekitar 52% dari rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) sebesar US$126.000 yang dicapai pada Oktober 2025. Penurunan tersebut bahkan sedikit lebih rendah dibandingkan koreksi pertengahan 2021 yang mencapai 52,9%.

 

Sebagai pembanding, bear market 2022–2023 menyebabkan harga Bitcoin turun hingga 76,7% dari titik puncaknya. Sementara itu, bear market 2014–2015 mencatat koreksi sebesar 81,6%, sedangkan periode 2018–2019 menjadi yang terdalam dengan penurunan mencapai 83,6%.

 

Bahkan, kejatuhan pasar akibat pandemi COVID-19 pada 2020 sempat memangkas harga Bitcoin sebesar 74,4% hanya dalam kurun waktu 52 hari.

 

Menurut CoinGecko, relatif ringannya koreksi pada bear market kali ini dapat menjadi indikasi bahwa struktur pasar Bitcoin kini telah berkembang lebih matang, didukung oleh meningkatnya partisipasi investor institusi serta likuiditas pasar yang semakin kuat.

 

Meski demikian, CoinGecko menegaskan bahwa bear market saat ini masih belum berakhir. Oleh karena itu, besarnya koreksi masih berpotensi berubah apabila tekanan di pasar kembali meningkat.

 

Kapan Bitcoin Berpotensi Bangkit?

Hingga 24 Juni 2026, harga Bitcoin masih berada sekitar 22% di bawah indikator 200-Day Moving Average. Berdasarkan data CoinGecko, harga Bitcoin berada di kisaran US$62.651, sedangkan posisi 200D MA berada di level US$76.450.

 

Hal tersebut menunjukkan bahwa Bitcoin masih memerlukan kenaikan lebih dari 20% hanya untuk kembali menembus indikator tersebut. Secara historis, level 200D MA sering kali menjadi area resistance yang kuat ketika pasar mulai pulih, selain juga berfungsi sebagai support saat tren penurunan berlangsung.

 

Saat ini, harga Bitcoin juga hanya sekitar 2,9% di atas titik terendah siklus di US$60.861 yang tercatat pada 7 Juni 2026.

 

Berdasarkan pola bear market terdahulu, waktu yang dibutuhkan sejak terbentuknya titik terendah hingga Bitcoin kembali bergerak di atas 200D MA berkisar antara 65 hingga 166 hari.

 

Apabila level US$60.861 benar-benar menjadi dasar pergerakan (bottom) pada siklus saat ini, maka berdasarkan pola historis Bitcoin berpeluang kembali menembus 200D MA paling cepat pada Agustus 2026. Namun demikian, CoinGecko menekankan bahwa titik terendah suatu bear market baru dapat dipastikan setelah tersedia lebih banyak data yang mengonfirmasi arah pergerakan harga.

Sumber: coinvestasi.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.