Bisnis | Ekonomi
IHSG Terkoreksi 4,55% dalam Sepekan, Ini Sentimen yang Berpotensi Menggerakkan Pasar
/index.php
Crypto News - Diposting pada 27 June 2026 Waktu baca 5 menit
Bitcoin (BTC), aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, kembali mengalami tekanan jual yang signifikan hingga harganya turun ke kisaran US$58.000. Penurunan tersebut membuat Bitcoin menyentuh level terendah sejak September 2024 sekaligus memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan data CoinGecko per Jumat (26/6/2026), harga Bitcoin sempat jatuh dari sekitar US$61.500 menuju titik terendah harian di US$58.188, atau melemah lebih dari 5% dalam kurun 24 jam terakhir. Hingga artikel ini disusun, Bitcoin mulai memangkas sebagian kerugiannya dan kembali diperdagangkan di sekitar level US$59.000.
Level harga tersebut merupakan yang terendah sejak September 2024. Pada periode itu, Bitcoin justru memulai reli besar yang kemudian membawanya mencapai rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) di US$126.000 pada Oktober 2025.
Dengan posisi harga saat ini, Bitcoin telah terkoreksi sekitar 52% dari puncak harga tertingginya tersebut.
Tekanan jual tidak hanya menimpa Bitcoin, tetapi juga meluas ke seluruh pasar aset kripto. Ethereum (ETH) turun sekitar 5,5% ke kisaran US$1.530, XRP (XRP) melemah sekitar 4%, sementara Solana (SOL) dan BNB (BNB) masing-masing terkoreksi sekitar 2%.
Akibat aksi jual yang terjadi secara luas, kapitalisasi pasar kripto global ikut menyusut hingga berada di sekitar US$2,1 triliun.
Penurunan harga Bitcoin juga memicu gelombang likuidasi besar di pasar derivatif kripto.
Dalam 24 jam terakhir, total nilai likuidasi tercatat mencapai sekitar US$1,06 miliar atau setara kurang lebih Rp19 triliun. Sebagian besar kerugian dialami oleh trader yang membuka posisi long atau bertaruh harga aset akan naik, dengan nilai likuidasi mencapai sekitar US$839 juta atau sekitar Rp15 triliun.
Bitcoin dan Ethereum menjadi dua aset kripto dengan nilai likuidasi terbesar selama periode tersebut.
Secara keseluruhan, lebih dari 149 ribu trader mengalami likuidasi dalam satu hari. Adapun likuidasi tunggal terbesar tercatat terjadi di platform Hyperliquid.
Sentimen pasar juga semakin memburuk. Indeks Crypto Fear & Greed, yang digunakan untuk mengukur psikologi investor di pasar kripto, turun ke angka 13 dari skala 100. Level tersebut menunjukkan kondisi Extreme Fear atau ketakutan ekstrem, yang mencerminkan bahwa mayoritas investor masih memilih menghindari risiko dan menunda masuk ke pasar.
Penurunan harga Bitcoin kali ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen makroekonomi dan perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga di Amerika Serikat.
Salah satu pemicu utamanya adalah sikap terbaru bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang dinilai lebih agresif atau hawkish dibandingkan perkiraan sebelumnya. Di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh, para pejabat bank sentral memberikan sinyal bahwa langkah kebijakan berikutnya lebih berpotensi berupa kenaikan suku bunga dibandingkan penurunan yang sebelumnya diantisipasi pasar.
Perubahan ekspektasi tersebut mendorong investor kembali mengurangi kepemilikan pada aset-aset berisiko, termasuk saham teknologi dan aset kripto.
Di sisi lain, pasar juga masih mencermati besarnya kebutuhan pendanaan untuk sektor kecerdasan buatan (AI). Walaupun produsen chip Micron melaporkan kinerja keuangan yang solid, mayoritas saham teknologi berkapitalisasi besar justru mengalami pelemahan sehingga turut menekan indeks Nasdaq.
Kombinasi antara ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dan melemahnya saham-saham teknologi semakin memperburuk sentimen terhadap aset berisiko, sehingga mendorong Bitcoin beserta pasar kripto secara keseluruhan kembali mengalami koreksi.
Sumber: coinvestasi.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.