Edukasi
25 Ide Bisnis Modal Kecil Paling Diminati Milenial & Gen Z di 2026
/index.php
Crypto News - Diposting pada 20 January 2026 Waktu baca 5 menit
Harga emas dan bitcoin (BTC) menunjukkan tren penguatan dalam beberapa pekan terakhir, seiring meningkatnya tensi geopolitik global, mulai dari konflik perang dagang hingga ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pada perdagangan Sabtu (17/1), harga emas dunia tercatat berada di level US$ 4.595 per troy ons. Sementara itu, berdasarkan data CoinMarketCap, harga BTC berada di kisaran US$ 95.137 atau setara sekitar Rp 1,6 miliar dengan asumsi kurs Rp 16.909 per dolar AS.
Penguatan BTC terjadi setelah rilis data inflasi Amerika Serikat yang dinilai relatif terkendali. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada Desember tercatat naik 0,3% secara bulanan dan 2,7% secara tahunan, sementara inflasi inti hanya meningkat 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan.
Dari sisi industri, sentimen positif juga datang dari perkembangan regulasi aset kripto di AS, menyusul munculnya draf Rancangan Undang-Undang Digital Asset Market CLARITY Act. Regulasi ini memberikan kejelasan status aset kripto sebagai sekuritas atau komoditas, sekaligus memperluas peran Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dalam pengawasan pasar spot kripto.
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai pasar mulai menangkap sinyal bahwa tekanan kebijakan moneter berangsur mereda, sementara arah regulasi kripto di AS semakin kondusif.
Secara teknikal, Fyqieh menjelaskan bahwa BTC telah keluar dari fase konsolidasi sejak akhir 2025 dan masih memiliki peluang menguat menuju level US$ 100.000 atau sekitar Rp 1,69 miliar, selama mampu bertahan di atas area support US$ 94.000. Arus dana institusional dinilai masih menjadi katalis positif, mengingat dana masuk ke ETF Bitcoin spot di AS sempat melampaui US$ 750 juta dalam satu hari, tertinggi sejak Oktober 2025.
Ia menambahkan, keberhasilan mempertahankan area US$ 94.000 sebagai support utama mencerminkan dominasi pembeli yang semakin kuat, sehingga peluang untuk kembali menguji level psikologis US$ 100.000 masih terbuka.
Sementara itu, analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai volatilitas BTC masih tergolong tinggi. Menurutnya, arus dana yang masuk saat ini lebih didorong oleh aksi berburu harga murah dan pembelian spekulatif, serta masih dibayangi aksi ambil untung di akhir pekan.
Lukman memperkirakan BTC berpotensi naik hingga US$ 106.000 atau sekitar Rp 1,79 miliar jika mampu bertahan di atas level support US$ 98.000. Namun, kegagalan menjaga level tersebut berpotensi mendorong koreksi harga. Ia juga menilai pandangan analis terhadap BTC masih terpecah, meski kecenderungannya lebih banyak yang optimistis.
Untuk emas, Lukman menilai prospek jangka panjang masih positif, didorong oleh meningkatnya eskalasi geopolitik global. Meski demikian, dalam jangka pendek harga emas berpeluang bergerak konsolidatif karena pelaku pasar masih menunggu rilis data ekonomi AS yang dapat memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Selain itu, reli kuat pada harga perak turut membatasi kenaikan emas.
Di sisi lain, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia berpotensi menguji resistance pertama di US$ 4.655 per troy ons dan resistance berikutnya di US$ 4.706 per troy ons. Jika terjadi koreksi, area US$ 4.553 menjadi level penopang awal, diikuti support berikutnya di US$ 4.489 per troy ons.
Menurut Ibrahim, kenaikan harga emas dipicu oleh berbagai faktor global, mulai dari perang dagang Uni Eropa dan China, rencana Presiden AS terkait Greenland, meningkatnya ketegangan geopolitik di Iran, hingga dinamika politik internal AS. Kondisi tersebut mendorong banyak bank sentral dunia, termasuk dari China, India, Amerika Latin, dan kawasan ASEAN, untuk meningkatkan pembelian emas, sehingga menopang kenaikan harga logam mulia.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.